Jadilah Seorang Percaya yang Profesional!

Oleh Maggy Horhoruw

Pada suatu pagi, saya terbangun dengan perkataan ini di hati saya: Jadilah seorang percaya yang profesional!  Saya ingat saya mendengar kalimat itu dari Pak Copeland dalam satu seri pengajarannya.  Tetapi saat Roh Kudus menaruhnya kembali di hati saya, saya tahu bahwa Ia mau saya mempelajari sesuatu dari perkataan itu dengan menggali Firman.

Di pagi hari yang sama saya menonton film semi-dokumenter di TV mengenai peselancar profesional.  Film itu menggambarkan bagaimana peselancar profesional itu hidup: apa yang mereka lakukan agar mereka menjadi profesional, bagaimana mereka melatih diri mereka dan menjaga diri mereka tetap prima secara fisik dan mental untuk menghadapi ombak-ombak besar, bagaimana mereka berkeliling dunia hanya untuk satu tujuan – mengalahkan ombak-ombak besar yang seringkali berbahaya.  Film itu juga menunjukkan bagaimana mereka memusatkan semua uang, pikiran dan kehidupan mereka untuk menunjang kecintaan mereka untuk berselancar.

Roh Kudus seringkali memiliki cara yang unik untuk mengajarkan hikmat Tuhan kepada saya.  Dengan menggunakan film dan aktifitas duniawi, Roh Kudus berhasil menyampaikan maksudNya kepada saya.  Ketika saya mengamati apa yang dilakukan para peselancar profesional itu, atau yang dilakukan profesional yang lainnya untuk berhasil, sesungguhnya adalah prinsip-prinsip alkitabiah yang akan kita diskusikan kemudian.

Seringkali, orang dunia lebih agresif dan lebih berjuang untuk mencapai apa yang mereka inginkan di dalam hidup.  Sementara kita – orang percaya yang lahir baru, yang di dalamnya berdiam kuasa Allah untuk mengangkat beban, menghancurkan kuk, dan mencipta – cenderung untuk menyerah terlalu cepat.  Kita kurang bertekun dalam iman kita.  Kita mudah gagal karena kita mengharapkan Tuhan untuk melakukan bagian yang seharusnya kita lakukan.  Kita mudah frustrasi karena kita mencoba melaksanakan apa yang sebenarnya adalah bagian Tuhan.

Apa itu Orang Percaya?

Secara teknis, tidak ada yang namanya orang tidak percaya di dunia ini.  Manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan (Kej. 1:26), dan Tuhan adalah Mahluk percaya.  Manusia selalu percaya terhadap sesuatu – apakah itu Yesus, dirinya sendiri, kekayaan materi, mahluk supernatural yang superior (baik Tuhan, Iblis, matahari, bulan, atau apapun), bahkan kenihilan.

Perbedaan antara orang Kristen dan orang percaya yang lain terletak pada Siapa yang kita percaya.  Kita membangun kepercayaan (atau iman) kita di atas Firman Yang Hidup, yaitu Yesus Kristus.  Di dalamNya tidak ada tempat bagi kegagalan, tidak ada tempat bagi kesalahan, tidak ada tempat bagi kekecewaan, tidak ada tempat bagi apapun kecuali HIDUP yang PENUH KEMENANGAN, KELIMPAHAN, dan KEKAL ((2 Kor. 1:20; Yoh. 3:15; Yoh. 10:10).

Manusia mencerminkan kepercayaannya dalam perilaku dan perkataannya, hanya karena Tuhan juga demikian.  Orang Kristen, tentu saja, percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya.  Sebagaimana orang percaya yang lain, orang Kristen juga akan mencerminkan imannya kepada Yesus Kristus dalam perilaku dan pembicaraannya sehari-hari.  Meskipun itu mungkin tidak terjadi setiap saat, tetapi seharusnya begitulah.  Kalau Tuhan percaya sesuatu, Ia akan menjadikannya kenyataan dengan melepaskan imanNya dalam perkataanNya dan Ia akan mendapatkan apa yang Ia katakan (Mar.11:23).

Apa itu Seorang Profesional?

Menurut kamus Webster’s New World seorang professional adalah:

  1. Seorang yang mempraktekkan suatu  profesi.

  2. Seorang yang terlibat dalam seni, olahraga, dsb. untuk uang, terutama sebagai sumber kehidupan, daripada sekedar hobi.

  3. Seorang yang melakukan sesuatu dengan keahlian yang baik.

Perhatikan kata-kata yang digarisbawahi.  Menjadi seorang profesional membutuhkan keahlian yang baik.  Itu juga melibatkan profesi yang konstan, yaitu pengakuan atau siapa dia dan apa yang dilakukannya untuk hidup.  Seorang profesional hidup dari apa yang dilakukannya.

Seorang profesional mengadopsi gaya hidup yang sesuai dengan profesi/pengakuannya.  Seorang pemain sepakbola profesional berpikir, membicarakan, mendiskusikan sepakbola lebih daripada apapun.  Ia akan menonton pertandingan sepakbola di TV maupun langsung dari pada menonton pertunjukan musik.  Ia akan menyesuaikan aktifitas hariannya agar tidak mengganggu jadwal latihannya.  Ia juga akan mengatur waktu santai atau liburnya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jadwal latihan dan kompetisi.  Ia akan dengan cermat memilih kegiatan lain yang tidak akan mengacaukan ketrampilan sepakbolanya tetapi justru yang mengasahnya.

Ini juga berlaku bagi kita.  Kita ambil definisi-definisi di atas dan kita terapkan di dalam pelajaran kita.  Seorang percaya yang profesional:

Sebagai contoh ambil seorang atlet dunia yang berhasil, atau seorang pengusaha multi-milyarder, atau penghibur yang terkenal di dunia.  Meskipun bakat mereka sangat berbeda, mereka sebenarnya mempraktekkan prinsip-prinsip yang sama untuk mencapai posisi teratas di bidang mereka masing-masing.

Keberhasilan mereka membutuhkan:

Siapa Orang Kristen?

Tuhan berkata bahwa kita dibenarkan oleh darahNya (Rom. 5:9).  Sebagai orang benar, Tuhan memberikan kepada kita petunjuk hidup – orang benar akan hidup karena iman (Rom. 1:17; 2 Kor. 5:7).  Karena kita harus hidup dengan iman, Ia mengatakan bagaimana cara mendapatkan iman – iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Rom. 10:17).

Berkaitan dengan firmanNya: kita bisa mendapatkan apa yang kita katakan jika kita percaya dan tidak bimbang dalam hati (Mar. 11:23), Tuhan menerangkan bahwa ketika kita percaya dan roh iman bangkit di dalam kita, kita akan berbicara (2 Kor. 4:13).  Kemudian Ia berkata bahwa tanpa iman kita tidak bisa menyenangkanNya dan bahwa apapun yang tidak berasal dari iman adalah dosa (Ibr. 10:38; Rom. 4:23).

Murid-murid Yesus bertanya kepadaNya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” (Yoh. 6:28).  Yesus menjawab mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Appah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yoh. 6:29).

Kita dapat melihat bahwa Tuhan tidak pernah menuntut kita melakukan yang sulit atau tidak mungkin – hanya percaya dan beriman kepada Yesus Kristus.  Jika saja kita dapat melakukan hal ini [percaya] dengan sempurna, kita tentunya akan mampu melakukan apa yang Yesus lakukan dan bahkan hal yang lebih besar lagi, seperti yang dijanjikanNya (Yoh. 14:12).

Yesus ialah Firman Tuhan yang menjadi manusia (Yoh. 1:1,14).  Kalau kita hanya perlu percaya kepada Yesus, berarti kita hanya perlu percaya Firman Tuhan.  Tuhan berkata bahwa alam semesta dijadikan oleh firman Tuhan (Ibr. 11:3) dan bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (Yoh. 1:3).  Jadi, dengan kata lain, jika kita percaya saja Firman Tuhan (yaitu Yesus sendiri) kita bisa dengan mudah mengambil firmanNya dan memperkatakan berkat menjadi kenyataan (2 Kor. 4:13).  Sama seperti Bapa surgawi kita saat Ia menciptakan dunia ini.  Dahsyat!

Bagaimana Menjadi Orang Percaya yang Profesional?

Hal yang pertama-tama ialah: untuk menjadi orang Kristen anda harus percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatmu (Rom. 10:9-10).  Singkatnya, anda harus lahir baru (Yoh. 3:7).  Jika anda telah lahir baru, berarti anda memiliki kuasa Allah tinggal di dalammu untuk mengangkat beban, menghancurkan kuk (Yes. 11:2).  Di dalam Kristus anda akan memiliki semua berkat rohani di surga (Ef. 1:3).  Anda akan didudukkan bersama Yesus jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan; dan segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Yesus [anda] (Ef. 1:20-23).  Anda telah dipindahkan dari kerajaan gelap ke dalam kerajaan Yesus (Kol. 1:13).  Anda adalah ciptaan baru [dengan kodrat ilahi] tanpa masa lalu dan telah dianugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh (2 Kor. 5:17; 2 Pet. 1:3-4).  Dengan dikaruniai semua hal yang dahsyat saat kita lahir baru, yang perlu kita lakukan hanyalah mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (Fil. 2:12-13).

Kedua, anda perlu sebuah visi karena tanpa visi anda akan hancur (Hos. 4:6; Ams. 29:18).  Dalam hal ini, visi yang dimaksud adalah lebih dari sekedar impian / imajinasi; yang dimaksud adalah pewahyuan akan kehendak Allah [rhema].  Waktu anda membaca janji Tuhan dan anda dapat melihatnya, maka anda akan mengandung janji itu dan menerimanya

Ketiga, persembahkan tubuhmu kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup (Rom. 12:1).  Daging anda selalu berperang melawan rohmu, oleh karena itu anda harus mematikan perbuatan-perbuatan dagingmu (Rom. 8:13; Kol. 3:5-9).  Ketika anda memisahkan diri anda dari dunia dan tidak menyentuh yang najis, anda dapat digunakan oleh Tuhan sebagai bejana kemuliaanNya (2 Kor. 6:17; 2 Tim. 2:21).  Katakan TIDAK setiap waktu kepada keinginan daging dan hawa nafsumu.  Akan terasa sakit tetapi bermanfaat.

Keempat, perbaharui akal pikiranmu agar anda dapat berpikir seperti Tuhan berpikir (Ef. 4:23; Rom. 12:2; Fil. 2:5).  Anda tidak lagi mampu memikirkan pikiran-pikiran yang tidak benar.  Anda seharusnya menawan segala pikiran yang menentang pengenalan akan Allah dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Kor. 10:5).  Perhatikan bahwa anda harus menawan segala pikiran – bukan beberapa pikiran atau pikiran tertentu – dan menaklukkannya kepada Kristus.  Ini menunjukkan kepada kita bahwa Yesus ingin menjadi Tuhan atas pikiranmu.

Tuhan kemudian mengatakan dengan spesifik apa yang harus dipikirkan: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus…. semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Fil. 4:6-8).

Kelima, memperbaharui pikiran tidak dapat dipisahkan dari mempelajari Firman Tuhan.  Waktu anda mencari hikmatNya seperti anda mencari perak dan harta terpendam, maka anda akan mendapatkannya (Ams. 2:3-4’ Mat. 7:7).  “Hikmat adalah hal yang terutama; karena itu perolehlah hikmat: dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian” (Ams. 4:7, King James Version).  Firman Tuhan ialah hikmat (Ams. 3:19).  Jika itu adalah hal yang terutama, berarti tanpa hikmat kita tidak dapat memperbaharui pikiran kita.

Keenam, agar kita berhasil hidup dengan iman berarti kita perlu menjadi pelaku Firman (Yak, 1:22-25).  Iman tanpa perbuatan adalah mati, tetapi ketika kita bertindak atas iman maka iman kita disempurnakan (Yak. 2:17-22).  Yosua 1:8 pada intinya mengatakan bahwa kita hanya bisa berhasil dan makmur jika kita bertindak sesuai dengan Firman.

Ketujuh, dalam Alkitab kita dapat temukan banyak saran untuk mengikuti langkah dari hamba-hamba Tuhan (Ibr. 13:7; Fil. 3:17, 4:9; I Kor. 4:16, 11:1).  Selanjutnya, I Yoh. 2:6 berkata, “Barangsiapa mengatakan,bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”  Hal ini sangat normal dalam kehidupan – kita membutuhkan seorang telada.  Rasul Paulus menganjurkan kepada Timotius, meskipun usianya masih muda, agar menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kesetiaan, dan dalam kesuciannya (I Tim. 4:12).

Kedelapan, saat anda memutuskan untuk hidup seperti Yesus, saya dapat pastikan bahwa iblis tidak akan berpura-pura mati.  Iblis akan ‘menghujani’ anda dengan godaan dan pencobaan.  Anda tidak akan pernah berhasil kecuali anda bertekun dalam iman (Kol. 1:23).  “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibr. 10:36).  Tuhan tidak berkenan kepada siapapun yang mengundurkan diri dari imannya (Ibr. 10:38).

Yang terakhir ialah menjaga lidah.  Ingat bahwa seorang profesional mengakui siapa dirinya dan apa yang dilakukannya.  “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita berpegang teguh pada pengakuan iman kita” (Ibr. 4:14).  “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia” (Ibr. 10:23).

“…dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Rom. 10:10).  “Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum” (Mat. 12:37).  Jika kita menerapkannya dalam bidang kehidupan lainnya: dengan mulut kita mengaku dan berhasil, sehat, makmur, dibebaskan, dilindungi, dijaga, dsb.  Pilihannya ada di tangan kita.  Pengakuan iman kita yang teguh akan membuat kita memiliki janji-janji Tuhan.  Tuhan berkata bahwa kita bisa memiliki apa yang kita katakan (Mar. 11:23).  Haleluya!  Puji Tuhan!