Ayat kunci kita berkata bahwa kita, sebagai anak-anak Tuhan, diharapkan untuk meniru Tuhan. Kita diharapkan untuk meniru Dia dan mengikuti teladanNya. Dengan kata lain, kita diharapkan untuk hidup seperti Tuhan, yaitu berbicara, melihat, mendengar, berpikir dan bertindak seperti Tuhan. Bagi sebagian orang ini adalah sebuah pemikiran yang gila. Bagi sebagian orang lainnya, ide itu terdengar seperti sebuah hujatan. Tetapi sebenarnya itulah yang diharapkan dari kita jika kita benar-benar mau hidup seperti yang dikehendaki Tuhan.
Waktu anda
menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dan Tuhan atas kehidupanmu, roh
anda menjadid hidup dan bersatu kembali dengan Tuhan melalui Roh Kudus
yang tinggal di dalammu. Dalam istilah Yesus, anda menjadi lahir baru
(baca Yohanes 3:3-7; Yehezkiel 36:26-27). Dosa-dosa anda (yang lalu dan
yang diakui) sepenuhnya dihapuskan dan dilupakan oleh Tuhan; ini berarti
Ia tidak akan mengungkit-ungkitnya kembali kalau anda berkelakuan tidak
baik kepadaNya (baca Yesaya 43:25; Mazmur 103:3; Yeremia 31:34; Ibrani
8:12; 1 Yohanes 1:9). Anda menjadi umat pilihan dan umatNya yang kudus,
utusanNya, dan imamat rajani (baca 1 Petrus 2:9; 2 Korintus 5:20). Dengan
iman dalam Yesus Kristus anda total menjadi benar di hadapan Tuhan (Roma
10:4; Galatia 3:24).
Kalau anda
percaya semua kebenaran itu maka anda dapat teruskan membaca artikel ini
hingga selesai. Tetapi, kalau ada setitik keraguan di dalam hatimu
mengenai kebenaran di atas maka harap anda berhenti membaca sekarang. Saya
ingin anda mempelajari dan merenungkan ayat-ayat tersebut diatas dan minta
Roh Kudus untuk mengungkapkannya serta mengukirkannya di hatimu.
Jangan
marah dulu kepada saya dan biarkan saya menjelaskan mengapa saya berkata
seperti itu. Dibutuhkan IMAN untuk bersemangat tentang perkara-perkara
ilahi yang akan saya bagikan kepada anda dalam artikel ini. Kalau anda
tidak percaya bahwa anda seketika menjadi layak di hadapan Tuhan begitu
anda lahir baru, maka anda tidak akan bisa percaya bahwa anda seharusnya
meniru Tuhan dan bahwa anda diurapi untuk berbuat demikian. Kalau anda
tidak percaya bahwa anda adalah umat pilihan dan kudus, utusanNya, dan
imamat rajani-Nya, maka pemikiran untuk meniru Tuhan akan terdengar tidak
masuk akal bagi anda.
Tuhan menyebut hal-hal yang
belum ada seolah-olah sudah ada (baca Roma 4:17). Ia berbicara tentang
Yesus semenjak ketidaktaatan Adam. Tuhan berkata kepada iblis, “Aku akan
mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan, antara keturunanmu dan
Keturunannya (Yesus); Ia akan menginjak dan meremukkan kepalamu, dan
engkau akan berbaring menanti dan meremukkan tumitNya" (Kejadian
3:15, The Amplified Bible).
Tuhan terus berkata kepada
umat manusia mengenai seorang Juruselamat yang akan datang. Tuhan
mengatakan hal itu melalui para nabi di Perjanjian Lama, yang berarti
kurang lebih 4.000 tahun sejak umat manusia jatuh dalam dosa hingga
kelahiran Yesus Kristus. Dahsyat! Itu baru namanya iman dan ketekunan!
"Saudari Maggy, anda
tidak mengatakan bahwa saya harus memegang teguh pada pengakuan imanku
selama 4.000 tahun khan?!" Secara pribadi saya pikir kita bahkan
tidak memiliki 4.000 tahun lagi sampai Terangkatnya Gereja (rapture).
Yang saya maksudkan adalah anda harus berpegang teguh pada pengakuan
imanmu dan tidak mengubahnya sampai anda melihat hasilnya di alam nyata
(baca Ibrani 3:1; Ibrani 10:23,35-36).
Tuhan sudah hidup dengan iman
selamanya. Sewaktu Ia menciptakan manusia, Ia menciptakannya serupa dan
segambar denganNya. Itu berarti manusia pertama memiliki kodrat ilahi sama
seperti Tuhan. Adam telah diberi kuasa untuk menguasai dunia. Ia memberi
nama semua binatang dan tidak seekor pun yang bernama sama. Adam tidak
kehabisan ide dan memberi nama sejenis serangga "Nyamuk II."
Pikirannya sangat tajam dan dahsyat! Itu pastilah pikiran Kristus yang
dimiliki Adam sebelum jatuhnya manusia dalam dosa. Lalu Adam pasti juga
memiliki iman, sukacita, damai, dan kuasa Tuhan juga.
Adam, bersama-sama dengan
Hawa, hidup dengan iman dalam Taman Firdaus. Kita tahu bahwa "iman
timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (Roma
10:17). Itu berarti Adam dan Hawa menaati perintah Tuhan yang mereka
dengar. Ketika mereka memutuskan untuk hidup oleh perkataan orang lain,
yaitu perkataan iblis, mereka jatuh ke dalam dosa dan kekuasaan mereka
terhadap dunia beralih kepada iblis. Lalu mereka masuk ke dalam
kesulitan-kesulitan melahirkan, tanah yang terkutuk, dan kematian jasmani
(baca Kejadian 3:16-19). Sekarang kita tahu Adam bukanlah sebuah contoh
yang baik untuk diikuti.
Tuhan berkata orang benar akan
hidup oleh iman (Ibrani 10:38). Pada awal artikel ini kita telah
menetapkan suatu kebenaran bahwa kita adalah orang benar sewaktu kita
lahir baru. Ketika anda merenungkan Ibrani 10:38, anda akan tahu bahwa
anda, sebagai seorang percaya, hanya dapat hidup dengan iman. Kalau anda
tidak hidup dengan iman (yang timbul dari pendengaran, dan pendengaran
oleh firman Kristus) dan bertindak atas imanmu, anda bisa dipastikan akan
kehilangan kekuasaanmu atas situasimu sama seperti Adam. Jadi, tanpa mendengar Firman Tuhan dan tanpa
bertindak atas Firman Tuhan yang anda dengar, anda dijamin
akan kalah!
Sebagian orang akan
berkata, "Aku tidak punya iman!" Itu tidak benar! Pikirkan lagi.
Ketika anda lahir baru, anda dilahirkan dari Tuhan (baca Yohanes 1:13; 1
Yohanes 3:9). Anda lahir baru dari benih yang tidak fana yaitu Firman
Tuhan (baca 1 Yohanes 1:23). Yohanes 1:1 berkata, "Pada mulanya
adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah
Allah." Jadi, kalau anda dilahirkan kembali dari Tuhan, dan Tuhan itu
adalah Firman yang Hidup, maka berarti sebelum anda lahir baru anda
pastinya telah menerima Firman Tuhan yang menyebabkan anda memiliki iman
untuk dilahirkan kembali.
Firman Tuhan dengan jelas
berkata bahwa iman hanya timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan
Firman Tuhan. Perhatikan bahwa Tuhan tidak berkata bahwa iman timbul dari
kita mendengarkan pengkhotbah atau pembimbing rohani. Saya tidak
merendahkan pengkhotbah atau pembimbing rohani. Sama sekali tidak! Saya
sendiri berkhotbah dan sering membimbing orang. Akan tetapi, kalau saya
tidak mengkhotbahkan Firman Tuhan kepada orang atau membagikan Firman
Tuhan dalam sesi konseling saya, saya tidak bisa mengharapkan mereka untuk
memiliki iman kepada Tuhan. Hanya iman kepada Tuhan yang akan membebaskan
orang dari situasi yang terburuk.
Untuk mendengar Firman Tuhan,
sehingga anda bisa memiliki iman alkitabiah yang sesungguhnya, berarti
anda harus datang ke tempat di mana Firman Tuhan dibagikan. Kalau tempat
ke mana anda pergi untuk makan makanan rohani membuat anda tergantung
secara rohani kepada gembala sidangnya, misalkan, maka itu berarti anda
tidak diberi makan Firman Tuhan. Karena saya percaya kalau saya diberi
makan Firman Tuhan, maka saya akan mengembangkan iman kepada Tuhan atas situasi saya dan
bukan iman kepada gembala sidang. Kalau saya diberi makan FIrman Tuhan
maka saya akan mengembangkan keyakinan kepada Roh Kudus yang tinggal di
dalam saya dan memimpin saya menjadi sepenuhnya tergantung kepada Roh yang
lebih besar di dalam saya.
Baca seluruh buku Ibrani bab
11. Bab itu berbicara tentang orang-orang yang hidup dengan iman dan
menjalani yang tidak mungkin dengan iman. Sewaktu anda membaca tentang
mereka dalam Perjanjian Lama, mereka memiliki satu titik awal yang sama -
pertama-tama mereka menerima Firman Tuhan. Dan sewaktu iman itu disertai
dengan tindakan, contohnya: Henokh diangkat Tuhan, Nuh dan keluarganya
diselamatkan dari air bah, Abraham dan Sarah menerima seorang anak lelaki
ketika sistem reproduksi mereka tidak berfungsi, tembok tebal Yerikho
runtuh dengan suara terompet dan puji-pujian.
Kalau iman bisa melakukan
hal-hal tersebut di Perjanjian Lama, apalagi saat ini? Kita hidup dalam
sebuah perjanjian yang lebih baik yang ditetapkan atas janji-janji yang
lebih baik (baca Ibrani 8:6; Ibrani 11:40). Tidak heran Tuhan berkata,
"Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga
pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang
lebih besar lagi dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa" (Yohanes
14:12). Dan Yesus telah mengirimkan Roh Kudus untuk mengurapi kita untuk
melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar itu. Puji Tuhan! Puji
NamaNya selama-lamanya!