Menerima Seperti Seorang Anak

Bagian 1 - Oleh Maggy Horhoruw

Banyak orang Kristen bermasalah dalam menerima dari Tuhan. Mereka gagal untuk menerima kesembuhan. Mereka gagal untuk menerima kemakmuran. Mereka gagal untuk menerima promosi di kantor atau dalam pelayanan. Kebanyakan orang gagal untuk menerima dari Tuhan karena mereka gagal untuk percaya Firman Tuhan dan mereka gagal melaksanakan Firman Tuhan. Mereka sulit percaya kepada Tuhan mengenai kesembuhan, uang, calon pasangan hidup, anak, promosi, dsb. Kalau anda berada di posisi itu saat ini, teruskan bacaan ini karena Firman Tuhan akan membebaskan anda dari kegagalan anda untuk menerima.

Jangan malu atas kondisi anda sekarang. Dimanapun anda berada dalam kehidupan ini, itu adalah tempat yang baik untuk hidup dengan iman dan menerima dari Tuhan. Waktunya tidak pernah lebih tepat lagi dari pada SEKARANG. Kalau saja anda menyerahkan hidup anda kepada Tuhan, sepenuhnya berserah kepadaNya, Ia akan melakukan perkara-perkara besar atas namamu dan membereskan hal-hal agar sesuai dengan standar kehidupanNya, yaitu hidup yang berkelimpahan.

Ketika saya masih di Sekolah Menengah Utama, saya ingin belajar Teologi karena saya ingin mengenal Tuhan. Tetapi kemudian saya lihat para hamba Tuhan yang hidupnya pas-pasan. Pendeta-pendeta dari denominasi gereja asal saya, kebanyakan dari mereka hidupnya menyedihkan (sebagian dari mereka masih hidup seperti itu hingga sekarang). Dan karena keluarga saya bukan keluarga kaya, saya jadi takut jika harus menghabiskan hidup saya dengan hidup yang minim. Jadi, saya mundur dan malah mengejar uang (yang sesungguhnya adalah keputusan yang bodoh!). Tetapi sekarang setelah saya menjadi anak Tuhan yang lahir baru, saya tahu bahwa bukanlah salah Tuhan para pendeta itu hidup seperti itu. Mereka seharusnya bisa hidup sangat memadai dan menikmati keKristenan mereka dengan hidup dalam kemakmuran dan kesehatan yang baik kalau saja mereka tahu caranya. Sekarang, kita cari tahu bagaimana caranya.

Awal yang Benar dengan Tuhan

Kebanyakan orang sangat menyadari kondisinya yang berdosa. Yang mereka pikirkan adalah betapa berdosanya mereka sehingga mereka menjadi tidak layak untuk mendekati Tuhan. Mereka begitu terpaku kepada “dosa” mereka sehingga mereka selalu memohon pengampunan dari Tuhan dalam doa mereka. Banyak dari mereka yang begitu otomatis untuk memohon ampun sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka mengatakannya dalam doa-doa mereka. Mereka begitu takut kalau mereka akan berdosa di luar kesadaran mereka dan akan membuat Tuhan marah dan menghajar mereka dengan sakit penyakit, kemiskinan, atau bencana. Dulu saya begitu.

Mari kita luruskan hal ini untuk selama-lamanya. Pertama-tama, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Tuhan mengasihi anda dan saya karena Ia adalah kasih (1 Yoh. 4:8,16). Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengasihi anda dan saya tanpa terkecuali. Kedua, Yakobus 1:17 berkata, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Tuhan hanya memberikan apa yang baik dan sempurna. Ia melakukan hal itu dari dunia diciptakan dan Ia tidak berubah.

Kalau semua hal yang baik dan sempurna berasal dari Tuhan, itu berarti semua yang tidak baik dan tidak sempurna bukan berasal dari Tuhan. Kalau itu tidak berasal dari Tuhan, berarti iblis lah sumbernya. Apakah anda menganggap sakit penyakit, kemiskinan, dan bencana baik dan sempurna? Atau anda menganggapnya buruk dan tidak sempurna? Kalau sakit penyakit berasal dari Tuhan, mengapa anda berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan? Kalau benar Tuhan yang menghendaki anda kehilangan andak, mengapa anda menangis sewaktu anak anda meninggal? Seharusnya khan anda berlompatan dan bersorak-sorai sewaktu hal itu terjadi karena anda berada dalam kehendak Tuhan. Kalau Tuhan yang mengirimkan bencana kepada anda agar anda menjadi lebih dekat kepadaNya, mengapa anda berdoa untuk dilepaskan dari bencana? Seharusnya anda biarkan saja bencana datang silih berganti agar anda menjadi lebih dekat kepada Tuhan.

Marilah kita bangkit dari ketidaktahuan kita. Tidak pernah Tuhan berkehendak agar seseorang kehilangan sesuatu. Kalau pernah Tuhan berkehendak demikian, lalu mengapa Yesus melayani orang sakit dan menyembuhkan mereka? Mengapa Yesus repot-repot membangkitkan Lazarus dari mati kalau itu adalah kehendak Tuhan bagi Maria dan Marta untuk kehilangan saudara lelaki mereka? Kalau Tuhan berkehendak agar orang-orang sakit atau mati muda, maka sesungguhnya Yesus bekerja melawan Allah Bapa dengan menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan yang mati. Tetapi kita tahu bahwa Yesus menyenangkan hati Bapa ketika Ia melakukan semuanya itu. Ingat apa yang Yesus katakana ketika Ia berdiri di depan kubur Lazarus? Ia berkata, “Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: Bapa, Aku mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 11:41-42). Jika Allah Bapa selalu mendengarkan Yesus ketika Ia menyembuhkan yang sakit dan membangkitkan yang mati, pastinya yang Yesus kerjakan menyenangkan hati Bapa. Jadi, Tuhan tidak pernah menginginkan anda sakit dan mati muda sama seperti Ia tidak pernah menginginkan anda untuk miskin.

Seseorang mungkin berkata, “Tetapi saya telah melakukan hal-hal yang memalukan di masa lalu. Saya melakukan ini, itu, dan semuanya. Saya disebut seorang pendosa besar.” Ya, ini adalah kabar sempurna bagi anda. Tidak ada yang namanya pendosa besar atau kecil. Di hadapan Allah, kalau anda belum lahir baru, anda adalah seorang pendosa. Ia tidak peduli apakah anda dulu seorang pelacur. Ia tidak peduli apakah anda dulu seorang homoseksual. Ia tidak peduli apakah anda pernah membunuh orang. Ia tidak peduli apakah anda dulu hanya mengaku “Kristen” dengan mulut tetapi tidak percaya dalam hati. KasihNya terlalu besar untuk menanggung segalanya itu (baca 1 Kor. 13). Ketika anda membalikkan hati anda kepada Tuhan dan percaya Yesus adalah Anak Allah dan membuatNya sebagai Tuhan, anda dibersihkan oleh darah Yesus dan dibuatnya sempurna secara rohani dalam Kristus Yesus (baca Yeh. 36:26-27; Ef. 2:10; Ef. 5:26-27).

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya sesuai dengan kerelaan kehendakNya, supaya terpujilah kasih karuniaNya yang mulia, yang dikaruniakanNya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihiNya. Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan kasih karuniaNya” (Ef. 1:3-7).

Lihatlah litu! Kita diadopsi sebagai anak-anak Tuhan melalui Yesus Kristus (ayat 5). Mengapa? Karena Ia mengasihi kita dan itu sesuai dengan kerelaan kehendakNya. Kita diadopsi sebagai anak-anak Tuhan melalui Yesus Kristus bukan karena apa yang kita lakukan, tetapi karena Ia mau mengadopsi kita sebagai anak-anakNya sendiri melalui AnakNya. Apapun yang kita lakukan tidak akan membuat kita diadopsi Tuhan sebagai anak-anakNya. Apapun yang lakukan tidak akan membuat kita benar dihadapan Tuhan. Kebenaran kita berasal dari Tuhan dan kita terima melalui iman (baca Rom. 3:22; Gal. 3:6; Fil. 3:9). Dan kita juga menerima pengampunan atas dosa-dosa kita dengan iman dalam Kristus Yesus seturut dengan kasih karuniaNya, bukan karena perbuatan kita (baca Rom. 4:22). “Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan hukum apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan hukum iman!” (Rom. 3:27-28, King James Version).

Tidak ada peraturan agama dan ritual rohani yang bisa membuat kita kudus dan benar dihadapan Tuhan. Hanya iman kita dalam Kristus Yesus yang akan membuat kita tidak bercacat dihadapan Tuhan. Renungkan hal ini dan jangan lagi bergumul mengenai hal ini. Jika anda seorang Kristen lahir baru, anda sesungguhnya sempurna dan tidak bercacat dihadapan Tuhan dan anda secara hukum telah diadopsi sebagai anak Tuhan melalui Yesus Kristus (baca Kol. 1:20-22). Oleh karena itu, berhenti memohon ampun kepada Tuhan atas dosa anda setiap kali anda berdoa. Kalau anda berbuat salah, bertobat, minta ampun dan terima pengampunan dengan iman, dan berhenti hidup dalam kesalahan anda. Berhenti menyebut diri anda tidak layak karena itu adalah penghujatan di telinga Tuhan. Kalau anda seorang Kristen lahir baru, anda memiliki awal yang sempurna dengan Tuhan untuk menerima seperti seorang anak dan hidup seperti seorang raja di bumi.

Warisan Kita

Ada orang yang mungkin berkata, “Saya telah lahir baru untuk beberapa waktu, tetapi mengapa saya masih terjerat hutang? Saya masih menderita dari penyakit masa kecil saya, asma. Suami saya belum menemukan pekerjaan yang baik. Anak-anak saya terlibat dalam narkoba?” Saudara yang terkasih, kalau pada kenyataannya anda belum memiliki apa yang seharusnya anda miliki, itu tidak berarti Tuhan pendusta. Tetapi, itu hanya menunjukkan bahwa anda tidak tahu apa yang anda telah warisi dalam Kristus Yesus. Dan oleh karenanya anda tidak bisa mengambil dan menerima warisan anda itu.

Anda lihat itu, di alam natural kalau anda tidak tahu apa warisan anda, anda tidak mungkin mengambil dan memilikinya. Meskipun anda tahu bahwa anda mewarisi sesuatu dari seseorang, anda tidak bisa menerimanya kecuali anda tahu kemana harus pergi untuk mengambil dan bagaimana prosedur yang benar untuk mengambilnya. Hal yang juga berlaku di alam roh.

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris... bersama-sama dengan Kristus” (Rom. 8:15-17). Firman berkata bahwa kita adalah ahli waris bersama-sama dengan Kristus. Itu dahsyat! Berarti apapun yang Yesus miliki adalah milik kita juga. Yesus tidak memilikinya lebih dari pada yang bisa kita miliki. Kita memiliki akses yang sama dengan Yesus untuk memiliki warisan itu. Puji Tuhan!

Sebagai seorang anak, sikap kita seharusnya tidak seperti seorang hamba yang bekerja bagi tuannya agar tuannya senang dan memberinya upah. Sebagai seorang anak, sikap kita seharusnya mencari tahu apa yang kita dapatkan sebagai seorang anak dan belajar menerima seperti seorang anak. Ingat bahwa kita telah satu rumah dengan Allah Bapa di dalam kerajaan Yesus (baca Kol. 1:13). Terima segala sesuatu yang Tuhan telah sediakan di dalam kerajaan itu seperti layaknya seorang anak. Jangan kita berlaku bodoh seperti anak sulung di perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15. Bapak anak itu, yang adalah gambaran Allah Bapa, menegur anak sulung itu demikian, “Anakku, engkau selalu bersama-sama

Sebelum Yesus terangkat untuk berada bersama-sama dengan Bapa Ia berkata, “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (Mat. 28:18). Bayangkan itu, Allah Bapa memberikan semua kuasa yang pernah ada di sorga dan di bumi kepada Yesus. Kalau Yesus diberikan semua kuasa di sorga dan di bumi, maka sebagai ahli waris bersama-sama dengan Kristus kita juga mewarisi kuasa yang sama. Wow, itu cukup untuk bersorak-sorai sekuat tenaga kita! Puji Tuhan!

Firman berkata bahwa kita telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan kedalam kerajaan Tuhan (baca Kol. 1:13); Kristus telah menebus kita dari segala maca kutuk melalui salib (baca Gal. 3:13-14); dan kita telah dikaruniakan semua berkat rohani di sorga dalam Kristus (baca Ef. 1:3). Semuanya itu kelihatannya dan kedengarannya terlalu indah untuk menjadi kebenaran. Tetapi Firman Tuhan adalah kebenaran, jadi itu pastinya benar. Tetapi mengapa hidup kita tidak seperti apa kata Tuhan? Dimana salahnya? Bagaimana caranya membuat Firman Tuhan nyata dalam kehidupan kita? 

Iman adalah Koneksinya

Kita menerima janji-janji  Tuhan dengan iman. Kita diselamatkan dengan iman. Kita disembuhkan dengan iman. Kita makmur dengan iman. Kita dilepaskan dari kesulitan dengan iman. Bagaimana iman menjadi penghubung ke alam nyata? Di artikel berikutnya kita akan mempelajari hal ini lebih lanjut.