Banyak
orang Kristen bermasalah dalam menerima dari Tuhan. Mereka gagal untuk
menerima kesembuhan. Mereka gagal untuk menerima kemakmuran. Mereka gagal
untuk menerima promosi di kantor atau dalam pelayanan. Kebanyakan orang
gagal untuk menerima dari Tuhan karena mereka gagal untuk percaya Firman
Tuhan dan mereka gagal melaksanakan Firman Tuhan. Mereka sulit percaya
kepada Tuhan mengenai kesembuhan, uang, calon pasangan hidup, anak,
promosi, dsb. Kalau anda berada di posisi itu saat ini, teruskan bacaan
ini karena Firman Tuhan akan membebaskan anda dari kegagalan anda untuk
menerima.
Jangan
malu atas kondisi anda sekarang. Dimanapun anda berada dalam kehidupan
ini, itu adalah tempat yang baik untuk hidup dengan iman dan menerima dari
Tuhan. Waktunya tidak pernah lebih tepat lagi dari pada SEKARANG. Kalau
saja anda menyerahkan hidup anda kepada Tuhan, sepenuhnya berserah
kepadaNya, Ia akan melakukan perkara-perkara besar atas namamu dan
membereskan hal-hal agar sesuai dengan standar kehidupanNya, yaitu hidup
yang berkelimpahan.
Ketika
saya masih di Sekolah Menengah Utama, saya ingin belajar Teologi karena
saya ingin mengenal Tuhan. Tetapi kemudian saya lihat para hamba Tuhan
yang hidupnya pas-pasan. Pendeta-pendeta dari denominasi gereja asal saya,
kebanyakan dari mereka hidupnya menyedihkan (sebagian dari mereka masih
hidup seperti itu hingga sekarang). Dan karena keluarga saya bukan
keluarga kaya, saya jadi takut jika harus menghabiskan hidup saya dengan
hidup yang minim. Jadi, saya mundur dan malah mengejar uang (yang
sesungguhnya adalah keputusan yang bodoh!). Tetapi sekarang setelah saya
menjadi anak Tuhan yang lahir baru, saya tahu bahwa bukanlah salah Tuhan
para pendeta itu hidup seperti itu. Mereka seharusnya bisa hidup sangat
memadai dan menikmati keKristenan mereka dengan hidup dalam kemakmuran dan
kesehatan yang baik kalau saja mereka tahu caranya. Sekarang, kita cari
tahu bagaimana caranya.
Kebanyakan
orang sangat menyadari kondisinya yang berdosa. Yang mereka pikirkan
adalah betapa berdosanya mereka sehingga mereka menjadi tidak layak untuk
mendekati Tuhan. Mereka begitu terpaku kepada “dosa” mereka sehingga
mereka selalu memohon pengampunan dari Tuhan dalam doa mereka. Banyak dari
mereka yang begitu otomatis untuk memohon ampun sehingga mereka tidak
menyadari bahwa mereka mengatakannya dalam doa-doa mereka. Mereka begitu
takut kalau mereka akan berdosa di luar kesadaran mereka dan akan membuat
Tuhan marah dan menghajar mereka dengan sakit penyakit, kemiskinan, atau
bencana. Dulu saya begitu.
Mari
kita luruskan hal ini untuk selama-lamanya. Pertama-tama, “Karena begitu
besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya
yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Tuhan mengasihi anda
dan saya karena Ia adalah kasih (1 Yoh. 4:8,16). Tuhan tidak bisa berbuat
apa-apa kecuali mengasihi anda dan saya tanpa terkecuali. Kedua, Yakobus
1:17 berkata, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang
sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya
tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Tuhan hanya
memberikan apa yang baik dan sempurna. Ia melakukan hal itu dari dunia
diciptakan dan Ia tidak berubah.
Kalau
semua hal yang baik dan sempurna berasal dari Tuhan, itu berarti semua
yang tidak baik dan tidak sempurna bukan berasal dari Tuhan. Kalau itu
tidak berasal dari Tuhan, berarti iblis lah sumbernya. Apakah anda
menganggap sakit penyakit, kemiskinan, dan bencana baik dan sempurna? Atau
anda menganggapnya buruk dan tidak sempurna? Kalau sakit penyakit berasal
dari Tuhan, mengapa anda berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan? Kalau
benar Tuhan yang menghendaki anda kehilangan andak, mengapa anda menangis
sewaktu anak anda meninggal? Seharusnya khan anda berlompatan dan
bersorak-sorai sewaktu hal itu terjadi karena anda berada dalam kehendak
Tuhan. Kalau Tuhan yang mengirimkan bencana kepada anda agar anda menjadi
lebih dekat kepadaNya, mengapa anda berdoa untuk dilepaskan dari bencana?
Seharusnya anda biarkan saja bencana datang silih berganti agar anda
menjadi lebih dekat kepada Tuhan.
Marilah
kita bangkit dari ketidaktahuan kita. Tidak pernah Tuhan berkehendak agar
seseorang kehilangan sesuatu. Kalau pernah Tuhan berkehendak demikian,
lalu mengapa Yesus melayani orang sakit dan menyembuhkan mereka? Mengapa
Yesus repot-repot membangkitkan Lazarus dari mati kalau itu adalah
kehendak Tuhan bagi Maria dan Marta untuk kehilangan saudara lelaki
mereka? Kalau Tuhan berkehendak agar orang-orang sakit atau mati muda,
maka sesungguhnya Yesus bekerja melawan Allah Bapa dengan menyembuhkan
orang sakit dan membangkitkan yang mati. Tetapi kita tahu bahwa Yesus
menyenangkan hati Bapa ketika Ia melakukan semuanya itu. Ingat apa yang
Yesus katakana ketika Ia berdiri di depan kubur Lazarus? Ia berkata,
“Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: Bapa, Aku mengucap syukur
kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau
selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di
sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa
Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 11:41-42). Jika Allah Bapa
selalu mendengarkan Yesus ketika Ia menyembuhkan yang sakit dan
membangkitkan yang mati, pastinya yang Yesus kerjakan menyenangkan hati
Bapa. Jadi, Tuhan tidak pernah menginginkan anda sakit dan mati muda sama
seperti Ia tidak pernah menginginkan anda untuk miskin.
Seseorang
mungkin berkata, “Tetapi saya telah melakukan hal-hal yang memalukan di
masa lalu. Saya melakukan ini, itu, dan semuanya. Saya disebut seorang
pendosa besar.” Ya, ini adalah kabar sempurna bagi anda. Tidak ada yang
namanya pendosa besar atau kecil. Di hadapan Allah, kalau anda belum lahir
baru, anda adalah seorang pendosa. Ia tidak peduli apakah anda dulu
seorang pelacur. Ia tidak peduli apakah anda dulu seorang homoseksual. Ia
tidak peduli apakah anda pernah membunuh orang. Ia tidak peduli apakah
anda dulu hanya mengaku “Kristen” dengan mulut tetapi tidak percaya
dalam hati. KasihNya terlalu besar untuk menanggung segalanya itu (baca 1
Kor. 13). Ketika anda membalikkan hati anda kepada Tuhan dan percaya Yesus
adalah Anak Allah dan membuatNya sebagai Tuhan, anda dibersihkan oleh
darah Yesus dan dibuatnya sempurna secara rohani dalam Kristus Yesus (baca
Yeh. 36:26-27; Ef. 2:10; Ef. 5:26-27).
“Terpujilah
Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah
mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di
dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita
kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita
dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya sesuai dengan
kerelaan kehendakNya, supaya terpujilah kasih karuniaNya yang mulia, yang
dikaruniakanNya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihiNya. Sebab di dalam
Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa
menurut kekayaan kasih karuniaNya” (Ef. 1:3-7).
Lihatlah
litu! Kita diadopsi sebagai anak-anak Tuhan melalui Yesus Kristus (ayat
5). Mengapa? Karena Ia mengasihi kita dan itu sesuai dengan kerelaan
kehendakNya. Kita diadopsi sebagai anak-anak Tuhan melalui Yesus Kristus
bukan karena apa yang kita lakukan, tetapi karena Ia mau mengadopsi kita
sebagai anak-anakNya sendiri melalui AnakNya. Apapun yang kita lakukan
tidak akan membuat kita diadopsi Tuhan sebagai anak-anakNya. Apapun yang
lakukan tidak akan membuat kita benar dihadapan Tuhan. Kebenaran kita
berasal dari Tuhan dan kita terima melalui iman (baca Rom. 3:22; Gal. 3:6;
Fil. 3:9). Dan kita juga menerima pengampunan atas dosa-dosa kita dengan
iman dalam Kristus Yesus seturut dengan kasih karuniaNya, bukan karena
perbuatan kita (baca Rom. 4:22). “Jika demikian, apakah dasarnya untuk
bermegah? Tidak ada! Berdasarkan hukum apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak,
melainkan berdasarkan hukum iman!” (Rom. 3:27-28, King James Version).
Tidak
ada peraturan agama dan ritual rohani yang bisa membuat kita kudus dan
benar dihadapan Tuhan. Hanya iman kita dalam Kristus Yesus yang akan
membuat kita tidak bercacat dihadapan Tuhan. Renungkan hal ini dan jangan
lagi bergumul mengenai hal ini. Jika anda seorang Kristen lahir baru, anda
sesungguhnya sempurna dan tidak bercacat dihadapan Tuhan dan anda secara
hukum telah diadopsi sebagai anak Tuhan melalui Yesus Kristus (baca Kol.
1:20-22). Oleh karena itu, berhenti memohon ampun kepada Tuhan atas dosa
anda setiap kali anda berdoa. Kalau anda berbuat salah, bertobat, minta
ampun dan terima pengampunan dengan iman, dan berhenti hidup dalam
kesalahan anda. Berhenti menyebut diri anda tidak layak karena itu adalah
penghujatan di telinga Tuhan. Kalau anda seorang Kristen lahir baru, anda
memiliki awal yang sempurna dengan Tuhan untuk menerima seperti seorang
anak dan hidup seperti seorang raja di bumi.
Ada
orang yang mungkin berkata, “Saya telah lahir baru untuk beberapa waktu,
tetapi mengapa saya masih terjerat hutang? Saya masih menderita dari
penyakit masa kecil saya, asma. Suami saya belum menemukan pekerjaan yang
baik. Anak-anak saya terlibat dalam narkoba?” Saudara yang terkasih,
kalau pada kenyataannya anda belum memiliki apa yang seharusnya anda
miliki, itu tidak berarti Tuhan pendusta. Tetapi, itu hanya menunjukkan
bahwa anda tidak tahu apa yang anda telah warisi dalam Kristus Yesus. Dan
oleh karenanya anda tidak bisa mengambil dan menerima warisan anda itu.
Anda
lihat itu, di alam natural kalau anda tidak tahu apa warisan anda, anda
tidak mungkin mengambil dan memilikinya. Meskipun anda tahu bahwa anda
mewarisi sesuatu dari seseorang, anda tidak bisa menerimanya kecuali anda
tahu kemana harus pergi untuk mengambil dan bagaimana prosedur yang benar
untuk mengambilnya. Hal yang juga berlaku di alam roh.
“Sebab
kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi,
tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh
itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama
dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah
anak, maka kita juga adalah ahli waris... bersama-sama dengan Kristus”
(Rom. 8:15-17). Firman berkata bahwa kita adalah ahli waris bersama-sama
dengan Kristus. Itu dahsyat! Berarti apapun yang Yesus miliki adalah milik
kita juga. Yesus tidak memilikinya lebih dari pada yang bisa kita miliki.
Kita memiliki akses yang sama dengan Yesus untuk memiliki warisan itu.
Puji Tuhan!
Sebagai
seorang anak, sikap kita seharusnya tidak seperti seorang hamba yang
bekerja bagi tuannya agar tuannya senang dan memberinya upah. Sebagai
seorang anak, sikap kita seharusnya mencari tahu apa yang kita dapatkan
sebagai seorang anak dan belajar menerima seperti seorang anak. Ingat
bahwa kita telah satu rumah dengan Allah Bapa di dalam kerajaan Yesus
(baca Kol. 1:13). Terima segala sesuatu yang Tuhan telah sediakan di dalam
kerajaan itu seperti layaknya seorang anak. Jangan kita berlaku bodoh
seperti anak sulung di perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15. Bapak
anak itu, yang adalah gambaran Allah Bapa, menegur anak sulung itu
demikian, “Anakku, engkau selalu bersama-sama
Sebelum
Yesus terangkat untuk berada bersama-sama dengan Bapa Ia berkata,
“KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (Mat.
28:18). Bayangkan itu, Allah Bapa memberikan semua kuasa yang pernah ada
di sorga dan di bumi kepada Yesus. Kalau Yesus diberikan semua kuasa di
sorga dan di bumi, maka sebagai ahli waris bersama-sama dengan Kristus
kita juga mewarisi kuasa yang sama. Wow, itu cukup untuk bersorak-sorai
sekuat tenaga kita! Puji Tuhan!
Firman
berkata bahwa kita telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan
kedalam kerajaan Tuhan (baca Kol. 1:13); Kristus telah menebus kita dari
segala maca kutuk melalui salib (baca Gal. 3:13-14); dan kita telah
dikaruniakan semua berkat rohani di sorga dalam Kristus (baca Ef. 1:3).
Semuanya itu kelihatannya dan kedengarannya terlalu indah untuk menjadi
kebenaran. Tetapi Firman Tuhan adalah kebenaran, jadi itu pastinya benar.
Tetapi mengapa hidup kita tidak seperti apa kata Tuhan? Dimana salahnya?
Bagaimana caranya membuat Firman Tuhan nyata dalam kehidupan kita?
Kita menerima janji-janji Tuhan dengan iman. Kita diselamatkan dengan iman. Kita disembuhkan dengan iman. Kita makmur dengan iman. Kita dilepaskan dari kesulitan dengan iman. Bagaimana iman menjadi penghubung ke alam nyata? Di artikel berikutnya kita akan mempelajari hal ini lebih lanjut.