Hidup Dengan Iman 

Oleh Maggy Horhoruw
“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah [tiru dan ikuti teladanNya], seperti anak-anak yang kekasih [meniru ayah mereka]” (Efesus 5:1, The Amplified Bible).

Ayat kunci kita berkata bahwa kita, sebagai anak-anak Tuhan, diharapkan untuk meniru Tuhan. Kita diharapkan untuk meniru Dia dan mengikuti teladanNya. Dengan kata lain, kita diharapkan untuk hidup seperti Tuhan, yaitu berbicara, melihat, mendengar, berpikir dan bertindak seperti Tuhan. Bagi sebagian orang ini adalah sebuah pemikiran yang gila. Bagi sebagian orang lainnya, ide itu terdengar seperti sebuah hujatan. Tetapi sebenarnya itulah yang diharapkan dari kita jika kita benar-benar mau hidup seperti yang dikehendaki Tuhan.

Waktu anda menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dan Tuhan atas kehidupanmu, roh anda menjadid hidup dan bersatu kembali dengan Tuhan melalui Roh Kudus yang tinggal di dalammu. Dalam istilah Yesus, anda menjadi lahir baru (baca Yohanes 3:3-7; Yehezkiel 36:26-27). Dosa-dosa anda (yang lalu dan yang diakui) sepenuhnya dihapuskan dan dilupakan oleh Tuhan; ini berarti Ia tidak akan mengungkit-ungkitnya kembali kalau anda berkelakuan tidak baik kepadaNya (baca Yesaya 43:25; Mazmur 103:3; Yeremia 31:34; Ibrani 8:12; 1 Yohanes 1:9). Anda menjadi umat pilihan dan umatNya yang kudus, utusanNya, dan imamat rajani (baca 1 Petrus 2:9; 2 Korintus 5:20). Dengan iman dalam Yesus Kristus anda total menjadi benar di hadapan Tuhan (Roma 10:4; Galatia 3:24).

Kalau anda percaya semua kebenaran itu maka anda dapat teruskan membaca artikel ini hingga selesai. Tetapi, kalau ada setitik keraguan di dalam hatimu mengenai kebenaran di atas maka harap anda berhenti membaca sekarang. Saya ingin anda mempelajari dan merenungkan ayat-ayat tersebut diatas dan minta Roh Kudus untuk mengungkapkannya serta mengukirkannya di hatimu.

Jangan marah dulu kepada saya dan biarkan saya menjelaskan mengapa saya berkata seperti itu. Dibutuhkan IMAN untuk bersemangat tentang perkara-perkara ilahi yang akan saya bagikan kepada anda dalam artikel ini. Kalau anda tidak percaya bahwa anda seketika menjadi layak di hadapan Tuhan begitu anda lahir baru, maka anda tidak akan bisa percaya bahwa anda seharusnya meniru Tuhan dan bahwa anda diurapi untuk berbuat demikian. Kalau anda tidak percaya bahwa anda adalah umat pilihan dan kudus, utusanNya, dan imamat rajani-Nya, maka pemikiran untuk meniru Tuhan akan terdengar tidak masuk akal bagi anda.  

Tuhan adalah Mahluk-Iman

Tuhan menyebut hal-hal yang belum ada seolah-olah sudah ada (baca Roma 4:17). Ia berbicara tentang Yesus semenjak ketidaktaatan Adam. Tuhan berkata kepada iblis, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan, antara keturunanmu dan Keturunannya (Yesus); Ia akan menginjak dan meremukkan kepalamu, dan engkau akan berbaring menanti dan meremukkan tumitNya" (Kejadian 3:15, The Amplified Bible).

Tuhan terus berkata kepada umat manusia mengenai seorang Juruselamat yang akan datang. Tuhan mengatakan hal itu melalui para nabi di Perjanjian Lama, yang berarti kurang lebih 4.000 tahun sejak umat manusia jatuh dalam dosa hingga kelahiran Yesus Kristus. Dahsyat! Itu baru namanya iman dan ketekunan!

"Saudari Maggy, anda tidak mengatakan bahwa saya harus memegang teguh pada pengakuan imanku selama 4.000 tahun khan?!" Secara pribadi saya pikir kita bahkan tidak memiliki 4.000 tahun lagi sampai Terangkatnya Gereja (rapture). Yang saya maksudkan adalah anda harus berpegang teguh pada pengakuan imanmu dan tidak mengubahnya sampai anda melihat hasilnya di alam nyata (baca Ibrani 3:1; Ibrani 10:23,35-36).

Orang Benar Akan Hidup Dengan Iman

Tuhan sudah hidup dengan iman selamanya. Sewaktu Ia menciptakan manusia, Ia menciptakannya serupa dan segambar denganNya. Itu berarti manusia pertama memiliki kodrat ilahi sama seperti Tuhan. Adam telah diberi kuasa untuk menguasai dunia. Ia memberi nama semua binatang dan tidak seekor pun yang bernama sama. Adam tidak kehabisan ide dan memberi nama sejenis serangga "Nyamuk II." Pikirannya sangat tajam dan dahsyat! Itu pastilah pikiran Kristus yang dimiliki Adam sebelum jatuhnya manusia dalam dosa. Lalu Adam pasti juga memiliki iman, sukacita, damai, dan kuasa Tuhan juga.

Adam, bersama-sama dengan Hawa, hidup dengan iman dalam Taman Firdaus. Kita tahu bahwa "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (Roma 10:17). Itu berarti Adam dan Hawa menaati perintah Tuhan yang mereka dengar. Ketika mereka memutuskan untuk hidup oleh perkataan orang lain, yaitu perkataan iblis, mereka jatuh ke dalam dosa dan kekuasaan mereka terhadap dunia beralih kepada iblis. Lalu mereka masuk ke dalam kesulitan-kesulitan melahirkan, tanah yang terkutuk, dan kematian jasmani (baca Kejadian 3:16-19). Sekarang kita tahu Adam bukanlah sebuah contoh yang baik untuk diikuti.

Tuhan berkata orang benar akan hidup oleh iman (Ibrani 10:38). Pada awal artikel ini kita telah menetapkan suatu kebenaran bahwa kita adalah orang benar sewaktu kita lahir baru. Ketika anda merenungkan Ibrani 10:38, anda akan tahu bahwa anda, sebagai seorang percaya, hanya dapat hidup dengan iman. Kalau anda tidak hidup dengan iman (yang timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus) dan bertindak atas imanmu, anda bisa dipastikan akan kehilangan kekuasaanmu atas situasimu sama seperti Adam. Jadi, tanpa mendengar Firman Tuhan dan tanpa bertindak atas Firman Tuhan yang anda dengar, anda dijamin akan kalah!

Sebagian orang akan berkata, "Aku tidak punya iman!" Itu tidak benar! Pikirkan lagi. Ketika anda lahir baru, anda dilahirkan dari Tuhan (baca Yohanes 1:13; 1 Yohanes 3:9). Anda lahir baru dari benih yang tidak fana yaitu Firman Tuhan (baca 1 Yohanes 1:23). Yohanes 1:1 berkata, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Jadi, kalau anda dilahirkan kembali dari Tuhan, dan Tuhan itu adalah Firman yang Hidup, maka berarti sebelum anda lahir baru anda pastinya telah menerima Firman Tuhan yang menyebabkan anda memiliki iman untuk dilahirkan kembali.  

Dengar dan Lakukan

Firman Tuhan dengan jelas berkata bahwa iman hanya timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan Firman Tuhan. Perhatikan bahwa Tuhan tidak berkata bahwa iman timbul dari kita mendengarkan pengkhotbah atau pembimbing rohani. Saya tidak merendahkan pengkhotbah atau pembimbing rohani. Sama sekali tidak! Saya sendiri berkhotbah dan sering membimbing orang. Akan tetapi, kalau saya tidak mengkhotbahkan Firman Tuhan kepada orang atau membagikan Firman Tuhan dalam sesi konseling saya, saya tidak bisa mengharapkan mereka untuk memiliki iman kepada Tuhan. Hanya iman kepada Tuhan yang akan membebaskan orang dari situasi yang terburuk.

Untuk mendengar Firman Tuhan, sehingga anda bisa memiliki iman alkitabiah yang sesungguhnya, berarti anda harus datang ke tempat di mana Firman Tuhan dibagikan. Kalau tempat ke mana anda pergi untuk makan makanan rohani membuat anda tergantung secara rohani kepada gembala sidangnya, misalkan, maka itu berarti anda tidak diberi makan Firman Tuhan. Karena saya percaya kalau saya diberi makan Firman Tuhan, maka saya akan mengembangkan iman kepada Tuhan atas situasi saya dan bukan iman kepada gembala sidang. Kalau saya diberi makan FIrman Tuhan maka saya akan mengembangkan keyakinan kepada Roh Kudus yang tinggal di dalam saya dan memimpin saya menjadi sepenuhnya tergantung kepada Roh yang lebih besar di dalam saya.

Baca seluruh buku Ibrani bab 11. Bab itu berbicara tentang orang-orang yang hidup dengan iman dan menjalani yang tidak mungkin dengan iman. Sewaktu anda membaca tentang mereka dalam Perjanjian Lama, mereka memiliki satu titik awal yang sama - pertama-tama mereka menerima Firman Tuhan. Dan sewaktu iman itu disertai dengan tindakan, contohnya: Henokh diangkat Tuhan, Nuh dan keluarganya diselamatkan dari air bah, Abraham dan Sarah menerima seorang anak lelaki ketika sistem reproduksi mereka tidak berfungsi, tembok tebal Yerikho runtuh dengan suara terompet dan puji-pujian.

Kalau iman bisa melakukan hal-hal tersebut di Perjanjian Lama, apalagi saat ini? Kita hidup dalam sebuah perjanjian yang lebih baik yang ditetapkan atas janji-janji yang lebih baik (baca Ibrani 8:6; Ibrani 11:40). Tidak heran Tuhan berkata, "Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa" (Yohanes 14:12). Dan Yesus telah mengirimkan Roh Kudus untuk mengurapi kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar itu. Puji Tuhan! Puji NamaNya selama-lamanya!