Sudah Selesai

Oleh Margie Niode

Masih terlalu banyak orang yang mengaku percaya pada Kristus yang masih terus meminta kepada Tuhan dan masih berusaha mendapat-kan sesuatu yang sebetulnya telah mereka miliki.

Perbuatan-perbuatan anda tidak dapat mengubah siapa anda!  Tetapi jika anda tahu siapa anda sebenarnya maka hal itu akan dapat mengubah tindakan anda!

Kitab Amsal penuh terisi dengan nasihat-nasihat, yang bilamana diteliti akan menjauhkan kita dari pelbagai kerusakan, kerugian, kehancuran dan kebinasaan.

Di Amsal 4, kita dinasihati untuk mencari hikmat.  Pada ayat 5, Peroleh hikmat, perolehlah pengertian. Ayat 7, Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.  Kita dianjurkan untuk mencari hikmat dan setelah itu mencari pengertiannya. Jika an-da dan saya dianjurkan untuk memperolehnya, berarti kita bi-sa mendapatkannya—dan yang pasti hikmat dan pengertian itu tersedia, bukan?

Dari ayat yang kita baca, apakah hikmat dan pengertian itu tersedia bagi siapa saja (termasuk anda dan saya), atau itu hanya tersedia untuk orang-orang tertentu? Apakah itu ter-sedia hanya untuk mereka yang telah melayani Tuhan?  Saya percaya, Alkitab ditulis dan diperuntukkan bagi siapa saja yang membacanya.

Beranjak dari titik ini, mari kita cari Firman, yaitu hikmat, dan kita cari pengertiannya tentang siapa Yesus sebenarnya.  Apa yang telah Dia kerjakan ba-gi kita?  Dimana Yesus berada sekarang?  Dan apa yang Yesus kerjakan saat ini?  Siapa kita di dalam Yesus?  Apa hak dan kewajiban kita sebagai anak dan ahli waris?

Saya tidak mencoba memberikan penjelasan menurut pengetahuan pikiran (sense knowledge), karena bertahun-tahun itu yang terus dikonsumsi oleh jiwa kita.  Tetapi kita akan melihat jawaban dari apa yang diilhami oleh Roh Kudus, hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita (anda dan saya) (1 Korintus 2:7).

Sudah selesai”, adalah perkataan Yesus yang terakhir, sebelum Ia menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30).  Semua telah dikerjakan olehNya, Ia telah menjalani kehidupan sebagai manusia seutuhnya, telah melepaskan ke-Allah-anNya, mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:7).

Banyak orang masih rancu mengenai kejadian ini.  Waktu Yesus hidup di dunia selama 33 tahun lebih, Dia adalah seratus persen manusia, seperti anda dan saya!  Sehingga setiap perlakuan yang dialami selama itu, apakah itu berupa penganiayaan, penyesahan, diolok-olok, dimusuhi, dikatakan kurang waras, dan merasa ketakutan waktu harus menghadapi kematianpun dilaluiNya. Dia meneri-manya sama seperti yang di alami oleh orang percaya di akhir zaman ini.  Tidak lebih, tidak kurang.  Kenapa saya katakan begitu?

Lihat yang tertulis dalam buku Ibrani 2:14-15,18: Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh ke-matian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut... Sebab oleh karena Ia sendiri te-lah menderita karena pencoba-an, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Yesus telah memusnahkan iblis, dia yang dahulu mempunyai kuasa atas maut, sekarang tidak punya kuasa lagi!  Oleh karena itu setiap orang yang percaya kepada Yesus, tidak perlu lagi takut kepada kematian. Oleh karena Yesus telah melewatinya dan mengalahkan maut itu. Sehingga saat ini dengan berani kita bisa katakan, Hai maut di manakah kemenanganmu?  Hai maut, di manakah sengatmu?  (1 Korintus 15:55).

Setelah kebangkitanNya, Dia naik ke surga, duduk di sebelah kanan Yang Maha Besar, di tempat yang tinggi (Ibrani 1:3).  Ia menjadi Imam Besar atas pengakuan kita (Ibrani 3:1, King James Version).  Saya ulangi: bahwa sekarang Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, menjadi Imam Besar atas pengakuan kita.  Tugas Imam Besar, hanya membawakan pengakuan seseorang yang sesuai kehendakNya, yaitu FirmanNya, kepada Allah Bapa (Yeremia 1:12).  Sekarang tergantung apa pengakuan anda, bukan?  Jika anda tidak tahu siapa anda di dalam Yesus Kristus, apa yang mau anda akui?  Tidak heran, jika banyak orang percaya yang masih meminta-minta, masih berusaha mewujudkan segala sesuatu yang sudah selesai dikerjakan oleh Yesus di atas kayu salib bagi mereka.

Supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harga hikmat dan pengetahuan (Kolose 2:2-3).

Dengan sederhana dapat saya jabarkan ayat tersebut sebagai berikut: jika mereka (anda dan saya) bersatu dalam kasih (yaitu Tuhan), mereka (anda dan saya) akan mendapat semua kekayaan dan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus (Yang DiUrapi dengan urapanNya), sebab di dalam urapanNya ter-sembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Luar biasa, rahasia Allah itu adalah Kristus, rahasia Allah itu adalah UrapanNya.  Dan Tuhan menyembunyikan harta karunNya, yaitu harta hikmat dan pengetahuan, di dalam UrapanNya.  Urapan Yesus sudah ada di dalam anda dan saya (1 Yohanes 2:27), dapatkah anda mengerti itu?  Karena sifatnya seperti harta karun, makanya kita harus menggalinya caranya dengan menyediakan waktu merenung-kan dan meditasi firmanNya, bersekutu dengan Roh Kudus, memuji dan berkata-kata dalam bahasa roh, dan terima dengan iman, hikmat, pengertian dan pengetahuan dari dalam hati anda.

Jika anda tinggal di dalam Kristus (Yang di Urapi dengan urapanNya) anda sudah utuh.  Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,  dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia (Kolose 2:9-10).  Kita telah kepenuhan, dan kalau terus diisi, hasilnya adalah berlimpah-limpah, tepat seperti apa yang Yesus katakan,  Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

Saya percaya, jika anda membaca artikel ini dengan hati nuranimu, anda akan berhenti meminta-minta atau mengeluh terus karena apa yang anda minta belum anda terima. Camkan: anda telah penuh, anda adalah utuh.  Pengertian ini akan membuat kita berkata kepada Tuhan, bahwa kami tidak membutuhkan apa-apa Tuhan, karena semuanya telah Engkau sediakan (Mazmur 23:1, King James Version).  Sungguh kami bangga mempunyai Bapa seperti Engkau, Bapa yang sangat-sangat memperhatikan segala kebutuhan anak-anakNya.

Jika saat ini anda belum menikah, di dalam Kristus anda utuh. Jika anda telah menikah dan mempunyai keluarga, anda pun utuh di dalamNya. Jika anda seorang anak, anda pun utuh di dalamNya.  Dan apabila anda seorang janda ataupun duda, anda pun utuh.  Dimana anda berada, apakah di kota besar, atau dusun terpencil sekalipun, ingat ini, anda utuh di dalam Dia.  Hanya di dalam Kristus anda bisa utuh.  Di luar Dia, anda pasti kekurangan.

Daftar dibawah ini, adalah sebagian hadiah yang telah diberi-kan oleh Allah Bapa kepada anak-anakNya, yaitu anda dan saya, hadiah yang hanya kita bisa dapatkan, jika kita berada di dalam Kristus.   

Kasih karunia

Anda tidak perlu meminta-minta kasih karunia (yaitu: kemampuan Allah yang mengatasi ketidak-mampuan manusia) untuk menghadapi masalah apapun.  Dari kepenuhan-Nya (ke-limpahan-Nya) kita telah menerima (semua mempunyai bagian dan kita semua telah disediakan dengan) kasih karunia demi kasih karunia dan berkat rohani demi berkat rohani dan kebajikan kemurahan demi kebajikan kemurahan dan pemberian demi pemberian (Yohanes 1:16, The Amplified Bible).

Jika anda menghadapi masalah yang kecil, semuanya dapat dilalui oleh karena kasih karunia-Nya cukup.  Seandainya masalah itu sangat berat, anda juga dapat menghadapinya, oleh karena kasih karuniaNya pun cukup untuk masalah itu.  Pokoknya, anda tidak akan pernah kekurangan kasih karunia Allah, haleluya.  

Damai sejahtera

Yesus telah meninggalkan damai sejahteraNya kepada siapa yang percaya padaNya.  Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.  Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu (Yo-hanes 14:27).  Pemilik dari damai sejahtera Allah, tidak sama dengan orang dunia.

Kasih Allah

Anda tidak perlu lagi bernyanyi mengenai kasih dari surga, atau menantikan kasih dari surga itu jatuh ke pangkuan anda, berhenti dengan kata-kata yang kedengarannya rohani, tetapi tidak ada kebenaran di dalamnya. Kebenarannya adalah, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:5).  Dengan kasih ini anda mampu mengasihi musuh anda, anda mampu mengampuni orang yang telah menyakiti anda.

Sukacita

Tidak ada masalah yang kita hadapi di dalam kehidupan ini yang dapat merampas sukacita yang telah kita miliki.  Sukacita kita bukan berasal dari dunia, sukacita ini adanya dalam hati, bukan di dalam emosi.  Sukacita kita tidak tergantung dari materi yang  kita miliki, atau apakah perasaan kita baik atau tidak baik.  Dan sekarang Aku datang kepadamu; Aku mengatakan ini sementara Aku masih ada dalam dunia, agar supaya sukacita-Ku menjadi penuh dan utuh dan sempurna di dalam mereka (supaya mereka bisa mengalami kesukaan-Ku terpenuhi, supaya kesenangan-Ku menjadi sempurna di dalam jiwa mereka, sehingga mereka mendapatkan kegembiraan-Ku di dalam mereka, memenuhi hati mereka)”, (Yohanes 17:13, The Amplified Bible).

Kemuliaan

Wow, benarkah ini punyaku?  Benar, Yesus memberikan kemuliaan itu kepada anda, yang percaya.  Anda tidak mencuri-curi kemuliaan itu, karena anda bukan iblis, karena yang mencuri hanya iblis!!

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu (Yohanes 17: 22). Terje-mahan The Amplified Bible dari ayat yang sama mengatakan, “Aku telah memberikan mereka kemuliaan dan kehormatan yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu”.  Bonusnya, adalah kita mendapatkan kehormatan, jika kita tinggal dan menetap di dalam Dia.

Berkat rohani

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga (Efesus 1:3).  Bilamana anda sudah lahir baru, anda adalah manusia rohani, yang lahir dari benih ilahi, sehingga anda telah penuh dengan segala berkat itu.

Setelah melihat sebagian dari yang telah tersedia bagi anda di dalam Kristus, apakah anda percaya atau tidak?  Seperti yang berulang-ulang diucapkan Yesus, Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah (Yohanes 11:40).

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka (orang yang percaya) akan mengusir setan-setan dalam nama-Ku, mereka (orang yang percaya) akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka (orang yang percaya) akan memegang ular, dan sekalipun mereka (orang yang percaya) minum racun maut, mereka (orang yang percaya) tidak akan mendapat celaka; mereka (orang yang percaya) akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh (Markus 16: 17).

Dari ayat diatas, kita tahu bahwa kita bisa melakukannya asal kita percaya, tetapi tanpa iman, semua mujizat itu tidak akan terjadi.  Kita hanya bisa melakukan tindakan-tindakan, tetapi tanpa hasil.  Kita hanya meniru perbuatan orang lain tidak akan membawakan hasil.

Sudah waktunya sebagai orang Kristen yang telah berta-hun-tahun pergi ke gereja, kita mulai berdoa seperti doa Yesus, Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.  Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku (Yohanes 11:41-42).

Perhatikan bagaimana Yesus belum mengatakan ataupun meminta sesuatu, tetapi Dia mengatakan bahwa Bapa telah mendengar dan selalu mendengar.  Kapan ya kita bisa percaya seperti Yesus?  Jawabannya adalah sekarang juga!  Percayalah dan kerjakan.  Karena Yesus berdoa sesuai dengan kehendak Allah, yaitu firmanNya, maka Bapa selalu mendengarkan doaNya (1 Yohanes 15: 14).

Segala sesuatu telah selesai di kerjakan oleh Yesus di kayu salib, Ia melakukannya agar tugas anda dan saya ringan di muka bumi ini.  Dia tidak pernah memberikan beban yang berat bagi pengikutNya (Matius 11: 29-30).

Anda tidak perlu mengerjakan semua prosesi yang telah dikerjakan Yesus, anda tidak perlu memikul salib yang telah dipikul oleh Yesus.  Yang perlu dan harus dikerjakan oleh anda dan saya adalah berdiri teguh atas firman Tuhan, percaya bahwa semuanya telah selesai dikerjakan Yesus.  Tugas kita sekarang hanya memegang teguh firmanNya agar kita bisa menerima janji-janjiNya.  Pencobaan dan ujian pasti akan mewarnai perjalanan iman kita, oleh karena itu hendaklah kita tetap kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasaNya.  Kenakan terus menerus seluruh perlengkapan senjata Allah (Firman Tuhan), supaya kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis, dan senantiasa keluar sebagai pemenang!!