Rancangan Tuhan

Oleh Maggy Horhoruw

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Tuhan kita sebenarnya adalah Perancang Agung. Dan apapun yang Ia ciptakan adalah baik dan sempurna (Kejadian 1:4,10,12, 18,21,25; Yakobus 1:17).

Allah Bapa dapat kita umpamakan sebagai seorang Arsitek. Seorang Arsitek yang handal akan dibayar mahal karena kelihaiannya dalam melihat atau membayangkan sesuatu yang belum ada dan menuangkannya ke dalam sebuah gambar.

Gambar rancangan (blueprint) seorang Arsitek sangat detil. Dalam blueprint itu tercatat antara lain, kedalaman fondasi, luas dan bentuk ruangan, dan tebal tembok. Di dalam membuat rancangan blueprint dari fisik bangunan, sang arsitek juga sudah mempertimbangkan segi interior dasar dari bangunan tersebut—misalnya ia sudah memikirkan sistim penerangan, jenis lampu, bahan lantai bangunan, dan warna cat tembok. Semua itu sudah tercetak dan tercatat jelas di dalam blueprint dari bangunan atau rumah tersebut.

Seorang Arsitek yang handal juga akan mampu memanfaatkan letak tanah yang tidak sempurna dan tetap membangun sebuah rumah yang indah dan disukai. Misalnya, seorang Arsitek akan mampu merancang sebuah rumah di atas tanah berbentuk persegi lima yang sama nyaman dan indahnya dengan rumah di atas tanah berbentuk kotak.

Setelah gambar rancangannya jadi, sang Arsitek akan bekerjasama dengan tukang bangunan untuk membangun. Kalau Allah Bapa kita adalah Sang Arsitek, maka kitalah yang menjadi tukang bangunannya.

Allah Bapa memiliki rancangan hidup yang baik dan sempurna bagi kita. Jika kita datang kepadanya dan bekerja bagiNya, maka kita akan membangun kehidupan kita sesuai dengan rancanganNya. Sebagai tukang bangunan, kita tidak bisa membangun apapun tanpa gambar. Kita tidak bisa hanya sekedar beli semen, pasir, sekop dan peralatan bangunan lainnya, kemudian langsung membangun di atas tanah. Mazmur 127:1 berkata, Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.

Kita bisa tetap membangun akan tetapi pekerjaan kita akan sia-sia. Firman Tuhan tidak katakan bahwa rumahnya (simbol dari segala perkara dalam kehidupan kita, antara lain rumah tangga, kesehatan, karir, pelayanan) tidak akan terbentuk. Rumah itu akan bisa terwujud, tetapi karena bukan Tuhan yang membangunnya maka kemungkinan besar jika badai menerpa kerusakannya akan hebat (Matius 7:27).

Rancangan Tuhan

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).

Rancangan kehidupan kita ada pada Tuhan. "Bagaimana caranya aku mengetahui rancangan tersebut kalau hal itu ada pada Tuhan? Padahal Yesaya 55:9 mengatakan bahwa pikiranku ini tidak seperti pikiran Tuhan."

Benar sekali pikiran anda itu. Benar-benar salah!

Ayat di Yesaya 55 ini sudah lama sekali tidak dimengerti dengan benar. Mari kita baca lebih teliti: Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu (Yesaya 55:7-9).

Kepada siapa Tuhan berbicara dari ayat 7-9? Tuhan sedang berbicara kepada orang fasik dan orang jahat, yaitu orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan tidak menaati firmanNya. Orang-orang seperti itu tidak tahu apa yang Tuhan janjikan bagi mereka.

Di Yesaya 55 (baca dari ayat 1-13) Tuhan sedang mengajak umat manusia—siapapun—untuk datang kepadaNya dan mengambil rancanganNya serta memilih jalanNya agar mereka dapat menikmati hidup yang berkelimpahan.

Di ayat 8-9 sebenarnya Dia berkata, Hei, tinggalkan saja semua rancangan hidupmu dan jalan kehidupan yang sudah kau pilih selama ini. RancanganKu jauh lebih sempurna daripada rancanganmu, dan jalanKu jauh lebih baik daripada jalanmu—bedanya seperti langit dan bumi.

Anda lihat itu? Selama ini kita salah mengerti mengenai Yesaya 55, terutama ayat 8-9. Karena kesalahpahaman ini, kita seringkali berkata, "Yah, aku kan nggak tahu Tuhan maunya apaan. Mana bisa aku ngerti jalannya Tuhan?"

Perkataan itu akan kita dengungkan kalau kita mau terdengar rohani. Padahal sebenarnya yang kita ingin katakan adalah, "Aku males cari tahu Tuhan maunya apaan. Lagipula aku nggak ada waktu untuk baca Alkitab dan berdoa agar Tuhan bisa kasih tahu."

Jangan marah dulu! Itu juga yang saya katakan sebelum saya mengerti firman Tuhan. Tetapi setelah saya mengerti firman Tuhan, saya baru tahu bagaimana saya bisa tahu rancangan dan jalan Tuhan kalau saya tidak pernah baca Alkitab.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (Yohanes 1:1-2). Firman Tuhan yang tertulis di Alkitab bukanlah sekedar tulisan yang diilhami oleh Roh Kudus. Firman Tuhan yang tertulis di Alkitab adalah ALLAH BAPA pribadi!

Bagaimana mungkin saya mengaku kenal Tuhan kalau saya tidak mengenal firmanNya? Tidak mungkin! Tuhan sendiri berkata bahwa FirmanNya adalah Dia pribadi dan bahwa rancanganNya ada padaNya (Yeremia 29:11). Jadi, kalau anda mau tahu rancangan dan jalan Tuhan, anda harus membaca firman Tuhan alias baca Alkitab.

Untuk mengetahui rancangan dan jalan Tuhan, pastikan bahwa anda mengenal Tuhan melalui firmanNya. Saya katakan kenal, bukan sekedar hapal ayat saja. Tuhan bilang umatNya binasa karena kurang pengenalan akan Dia bukan karena kurang pengetahuan (Hosea 4:6).

Alasan lain kenapa Tuhan menyuruh kita meninggalkan rancangan dan jalan kita sendiri adalah karena Dia telah mengaruniakan kepada kita, Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Korintus 2:9).

Karena yang Tuhan disediakan buat kita yang mengasihi-Nya tidak dapat dilihat, tidak pernah terpikirkan dan tidak pernah kita bayangkan, itu juga sebabnya Tuhan berkata bahwa orang benar akan hidup oleh iman dan bukan dengan penglihatan (Roma 1:17; 2 Korintus 5:7).

Peran Roh Kudus

Ketika anda menjadikan Yesus sebagai Tuhan dalam kehidupan anda, Allah Bapa menjadikan tubuh anda sebagai baitNya. Di dunia ini Roh Kudus memegang peran penting dalam kehidupan rohani kita.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yohanes 14:16-17).

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13).

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu (Yohanes 14:26).

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran! Di Matius 6:33 Tuhan Yesus berfirman, ...carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-nya. Kemudian di Yohanes 17:17 Yesus berkata bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Berarti kita hanya bisa mengenal Tuhan melalui firmanNya yang adalah kebenaran jika kita memiliki Roh Kudus melalui kelahiran baru.

Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerang-an di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita (1 Korintus 2:9-12). kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerang-an di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita (1 Korintus 2:9-12).

Peran Kita

Allah Bapa telah menyatakan rancangan dan jalanNya kepada kita melalui RohNya. Jika kita ingin tahu apa rancangan Tuhan bagi kita dan apa yang perlu kita kerjakan untuk hidup sesuai dengan rancangan Tuhan, kita harus bersekutu dengan Roh Kudus. Persekutuan itu dapat kita lakukan melalui membaca firman Tuhan, mendengarkan khotbah, merenungkan firman, dan berdoa (termasuk berdoa dengan bahasa roh).

Ingat bahwa Allah Bapa di dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga (Efesus 1:3). Saya percaya bahwa berkat rohani itu adalah rancangan-rancangan yang memberi damai sejahtera dan masa depan yang penuh pengharapan seperti yang tertulis di Yeremia 29:11.

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita (1 Korintus 2:12). Persekutuan intim dengan Roh Kudus akan membawa kita ke dalam segala kebenaran mengenai pekerjaan, jodoh, keuangan, anak-anak, kesehatan, dll.

Persekutuan intim dengan Roh Kudus akan membuat langkah kita dipimpin olehNya. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya (Mazmur 37:23). Hidup dengan iman akan membuat kita berkenan kepada-Nya (Ibrani 11:6). Kalau kita hidup dengan iman berarti kita mendengarkan firman Tuhan dan menaati firmanNya. Dengan sendirinya langkah-langkah kita akan dipimpin olehNya.

Persekutuan intim dengan Roh Kudus akan membuat kita menemukan Kerajaan Allah dan kebenarannya—seperti yang diperintahkan Tuhan di Matius 6:33—sehingga Tuhan dapat menambahkan segala sesuatu yang dicari oleh orang yang tidak mengenal Tuhan ke dalam hidup kita.

Dengan kata lain, persekutuan ini akan membawa kita ke posisi yang tepat untuk menerima dari Tuhan. Apakah ini berarti kita tidak perlu bekerja? Tentu saja perlu. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (baca Yakobus 2:14-26).

Persekutuan intim dengan Roh Kudus akan membuat kita memperoleh pewahyuan mengenai firman Tuhan dan juga ide, konsep, dan pemahaman mengenai apa yang harus dilakukan secara natural. Setelah kita mendapatkan semua itu, kita harus mengerjakannya. Kalau kita mengerjakan bagian kita di alam natural dengan iman dan terus bertekun di dalamnya tanpa memandang situasi dan kondisi, maka kita pasti akan menuai hasilnya (Galatia 6:9).

Jika anda terus menerus memperbaharui pikiran anda dengan firman Tuhan (Roma 12:2), maka lama kelamaan keinginan, emosi, dan pikiran anda akan selaras dengan keinginan, emosi, dan pikiran Tuhan.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku (Mazmur 16:7). Latih diri anda untuk menaati suara hati. Jangan takut salah! Tuhan tidak memberikan kepada kita roh takut (2 Timotius 1:7).

Kalaupun anda salah dengar dan salah mengambil keputusan yang berakibat anda salah jalan dan terjatuh, tangan Tuhan tetap menopang anda dan Dia tidak akan membiarkan anda goyah selamanya (baca Mazmur 37:24; 55:23; 121:2-5; 1 Petrus 5:7). Jangan takut, percaya saja!

Biarkan Tuhan Yang Membangun

Jika anda mempekerjakan seorang Arsitek terkenal (dimana anda harus membayarnya mahal) untuk membangun rumah anda, apakah anda akan membiarkan Arsitek tersebut membuatkan blueprint bagi anda atau anda akan menawarkan blueprint anda sendiri kepadanya? Tentu anda akan membiarkan orang itu bekerja keras untuk membuatkan yang terbaik bagi anda.

Allah Bapa, Arsitek Agung, telah memiliki rancangan yang baik dan sempurna bagi anda. Anda bahkan tidak perlu membayarNya, anda hanya perlu percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah AnakNya dan menjadikan Yesus Tuhan dalam hidup anda.

Anda bisa datang kepadaNya dengan kehidupan yang "babak belur" sekalipun, dan Dia tetap bisa memberikan masa depan yang penuh pengharapan kepada anda. Hanya satu yang Dia minta dari anda (dan juga saya) yaitu ketaatan. Kita harus turut kerjasama dengan RohNya dan melakukan apapun yang RohNya singkapkan di hati kita.

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya—Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan—, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam -dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya. (Lukas 6:47-49).

Tiga langkah sederhana untuk membangun "rumah" sesuai dengan rancangan Tuhan adalah datang, mendengarkan, dan melakukan apa yang Tuhan firmankan.

Memang tidak mudah untuk membiarkan Tuhan bekerja di dalam hidup kita. Anda tahu alasannya? Seperti layaknya pembangunan rumah, segalanya terlihat berantakan, berdebu, dan tidak nyaman untuk berada di area pembangunan. Akan tetapi seorang Arsitek yang baik akan banyak menghabiskan waktu di tempat pembangunan untuk mengontrol proses pembangunan. Sama halnya dengan Tuhan, mataNya selalu tertuju kepada kita dan tanganNya menopang tangan kita.

Pernahkah anda lihat seorang tukang bangunan yang mogok kerja karena mereka tidak bisa "melihat" apa yang tercetak di blueprint sang Arsitek? Tentu saja tidak! Seorang tukang bangunan tahu persis tugasnya adalah membangun dengan menaati perintah dari mandornya sesuai dengan petunjuk Arsitek. Tukang itu tidak berhenti karena lingkungan kerjanya berdebu, panas, tidak nyaman, bahkan tidak jarang berbahaya. Ia akan terus mengerjakan bagiannya sampai Arsiteknya berkata "Selesai!"

Jika anda mogok mengerjakan bagian anda di tengah perjalanan, karena berbagai ketidaknyamanan yang anda alami selama proses, maka rancangan kehidupan ilahi yang indah itu tidak akan pernah terwujud untuk dikagumi semua orang yang melihatnya.

Jika anda mogok di tengah jalan maka kemuliaan Tuhan tidak akan nampak di atas anda. Kehidupan anda akan sama seperti orang dunia yang tidak mengenal Tuhan. orang dunia resesi, anda juga resesi. Orang dunia takut, anda juga takut. Orang dunia menganggur, anda juga menganggur. Orang dunia berhutang, anda juga berhutang. Kalau kehidupan anda (dan saya) seperti ini, mana ada orang dunia yang ingin mengenal dan mengikuti Tuhan Yesus?

Biarkan Tuhan membangun kehidupan anda. Biarkan Dia menjadi Tuhan dalam kehidupan anda dengan menambahkan segala yang anda perlukan dalam hidup.

Datang kepadaNya untuk mendengarkan firmanNya dan mengetahui rancangan serta jalanNya. Jangan hanya datang kepada Tuhan kalau ada yang dikeluhkan saja! Berhenti perlakukan Tuhan seperti staf bagian Gangguan Pelayanan.

Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang (Mazmur 37:3-6).