Masih
terlalu banyak orang yang mengaku percaya pada Kristus yang masih terus
meminta kepada Tuhan dan masih berusaha mendapat-kan sesuatu yang sebetulnya
telah mereka miliki.
Perbuatan-perbuatan anda
tidak dapat mengubah siapa anda!
Tetapi jika anda tahu siapa anda sebenarnya maka hal itu akan dapat
mengubah tindakan anda!
Kitab Amsal penuh terisi
dengan nasihat-nasihat, yang bilamana diteliti akan menjauhkan kita dari
pelbagai kerusakan, kerugian, kehancuran dan kebinasaan.
Di Amsal 4, kita
dinasihati untuk mencari hikmat. Pada ayat 5, Peroleh hikmat, perolehlah pengertian.
Ayat 7, Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang
kauperoleh perolehlah pengertian. Kita
dianjurkan untuk mencari hikmat dan setelah itu mencari pengertiannya. Jika
an-da dan saya dianjurkan untuk memperolehnya, berarti kita bi-sa
mendapatkannya—dan yang pasti hikmat dan pengertian itu tersedia, bukan?
Dari ayat yang kita
baca, apakah hikmat dan pengertian itu tersedia bagi siapa saja (termasuk anda
dan saya), atau itu hanya tersedia untuk orang-orang tertentu? Apakah itu
ter-sedia hanya untuk mereka yang telah melayani Tuhan?
Saya percaya, Alkitab ditulis dan diperuntukkan bagi siapa saja yang
membacanya.
Beranjak dari titik ini,
mari kita cari Firman, yaitu hikmat, dan kita cari pengertiannya tentang siapa
Yesus sebenarnya. Apa yang telah
Dia kerjakan ba-gi kita? Dimana
Yesus berada sekarang? Dan apa yang
Yesus kerjakan saat ini? Siapa kita
di dalam Yesus? Apa hak dan
kewajiban kita sebagai anak dan ahli waris?
Saya tidak mencoba
memberikan penjelasan menurut pengetahuan pikiran (sense knowledge),
karena bertahun-tahun itu yang terus dikonsumsi oleh jiwa kita.
Tetapi kita akan melihat jawaban dari apa yang diilhami oleh Roh Kudus, hikmat
Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah
disediakan Allah bagi kemuliaan kita (anda dan saya) (1 Korintus 2:7).
“Sudah selesai”,
adalah perkataan Yesus yang terakhir, sebelum Ia menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes
19:30). Semua telah dikerjakan
olehNya, Ia telah menjalani kehidupan sebagai manusia seutuhnya, telah
melepaskan ke-Allah-anNya, mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa
seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:7).
Banyak orang masih rancu
mengenai kejadian ini. Waktu Yesus
hidup di dunia selama 33 tahun lebih, Dia adalah seratus persen manusia, seperti
anda dan saya! Sehingga setiap
perlakuan yang dialami selama itu, apakah itu berupa penganiayaan, penyesahan,
diolok-olok, dimusuhi, dikatakan kurang waras, dan merasa ketakutan waktu
harus menghadapi kematianpun dilaluiNya. Dia meneri-manya sama seperti yang di
alami oleh orang percaya di akhir zaman ini.
Tidak lebih, tidak kurang. Kenapa
saya katakan begitu?
Lihat yang tertulis
dalam buku Ibrani 2:14-15,18: Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari
darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian
dalam keadaan mereka, supaya oleh ke-matian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu iblis,
yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka
yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut...
Sebab oleh karena Ia sendiri te-lah menderita karena pencoba-an, maka Ia dapat
menolong mereka yang dicobai.
Yesus telah memusnahkan
iblis, dia yang dahulu mempunyai kuasa atas maut, sekarang tidak punya kuasa
lagi! Oleh karena itu setiap orang
yang percaya kepada Yesus, tidak perlu lagi takut kepada kematian. Oleh karena
Yesus telah melewatinya dan mengalahkan maut itu. Sehingga saat ini dengan
berani kita bisa katakan, Hai maut di manakah kemenanganmu?
Hai maut, di manakah sengatmu? (1
Korintus 15:55).
Setelah kebangkitanNya,
Dia naik ke surga, duduk di sebelah kanan Yang Maha Besar, di tempat yang tinggi
(Ibrani 1:3). Ia menjadi Imam Besar
atas pengakuan kita (Ibrani 3:1, King James Version).
Saya ulangi: bahwa sekarang Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa,
menjadi Imam Besar atas pengakuan kita.
Tugas Imam Besar, hanya membawakan pengakuan seseorang yang sesuai
kehendakNya, yaitu FirmanNya, kepada Allah Bapa (Yeremia 1:12).
Sekarang tergantung apa pengakuan anda, bukan?
Jika anda tidak tahu siapa anda di dalam Yesus Kristus, apa yang mau anda
akui? Tidak heran, jika banyak
orang percaya yang masih meminta-minta, masih berusaha mewujudkan segala sesuatu
yang sudah selesai dikerjakan oleh Yesus di atas kayu salib bagi mereka.
Supaya hati mereka
terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala
kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,
sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harga hikmat dan pengetahuan
(Kolose 2:2-3).
Dengan sederhana dapat
saya jabarkan ayat tersebut sebagai berikut: jika mereka (anda dan saya) bersatu
dalam kasih (yaitu Tuhan), mereka (anda dan saya) akan mendapat semua kekayaan
dan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus (Yang DiUrapi
dengan urapanNya), sebab di dalam urapanNya ter-sembunyi segala harta hikmat dan
pengetahuan.
Luar biasa, rahasia
Allah itu adalah Kristus, rahasia Allah itu adalah UrapanNya.
Dan Tuhan menyembunyikan harta karunNya, yaitu harta hikmat dan
pengetahuan, di dalam UrapanNya. Urapan
Yesus sudah ada di dalam anda dan saya (1 Yohanes 2:27), dapatkah anda mengerti
itu? Karena sifatnya seperti harta karun, makanya kita harus
menggalinya caranya dengan menyediakan waktu merenung-kan dan meditasi
firmanNya, bersekutu dengan Roh Kudus, memuji dan berkata-kata dalam bahasa roh,
dan terima dengan iman, hikmat, pengertian dan pengetahuan dari dalam hati anda.
Jika anda tinggal di
dalam Kristus (Yang di Urapi dengan urapanNya) anda sudah utuh.
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan
ke-Allahan, dan
kamu telah dipenuhi di dalam Dia (Kolose 2:9-10). Kita telah kepenuhan, dan kalau terus diisi, hasilnya adalah
berlimpah-limpah, tepat seperti apa yang Yesus katakan,
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam
segala kelimpahan (Yohanes 10:10).
Saya percaya, jika anda
membaca artikel ini dengan hati nuranimu, anda akan berhenti meminta-minta atau
mengeluh terus karena apa yang anda minta belum anda terima. Camkan: anda telah
penuh, anda adalah utuh. Pengertian
ini akan membuat kita berkata kepada Tuhan, bahwa kami tidak membutuhkan apa-apa
Tuhan, karena semuanya telah Engkau sediakan (Mazmur 23:1, King James Version).
Sungguh kami bangga mempunyai Bapa seperti Engkau, Bapa yang
sangat-sangat memperhatikan segala kebutuhan anak-anakNya.
Jika saat ini anda belum
menikah, di dalam Kristus anda utuh. Jika anda telah menikah dan mempunyai
keluarga, anda pun utuh di dalamNya. Jika anda seorang anak, anda pun utuh di
dalamNya. Dan apabila anda seorang
janda ataupun duda, anda pun utuh. Dimana
anda berada, apakah di kota besar, atau dusun terpencil sekalipun, ingat ini,
anda utuh di dalam Dia. Hanya di
dalam Kristus anda bisa utuh. Di
luar Dia, anda pasti kekurangan.
Daftar dibawah ini,
adalah sebagian hadiah yang telah diberi-kan oleh Allah Bapa kepada
anak-anakNya, yaitu anda dan saya, hadiah yang hanya kita bisa dapatkan, jika
kita berada di dalam Kristus.
Anda tidak perlu
meminta-minta kasih karunia (yaitu: kemampuan Allah yang mengatasi
ketidak-mampuan manusia) untuk menghadapi masalah apapun.
Dari kepenuhan-Nya (ke-limpahan-Nya) kita telah menerima (semua
mempunyai bagian dan kita semua telah disediakan dengan) kasih karunia demi
kasih karunia dan berkat rohani demi berkat rohani dan kebajikan kemurahan demi
kebajikan kemurahan dan pemberian demi pemberian (Yohanes 1:16, The
Amplified Bible).
Jika anda menghadapi
masalah yang kecil, semuanya dapat dilalui oleh karena kasih karunia-Nya cukup.
Seandainya masalah itu sangat berat, anda juga dapat menghadapinya, oleh
karena kasih karuniaNya pun cukup untuk masalah itu.
Pokoknya, anda tidak akan pernah kekurangan kasih karunia Allah,
haleluya.
Yesus telah meninggalkan
damai sejahteraNya kepada siapa yang percaya padaNya.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak
seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu (Yo-hanes 14:27).
Pemilik dari damai sejahtera Allah, tidak sama dengan orang dunia.
Anda tidak perlu lagi
bernyanyi mengenai kasih dari surga, atau menantikan kasih dari surga itu jatuh
ke pangkuan anda, berhenti dengan kata-kata yang kedengarannya rohani, tetapi
tidak ada kebenaran di dalamnya. Kebenarannya adalah, karena kasih Allah
telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan
kepada kita (Roma 5:5). Dengan
kasih ini anda mampu mengasihi musuh anda, anda mampu mengampuni orang yang
telah menyakiti anda.
Tidak ada masalah yang
kita hadapi di dalam kehidupan ini yang dapat merampas sukacita yang telah kita
miliki. Sukacita kita bukan berasal
dari dunia, sukacita ini adanya dalam hati, bukan di dalam emosi.
Sukacita kita tidak tergantung dari materi yang
kita miliki, atau apakah perasaan kita baik atau tidak baik.
Dan sekarang Aku datang kepadamu; Aku mengatakan ini sementara Aku
masih ada dalam dunia, agar supaya sukacita-Ku menjadi penuh dan utuh dan
sempurna di dalam mereka (supaya mereka bisa mengalami kesukaan-Ku terpenuhi,
supaya kesenangan-Ku menjadi sempurna di dalam jiwa mereka, sehingga mereka
mendapatkan kegembiraan-Ku di dalam mereka, memenuhi hati mereka)”,
(Yohanes 17:13, The Amplified Bible).
Wow, benarkah ini
punyaku? Benar, Yesus memberikan
kemuliaan itu kepada anda, yang percaya. Anda tidak mencuri-curi kemuliaan itu, karena anda bukan
iblis, karena yang mencuri hanya iblis!!
Dan Aku telah
memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka
menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu (Yohanes 17: 22). Terje-mahan The
Amplified Bible dari ayat yang sama mengatakan, “Aku telah memberikan
mereka kemuliaan dan kehormatan yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar supaya
mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu”.
Bonusnya, adalah kita mendapatkan kehormatan, jika kita tinggal dan
menetap di dalam Dia.
Terpujilah Allah dan
Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita
segala berkat rohani di dalam sorga
(Efesus 1:3). Bilamana anda sudah
lahir baru, anda adalah manusia rohani, yang lahir dari benih ilahi,
Setelah melihat sebagian
dari yang telah tersedia bagi anda di dalam Kristus, apakah anda percaya atau
tidak? Seperti yang berulang-ulang
diucapkan Yesus, Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah
(Yohanes 11:40).
Tanda-tanda ini akan
menyertai orang-orang yang percaya: Mereka (orang yang percaya) akan
mengusir setan-setan dalam nama-Ku, mereka (orang yang percaya) akan
berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka (orang yang
percaya) akan memegang ular, dan sekalipun mereka (orang yang percaya)
minum racun maut, mereka (orang yang percaya) tidak akan mendapat celaka;
mereka (orang yang percaya) akan meletakkan tangannya atas orang sakit,
dan orang itu akan sembuh (Markus 16: 17).
Dari ayat diatas, kita
tahu bahwa kita bisa melakukannya asal kita percaya, tetapi tanpa iman, semua
mujizat itu tidak akan terjadi. Kita hanya bisa melakukan tindakan-tindakan, tetapi tanpa
hasil. Kita hanya meniru perbuatan
orang lain tidak akan membawakan hasil.
Sudah waktunya sebagai
orang Kristen yang telah berta-hun-tahun pergi ke gereja, kita mulai berdoa
seperti doa Yesus, Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: Bapa, Aku
mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh
karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku
mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus
Aku (Yohanes 11:41-42).
Perhatikan bagaimana
Yesus belum mengatakan ataupun meminta sesuatu, tetapi Dia mengatakan bahwa Bapa
telah mendengar dan selalu mendengar.
Kapan ya kita bisa percaya seperti Yesus?
Jawabannya adalah sekarang juga! Percayalah
dan kerjakan. Karena Yesus berdoa
sesuai dengan kehendak Allah, yaitu firmanNya, maka Bapa selalu mendengarkan
doaNya (1 Yohanes 15: 14).
Segala sesuatu telah
selesai di kerjakan oleh Yesus di kayu salib, Ia melakukannya agar tugas anda
dan saya ringan di muka bumi ini. Dia tidak pernah memberikan beban yang berat bagi pengikutNya
(Matius 11: 29-30).
Anda tidak perlu mengerjakan semua prosesi yang telah dikerjakan Yesus, anda tidak perlu memikul salib yang telah dipikul oleh Yesus. Yang perlu dan harus dikerjakan oleh anda dan saya adalah berdiri teguh atas firman Tuhan, percaya bahwa semuanya telah selesai dikerjakan Yesus. Tugas kita sekarang hanya memegang teguh firmanNya agar kita bisa menerima janji-janjiNya. Pencobaan dan ujian pasti akan mewarnai perjalanan iman kita, oleh karena itu hendaklah kita tetap kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasaNya. Kenakan terus menerus seluruh perlengkapan senjata Allah (Firman Tuhan), supaya kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis, dan senantiasa keluar sebagai pemenang!!