Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, seluruh manusia, terputus hubungannya dengan Allah secara rohani. Allah itu adalah Roh dan manusia hanya dapat berhubungan denganNya didalam roh (hati). Dalam Kejadian 2:7, waktu Allah menciptakan manusia, Allah menghembuskan nafas kehidupan melalui hidung Adam, yang artinya Allah memberikan RohNya kedalam manusia, demikianlah manusia menjadi mahluk yang hidup, manusia roh.
Saya lahir dari keluarga Kristen yang rajin, taat melakukan ibadah kerohanian, aktif dalam banyak program gereja. Latar belakang keluarga yang cukup dipandang dalam “etnisnya”, karena kakek-nenek yang menjadi pelopor/contoh orang Kristen di kampung. Bukan saja latar belakang saya yang menunjang, saya sendiri sangat mengasihi Tuhan, dan dalam hati saya percaya sekali akan firman Tuhan. Didalam lemari saya masih menyimpan Alkitab yang saya baca tahun 1974, dan penuh dengan warna-warni, layak-nya orang yang membaca firman, dan menandai apa yang penting. Kalau orang ketemu saya, pasti mereka akan katakan saya adalah orang Kristen, yang berarti saya adalah pengikut Kristus.
Arti “pengikut” dalam kamus adalah: menurut, meniru, penganut, memperhatikan ajaran/apa yang dibuat oleh Yesus. Dan dengan jujur saya akui, pada saat itu saya tidak pantas atau layak atas predikat itu. KeKristenan saya hanya karena “keturunan” karena orang tua saya sudah jadi Kristen dan menyuruh saya untuk ikut sekolah minggu, remaja dan gereja. Saya tidak punya “pilihan” selain mengikuti adat-istiadat dan tradisi keluarga. Jika keluarga saya percaya kepada nabi yang lain, pastinya saya juga ikut mereka, benarkan?
Kembali ke Alkitab yang tertanda tahun 1974, yang sudah banyak di tandai dengan warna. Banyak ayat yang saya hafal, kenal dan tahu ada di buku itu, yang hanya ada di pikiran (jiwa) saja, tetapi tidak ada di dalam hati (roh) saya. Sehingga perbuatan saya dan firman Allah sangat, sangat, sangat bertolak belakang. Kenapa hal itu bisa terjadi? Sepertinya begitu dengar firman cepat bilang “ya saya mengerti,” tetapi pulang dari kebaktian mengerjakan hal lain, firman itu tidak tahu menyangkut dimana. Seperti pelajaran sekolah, (Geografi atau Sejarah), begitu kita lulus sekolah, kita juga langsung melupakan pelajaran-pelajaran itu, karena hanya ada di dalam pikiran atau otak.
Segala sesuatu berubah setelah kelahiran baru. Setelah saya mengundang Yesus masuk kedalam hati saya menjadi Tuhan dan Juruslamat saya (Rm. 10:9-10). Aneh sekali, saya yang sudah Kristen dari lahir, harus melakukan hal itu. Anda mungkin bertanya, “Ajaran apa nih, jangan-jangan sesat lagi.” Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan, terus saja membaca, jangan berhenti karena berkat menanti untuk saudara.
Yesus katakan kepada Nikodemus dalam Yoh. 3: 3-5, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak bisa melihat Kerajaan Allah. Kata Nikodemus kepadaNya: bagaimanakah mungkin seseorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kedalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi? Jawab Yesus: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk kedalam Kerajaan Allah”. Air itu adalah simbol dari Firman (Vine’s Complete Expository Dictionary, hal. 668).
Itulah awal dari hidup saya yang telah dipulihkan rohnya, saya menjadi manusia roh yang sempurna, yang lahir dari Allah (Yeh. 36:26-27; 1 Yoh 5:1). Akibat saya mengundang Yesus masuk kedalam hati, saya diberikan hati yang baru (sebelumnya hati ini mati, karena perbuatan Adam dan Hawa), dan Roh dari Allah Tritunggal itu juga langsung tinggal di dalam roh saya. Jadi sekarang saya dapat berkomunikasi langsung dengan Allah, Yesus dan Roh Kudus dengan roh yang baru. Haleluya! Roh yang sempurna yang lahir dari Allah adalah segala-galanya yang kita butuhkan. Semua kekuatan dan hikmat yang kita butuhkan sudah ada dalam kita. Dahsyat sekali!!
Roh yang baru membawa damai yang luar biasa, menimbulkan keinginan untuk membaca Firman. Permulaan dari hidup baru ini dimulai dari pengambilan keputusan untuk mengikuti manusia roh baru yang mau baca firman, atau mengikuti daging/tubuh/ jiwa (manusia lama) yang maunya melakukan hal-hal yang biasa kita kerjakan, seperti nonton TV, ngerumpi, baca komik dsb. Saya ambil keputusan mengikuti roh baru ini, saya mulai baca Firman yang adalah Allah dan Yesus itu sendiri (Yoh. 1:1,14). Firman itu langsung jadi hidup, saya dapat mengerti dengan jelas. Dan karena saya bayangkan (meditasi) dan renungkan firman, hasilnya firman itu terukir dalam hati/roh saya. Ini adalah awal dari metamorfosa, proses dari ulat ke kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu.
Lazimnya anak yang baru lahir, bayi, yang masih harus diberi susu, bubur, nasi tim dan baru bisa makan nasi. Bayi yang tidak bisa apa-apa, bergantung kepada orang lain, belajar merangkak, berdiri, tertatih-tatih berjalan dan akhirnya lari. Itu adalah proses, yang tidak bisa kita lewati begitu saja, siapapun harus melewati proses itu, tergantung cepat atau lambatnya saja. Proses yang ada di alam natural/alam nyata ini sebenarnya hanya imitasi dari apa yang ada di alam roh. Begitu juga dengan perkembangan dari manusia roh kita.
Manusia jasmani kita beri makan, kita latih tubuh ini agar sehat dan tidak sakit, tidak lemah, bukankah begitu juga dengan manusia roh kita. Kita harus beri makan dan latih manusia roh agar kuat dan menjadi dewasa, tentu saja makanannya adalah makanan rohani, yaitu Firman Allah. Kita harus mengerjakannya dengan rajin, disiplin, konsisten, kontinyu. Tanpa diberi makan, jangan pernah mimpi, kita akan dewasa secara rohani. Dan pertumbuhan ini tidak bisa kita harapkan dari sering ke gereja, ikut persekutuan, kebaktian atau organisasi. Yang paling efektif dan efisien adalah dengan membaca firman itu sendiri, merenungkan, meditasikan siang dan malam, dan jangan lupa memperkatakan Firman itu seperti tertulis di Yosua 1:8 dan Mazmur 1:2, sehingga apa yang kita kerjakan akan berhasil dan beruntung. Ingat, Roh Kudus yang sudah dalam kita, adalah guru (Yoh. 14:16), dan urapan yang ada pada kita akan mengajar kita (1 Yoh. 2: 27).
Firman berkata di Roma 12:1-2, “persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan akal budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Kata pembaruan pikiran, berarti pikiran yang ada (lama) diperbaharui dengan pikiran Kristus, yaitu Firman Allah. Kita buang pikiran lama itu. Ini adalah gaya hidup orang Kristen, suatu proses yang tidak pernah selesai sampai kita “diangkat” atau kita meninggalkan dunia yang fana ini. Rasul Paulus katakan di 2 Kor. 5:17, “Jadi siapa yang ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Saudara,
saya bukan cuma berbicara, tetapi saya melakukan hal ini dan saya sangat
merasakan per-ubahan serta kemerdekaan dalam hidup ini. Saya kalahkan
“daging” saya, yang maunya nonton TV, jalan-jalan ke mal atau maunya
ngerumpi saja. Saya perintahkan emosi dan keinginan saya untuk tunduk pada
manusia roh saya yang haus dan lapar akan makanannya. Gangguan dan
halangannya banyak sekali, tetapi semua kemungkinan untuk membuat saya
mundur telah saya kalahkan Haleluya! Itu adalah suatu tindakan, dan harus
kita kerjakan; tidak bisa di doakan oleh pendeta atau diurapi dengan
minyak atau hanya doa-doa saja. Itu semua bagus, tetapi tidak dapat
merubah pikiran anda !
Uji diri kita sendiri, dimana posisi kita, apakah kita masih pakai pola pikir lama atau sudah baru, soalnya tanpa kita baca firman dan bukan baca saja, tapi renungkan dan meditasi kita akan kembali kemasalah yang sama terus. Smith Wigglesworth, seorang yang dapat disejajarkan dengan Rasul Iman mengatakan: cek dimana kita berada sekarang, kalau masih sama dengan kemarin berarti kita mundur. Tuhan ijinkan saya bergaul, melihat, mendengar dan mengalami pengalaman-pengalaman, dan saya dapat membedakan mana anak Allah yang pikirannya telah diperbaharui dan mana yang belum. Dibutuhkan usaha dan bukan kegiatan didalam organisasi gereja. Kalau tidak kita akan terjebak dalam kegiatan-kegiatan agamawi. Kita harus bisa seperti Rasul Paulus yang dengan berani mengatakan “Tetapi kami memiliki pikiran Kristus” (1 Kor. 2:16).
Proses ini memang tidak mudah, tetapi bukannya tidak bisa kita kerjakan, dibutuhkan keteguhan, ketekunan dan keinginan untuk berubah: bosan dengan masalah keluarga, bosan miskin, bosan hidup pas-pasan, bosan kekurangan, bosan menghadapi anak-anak yang berontak dll. Kita sudah coba segala resep yang ahli-ahli dunia katakan, kita ikuti cara orang dunia menyelesaikan masalah, sudah berdoa, sudah berpuasa, tapi masalah tidak selesai-selesai. Sepertinya hidup yang kita jalani berbeda dengan apa yang Alkitab katakan, terus kita menyenangkan hati kita sendiri dengan berkata bahwa nanti di surga kita hidup enak deh! Semua orang juga tahu bahwa di surga itu enak, tetapi yang penting adalah hidup sekarang di dunia dan bagaimana melewatinya. Terus kita doa, “Datanglah segera Tuhan,” karena kita bosan menghadapi masalah.
Kenapa kita tidak coba resep yang jitu, mujarab yang pasti berhasil, tidak pernah gagal. Mau tahu? Saya jamin ikuti saja Matius 6:33, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka segala sesuatu akan ditambahkan pada kita.”
Saudara,
saya kenal Tuhan, Tuhan kenal saya (Yoh. 10:3), Alkitab yang isinya sarat
dengan janji-Nya adalah Ya dan Amin, karena Dia adalah Allah yang tidak
berdusta (Titus 1:2). Berhenti berusaha dengan pengertian sendiri, karena
pasti menemui jalan buntu. Daripada buang waktu lebih lama, ikuti langkah
berikutnya Amsal 3: 5-6, ”Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan
jalanmu.” Dia (Tuhan)
meluruskan jalan kita. Asyik banget!
Dan setelah itu kita kerjakan 1 Pet. 5:7, ”Serahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Buat keputusan yang berkualitas untuk menyerahkan semua kekuatiran – apapun itu: suami, istri, anak, uang, pekerjaan, business, calon pasangan hidup, dll – kepada Dia, dan setelah kita serahkan, jangan ambil lagi! Sebab kalau tidak Dia tidak bisa bekerja. Kuatir berada di pikiran, dan itu bukan dari Tuhan. Segala sesuatu yang baik adalah dari Tuhan, jadi karena kuatir tidak baik, itu pasti bukan dari Tuhan. Dan jika itu bukan dari Tuhan, dari siapa dong? Pastinya dari Iblis. Stop membantu Tuhan!! Ini sering kita lakukan karena kita perlu jawaban sekarang, dan kita berpikir kalau kita serahkan kepada Tuhan pastinya akan memakan waktu sedangkan kita maunya masalah terpecahkan saat ini juga. Betapa sering kita perlakukan Bapa kita seperti “pesuruh” atau “kacung,” Tuhan minta ini-itu, jaga ini-itu, kirim ini-itu. Coba perhatikan, itu semua kata-kata perintah, bukan??
Langkah selanjutnya, “DIAMLAH DAN KETAHUILAH BAHWA AKULAH ALLAH” (Mzm. 46:11). Allah akan melakukan bagiannya, sementara kita melakukan bagian kita, yaitu meditasi dan renungkan Firman itu.
Saudara yang kekasih, kita akan mendapat semua janji-janji Allah yang ada di buku manual, ALKITAB, untuk menjalani dan menikmati hidup di dunia ini, bukan di surga. Bagi sebagian dari pembaca ini merupakan kejutan karena kebanyakan orang Kristen tidak tahu bahwa kita dapat menikmati berkat saat ini. Sudah cukup kita ditipu setan.
Berapa banyak rumah tangga Kristen yang hancur, bahkan kita biarkan hancur, anak-anak yang berantakan, ketidakharmonisan di keluarga. Sekarang dengan berani kita bisa katakan kepada iblis bahwa waktunya sudah habis, dan ini saatnya untuk kita bangkit dan merebut semua yang telah dicuri oleh iblis, dari mulai jaman kakek-nenek, orang tua kita. Inilah waktunya. Mari sama-sama kita buat iblis bangkrut, kita rampok dia, ambil apa yang adalah milik kita.
Iblis mengontrol sistem ekonomi dan keuangan di dunia ini. Karena “kurang pengetahuan” kita tidak bisa mendapatkan dan menikmati hak kita. Oleh karena itu banyak anak-anak Tuhan yang miskin.
Penginjilan ke seluruh muka bumi memerlukan banyak uang. Kemiskinan di tubuh Kristus, membuat penginjilan tersendat, sementara Yesus memberikan Amanat Agung Yesus kepada semua murid-murid-Nya (Mat. 28:19-20, Mar. 16:15). Oleh sebab itu iblis, menghalangi anak-anak Allah untuk tidak tahu apa yang mereka bisa dapatkan dan berhak dapatkan, supaya anak-anak Allah bodoh terus, dan tidak bisa menuntut haknya.
Saudara, lebih dari yang kita doakan atau pikirkan, itulah yang Dia sediakan bagi kita (Ef. 3:30), bahkan yang belum pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar ataupun timbul dalam hati itu yang Dia sediakan bagi mereka yang mengasihi Dia (1 Kor. 2:9). Itu semua dapat terwujud jika kita perbaharui pikiran kita, yang berarti kita memakai pikiran Kristus, sehingga kita melihat sesuatu dengan kacamata Kristus. Jadi, mulailah sekarang, perbaharui pikiran anda, jangan tunda-tunda lagi, OK?! Mulailah menikmati hidup didalam berkat-berkat surgawi SEKARANG.