Penuhi Takdir Anda

Oleh Maggy Horhoruw

Apakah takdir? Takdir, menurut pendapat banyak orang, adalah garis nasib yang telah ditentukan Tuhan untuk kita lalui—Tuhan tidak peduli apakah kita mau atau tidak mau, pokoknya kita harus melaluinya. Takdir, lagi-lagi menurut pendapat banyak orang, adalah garis nasib yang Tuhan tentukan bagi seseorang dan hal itu pasti terjadi meskipun Tuhan harus membawa “petaka” bagi kita agar hal itu terjadi.

Mari kita lihat apa arti takdir menurut Alkitab. Firman Tuhan di Efesus 2:10 berkata, Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Terjemahan The Amplified Bible dari Efesus 2:10 mengatakan, Karena kita ini buatan tangan Tuhan [sendiri], diciptakan kembali dalam Kristus Yesus, [dilahirkan kembali] agar kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang Tuhan telah tetapkan (rencanakan) sebelumnya bagi kita [untuk mengambil jalan-jalan yang telah Dia persiapkan sebelumnya], supaya kita hidup di dalamnya [menjalani hidup yang baik yang telah Dia atur dan persiapkan bagi kita].

Yang Tuhan telah sediakan buat kita adalah sesuatu yang baik. Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, dari Bapa segala terang... (Yak. 1:17). Jika anda membaca Yakobus 1:1-18 maka anda akan mengerti bahwa Yakobus sedang mengajarkan bahwa pencobaan itu tidak berasal dari Tuhan karena Tuhan hanya memberikan yang baik dan sempurna. Kalau Tuhan hanya memberikan yang baik dan sempurna, berarti takdir, atau jalan hidup, atau garis nasib yang telah Dia tentukan bagi kita pastinya juga baik dan sempurna.

Efesus 1:3-4 berkata, Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Takdir kita adalah untuk kudus dan tak bercacat di hadapanNya serta berkelimpahan berkat rohani.

Kemudian Yeremia 29:11 mengatakan bahwa Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh pengharapan.

Jika rancanganNya adalah penuh damai sejahtera dan memberikan pengharapan, berarti Tuhan tidak akan memberikan kita petaka. Malapetaka tidak memberi damai sejahtera dan tidak memberi pengharapan, dan oleh karena itu pastilah bukan berasal dari Tuhan. Kalau begitu, siapa yang memberi malapetaka itu? Siapa lagi kalau bukan Iblis yang selalu datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh. 10:10).

Tuhan telah menyiapkan bagi kita sebuah jalan kehidupan yang baik dan Dia hanya menunggu kita untuk menjalaninya (baca kembali Ef. 2:10). Oleh sebab itu jangan heran kalau Tuhan Yesus menyuruh kita untuk tidak kuatir barang sedikit pun mengenai kebutuhan hidup kita sebab jika kita carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat. 6:25-34). Yesus juga menegaskan bahwa Dia datang ke dunia agar kita dapat memiliki hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10).

Firman Tuhan juga berkata bahwa, Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh (1 Ptr. 2:24). Sakit penyakit adalah akibat dosa. Dan jika anda telah percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, maka anda seharusnya tidak perlu sakit karena bilur-bilur Yesus di kayu salib sudah menyembuhkan anda.

Itulah sebagian firman Tuhan yang menyatakan apa takdir kita dalam Kristus Yesus. Kita seharusnya hidup tidak kekurangan, memiliki kesehatan prima, dan selalu berhasil. Kita seharusnya menjalani sebuah kehidupan yang hanya berisikan hal-hal yang baik dan sempurna.

Kalau Tuhan sudah menyiapkan takdir yang baik bagi kita, lalu mengapa kehidupan kita belum seindah yang kita harapkan? Apakah itu berarti Tuhan sudah tidak sayang lagi kepada kita? Apakah itu berarti Tuhan sedang menghukum kita karena kesalahan kita di masa lalu?

Bila kehidupan kita saat ini sedang tidak baik, itu tidak berarti Tuhan tidak mengasihi kita lagi karena Dia adalah kasih (1 Yoh. 4:16). Juga tidak mungkin Tuhan sedang menghukum kita karena Dia bilang tidak akan ada lagi penghukuman bagi orang percaya (Rm. 8:1-2).

Lalu siapa yang membuat hidup kita tidak baik? “Iblis!!” Betul sekali tebakan anda. Tetapi siapa yang membantu iblis dan antek-anteknya untuk berhasil mencuri, membunuh dan membinasakan dalam hidup kita? Anda! “Lho, mana mungkin saya membantu iblis untuk menghancurkan hidup saya sendiri,” ini pasti yang anda pikirkan. Saya dulu juga berpikiran begitu. Sekarang kita lihat apa yang Firman Tuhan katakan mengenai peran kita dalam kehidupan kita sendiri.

Otoritas Orang Percaya

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan (Kej. 1:26). Kita diberikan kebebasan untuk berkehendak dan memilih selama kita hidup. Lihat Adam di taman Eden. Tuhan memberitahukan kepada Adam apa yang tidak boleh dimakan olehnya (hanya buah dari satu pohon saja!) sementara yang lainnya dapat ia kelola dan kerjakan semaunya (Kej. 2:15).

Tetapi apa yang terjadi kemudian? Adam dengan sukarela memakan buah yang terlarang itu bersama-sama istrinya (Kej. 3:6). Menurut anda dimana Tuhan saat itu? Apakah saat itu Tuhan sedang tidak memperhatikan manusia sehingga tidak tahu kalau Adam dan Hawa sedang digoda iblis? Tentu saja tidak. Tuhan tahu persis apa yang sedang terjadi di taman itu karena mataNya selalu tertuju kepada orang benar (baca 2 Taw. 16:9; Mzm. 33:18; 1 Ptr. 3:12; Ams. 14:3).

Saat Hawa digoda oleh iblis, Adam sedang bersama-sama dengannya. Adam bukannya sedang di kamar kecil sehingga tidak bisa mendengar dan melihat apa yang terjadi di ruang tamu. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya (Kej. 3:6). Adam berada di dekat Hawa ketika Hawa dicobai oleh iblis. Adam mendengar semua percakapan yang terjadi antara iblis dan istrinya karena ia bersama-sama dengan istrinya.

Lalu mengapa Tuhan tidak mencegah Hawa dan Adam untuk memakan buah terlarang itu? Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka memutuskan untuk menaati suara iblis dari pada perintah Tuhan. Jika saat itu Adam memakai otoritasnya sebagai pengelola taman itu dan mengusir iblis, iblis tidak mungkin menolak karena Adam lebih berhak memerintah di taman itu (Kej. 2:15). Apapun yang Adam katakan terjadi (Kej. 2:19-20).

Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah manusia sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan (Mzm. 8:6-9).

Adam diberi otoritas penuh oleh Tuhan untuk menjadi tuhan atas segala ciptaanNya. Ketika mencobai Hawa, Iblis saat itu merasuki ular. Ular adalah ciptaan Tuhan dan Adam telah dibuat berkuasa atas segala ciptaanNya. Kalau Adam menghardik ular dan menyuruhnya menutup mulut serta pergi, ular itu harus menaati Adam.

Otoritas yang sama masih tetap ada pada manusia, baik ia sudah lahir baru maupun belum lahir baru. Manusia bisa menolak iblis dan manusia juga bisa menolak Tuhan. Manusia bisa menolak Tuhan dengan perkataannya maupun dengan perbuatannya. Lihat Adam, ia menolak perintah Tuhan tanpa berkata-kata--dia hanya melakukan perbuatan yang melanggar perintahNya.

Pilihan Yang Menentukan

Mengapa Tuhan “tega” membiarkan umatNya jatuh ke dalam dosa? Kalau kita teliti membaca Firman Tuhan, maka kita akan menyadari bahwa sejak awal Tuhan menginginkan umatNya memilih untuk taat kepadaNya. Kalau tidak, Tuhan pastinya tidak akan membiarkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat tumbuh di tengah-tengah taman tanpa penjagaan yang ketat dari para malaikat. Atau, lebih ekstrim lagi, Tuhan sebenarnya tidak perlu menumbuhkan pohon itu di taman Eden biar tidak merepotkan semua pihak.

Pendapat yang mengatakan bahwa “kehendak Tuhan itu pasti terjadi dalam hidup kita” adalah salah. Malahan Tuhan berkata apa yang manusia rencanakan (atau kehendaki) akan terlaksana (baca Kej. 11:6; Yoh. 15:7). Jatuhnya manusia ke dalam dosa bukanlah kehendak Tuhan. Manusia jatuh ke dalam dosa karena pilihannya sendiri.

Kisah manusia jatuh ke dalam dosa merupakan bukti bahwa Tuhan hanya bisa berkuasa atas kehidupan kita kalau kita menuruti firmanNya. Kalau kita tidak menaati firmanNya, Tuhan tidak bisa berkuasa atas kehidupan kita. Dan kalau Tuhan tidak berkuasa, berarti iblis yang berkuasa atas kehidupan kita. Meskipun anda bukan penyembah berhala atau pengikut ajaran ilmu hitam, kalau anda tidak menaati firman Tuhan berarti hidup anda diatur oleh iblis.

Di dunia ini hanya ada dua kekuatan yang bekerja: yang satu berasal dari Tuhan dan yang lain berasal dari iblis. Kekuatan pertama bekerja berdasarkan hukum Roh yang memberi hidup dalam Kristus Yesus dan yang kedua bekerja berdasarkan hukum dosa dan maut (Rm. 8:2). Bila kita hidup berdasarkan hukum Roh yang memberi hidup dalam Kristus Yesus maka kita akan terbebas dari hukum dosa dan maut. Akan tetapi itu tidak berarti hukum dosa dan hukum maut itu hilang begitu kita lahir baru.

Sejak di taman Eden manusia sudah diperhadapkan dengan pilihan, yaitu kehidupan atau kematian. Memilih untuk memakan buah dari pohon yang terlarang atau tidak memakan. Sayang sekali Adam memilih kematian dari pada kehidupan. Pilihan yang sama juga diberikan kepada bangsa Israel melalui Musa.

Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu; (Ul. 28: 1-2). Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau: (Ul. 28:15).

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan (Ul. 30:15). Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu. (Ul. 30:19).

Tuhan menjelaskan bahwa ada pilihan dalam kehidupan yang harus kita ambil. Tuhan mau kita memilih hidup berkelimpahan berkat dengan jalan menaati firmanNya. Mengapa? Karena dalam firmanNya ada jalan kehidupan yang baik yang sudah Dia tetapkan sebelum dunia dijadikan (Ef. 1:3; Ef. 2:10).

Penuhi Takdir Anda

Karena kita ini buatan tangan Tuhan [sendiri], diciptakan kembali dalam Kristus Yesus, [dilahirkan kembali] agar kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang Tuhan telah tetapkan (rencanakan) sebelumnya bagi kita [untuk mengambil jalan-jalan yang telah Dia persiapkan sebelumnya], supaya kita hidup di dalamnya [menjalani hidup yang baik yang telah Dia atur dan persiapkan bagi kita] (Ef. 2:10, The Amplified Bible).

Tuhan telah menyediakan buat kita jalan-jalan untuk mendapatkan kehidupan yang baik sebelum dunia dijadikan. Kalau jalan-jalan itu sudah tersedia, berarti kita hanya perlu tahu apa jalan-jalan itu.

Pada saat anda lahir baru, mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Tuhan telah mengirimkan Roh Kudus untuk menetap di dalam hati kita.

Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita (1 Kor. 2:7, 9-10, 12).

Roh Kudus adalah salah satu pemberian yang terdahsyat yang Tuhan berikan kepada kita. Akan tetapi banyak orang Kristen yang tidak pernah tahu bahwa Roh Kudus itu dapat dan perlu diajak berbicara. Mengapa? Agar Dia dapat menyatakan hal-hal yang tersembunyi dan rahasia yang Tuhan telah sediakan bagi kemuliaan kita sebelum dunia dijadikan. Apakah hal-hal itu termasuk jalan kehidupan yang baik yang dikatakan dalam Efesus 2:10? Tentu saja!

Begitu banyak orang Kristen yang menjalani kehidupan yang sama dengan orang yang tidak mengenal Yesus, hanya karena mereka tidak tahu apa yang Tuhan sudah sediakan bagi mereka. Tahu saja tidak apalagi menerima. Ada sebagian lain yang tahu apa yang Tuhan sediakan bagi umatNya dalam Kristus Yesus tetapi tidak bisa menerima, jadi hidupnya sama saja seperti orang yang tidak mengenal Yesus.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat. 6: 33).

Karena kuasa ilahiNya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib (2 Ptr. 1:3).

Tuhan Yesus menyuruh kita mencari tahu mengenai kerajaanNya dan kebenarannya agar semua yang kita butuhkan, semua yang Tuhan sudah sediakan bagi kita dapat ditambahkan kepada kita (Mat. 6:33).

Tuhan juga berfirman bahwa oleh kuasaNya, sesuai dengan pengenalan kita akan Dia, Tuhan telah menganugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup (2 Ptr. 1:3).

FirmanNya juga berkata bahwa Dia mengirimkan firmanNya untuk menyembuhkan kita (Mzm. 107:20; Ams. 4:22).

Berarti pengenalan akan Tuhan melalui firmanNya sangat penting bagi kita untuk mengetahui jalan kehidupan yang baik, yang tidak berkekurangan, serta tanpa penyakit.

Amsal 1-4 banyak berbicara mengenai pentingnya mendapatkan hikmat Tuhan dan pengertian. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik (Ams. 2: 9).

Untuk memenuhi takdir kita, tidak ada jalan lain kecuali kita memperbaharui pikiran dengan firman Tuhan agar kita tahu mana jalan yang sudah Tuhan siapkan buat kita (Rm. 12:2).