Pada
suatu pagi, saya terbangun dengan perkataan ini di hati saya: Jadilah
seorang percaya yang profesional! Saya
ingat saya mendengar kalimat itu dari Pak Copeland dalam satu seri
pengajarannya. Tetapi saat
Roh Kudus menaruhnya kembali di hati saya, saya tahu bahwa Ia mau saya
mempelajari sesuatu dari perkataan itu dengan menggali Firman.
Di
pagi hari yang sama saya menonton film semi-dokumenter di TV mengenai
peselancar profesional. Film
itu menggambarkan bagaimana peselancar profesional itu hidup: apa yang
mereka lakukan agar mereka menjadi profesional, bagaimana mereka melatih
diri mereka dan menjaga diri mereka tetap prima secara fisik dan mental
untuk menghadapi ombak-ombak besar, bagaimana mereka berkeliling dunia
hanya untuk satu tujuan – mengalahkan ombak-ombak besar yang seringkali
berbahaya. Film itu juga
menunjukkan bagaimana mereka memusatkan semua uang, pikiran dan kehidupan
mereka untuk menunjang kecintaan mereka untuk berselancar.
Roh
Kudus seringkali memiliki cara yang unik untuk mengajarkan hikmat Tuhan
kepada saya. Dengan
menggunakan film dan aktifitas duniawi, Roh Kudus berhasil menyampaikan
maksudNya kepada saya. Ketika
saya mengamati apa yang dilakukan para peselancar profesional itu, atau
yang dilakukan profesional yang lainnya untuk berhasil, sesungguhnya
adalah prinsip-prinsip alkitabiah yang akan kita diskusikan kemudian.
Seringkali,
orang dunia lebih agresif dan lebih berjuang untuk mencapai apa yang
mereka inginkan di dalam hidup. Sementara
kita – orang percaya yang lahir baru, yang di dalamnya berdiam kuasa
Allah untuk mengangkat beban, menghancurkan kuk, dan mencipta –
cenderung untuk menyerah terlalu cepat.
Kita kurang bertekun dalam iman kita.
Kita mudah gagal karena kita mengharapkan Tuhan untuk melakukan
bagian yang seharusnya kita lakukan.
Kita mudah frustrasi karena kita mencoba melaksanakan apa yang
sebenarnya adalah bagian Tuhan.
Secara teknis, tidak ada yang namanya orang tidak percaya di dunia ini. Manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan (Kej. 1:26), dan Tuhan adalah Mahluk percaya. Manusia selalu percaya terhadap sesuatu – apakah itu Yesus, dirinya sendiri, kekayaan materi, mahluk supernatural yang superior (baik Tuhan, Iblis, matahari, bulan, atau apapun), bahkan kenihilan.
Perbedaan antara orang Kristen dan orang percaya yang lain terletak pada Siapa yang kita percaya. Kita membangun kepercayaan (atau iman) kita di atas Firman Yang Hidup, yaitu Yesus Kristus. Di dalamNya tidak ada tempat bagi kegagalan, tidak ada tempat bagi kesalahan, tidak ada tempat bagi kekecewaan, tidak ada tempat bagi apapun kecuali HIDUP yang PENUH KEMENANGAN, KELIMPAHAN, dan KEKAL ((2 Kor. 1:20; Yoh. 3:15; Yoh. 10:10).
Manusia mencerminkan
kepercayaannya dalam perilaku dan perkataannya, hanya karena Tuhan juga
demikian. Orang Kristen,
tentu saja, percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya.
Sebagaimana orang percaya yang lain, orang Kristen juga akan
mencerminkan imannya kepada Yesus Kristus dalam perilaku dan
pembicaraannya sehari-hari. Meskipun
itu mungkin tidak terjadi setiap saat, tetapi seharusnya begitulah.
Kalau Tuhan percaya sesuatu, Ia akan menjadikannya kenyataan dengan
melepaskan imanNya dalam perkataanNya dan Ia akan mendapatkan apa yang Ia
katakan (Mar.11:23).
Menurut
kamus Webster’s New World seorang professional
adalah:
Seorang
yang mempraktekkan suatu profesi.
Seorang
yang terlibat dalam seni, olahraga, dsb. untuk uang, terutama
sebagai sumber kehidupan, daripada sekedar hobi.
Seorang
yang melakukan sesuatu dengan keahlian yang baik.
Perhatikan
kata-kata yang digarisbawahi. Menjadi
seorang profesional membutuhkan keahlian yang baik.
Itu juga melibatkan profesi yang konstan, yaitu pengakuan
atau siapa dia dan apa yang dilakukannya untuk hidup. Seorang profesional hidup dari apa yang dilakukannya.
Seorang
profesional mengadopsi gaya hidup yang sesuai dengan profesi/pengakuannya.
Seorang pemain sepakbola profesional berpikir, membicarakan,
mendiskusikan sepakbola lebih daripada apapun.
Ia akan menonton pertandingan sepakbola di TV maupun langsung dari
pada menonton pertunjukan musik. Ia
akan menyesuaikan aktifitas hariannya agar tidak mengganggu jadwal
latihannya. Ia juga akan mengatur waktu santai atau liburnya sedemikian
rupa sehingga tidak mengganggu jadwal latihan dan kompetisi.
Ia akan dengan cermat memilih kegiatan lain yang tidak akan
mengacaukan ketrampilan sepakbolanya tetapi justru yang mengasahnya.
Ini
juga berlaku bagi kita. Kita ambil definisi-definisi di atas dan kita terapkan di
dalam pelajaran kita. Seorang
percaya yang profesional:
mempraktekkan
profesi/pengakuan imannya lebih dari profesi/pengakuan
keraguan/ketakuan/ketidakpercayaannya.
terlibat
di dalam Firman Tuhan sebagai sumber kehidupannya, tidak sekedar
sebagai suatu kegiatan agama.
ialah
seseorang yang mengakui imannya dengan keahlian yang baik.
Sebagai
contoh ambil seorang atlet dunia yang berhasil, atau seorang pengusaha
multi-milyarder, atau penghibur yang terkenal di dunia.
Meskipun bakat mereka sangat berbeda, mereka sebenarnya
mempraktekkan prinsip-prinsip yang sama untuk mencapai posisi teratas di
bidang mereka masing-masing.
Keberhasilan
mereka membutuhkan:
bakat
lahiriah tertentu untuk melakukan yang mereka inginkan (misalnya suara
bagus untuk penghibur, cara berpikir analitis yang baik bagi seorang
pengusaha, dsb.),
kemauan
kuat, tekad, keputusan bulat, visi yang kuat dan ketekunan untuk
meraih posisi puncak,
pekerjaan
mereka mendapat tempat pertama dalam hidup mereka, bahkan sebelum
keluarga dan diri mereka sendiri,
pengorbanan
daging untuk pembentukan kebiasaan baru yang menunjang tujuan mereka
(misalnya tidak merokok bagi atlet, tidak ada waktu santai bagi
seorang pengusaha, meskipun tidak ingin harus tetap senyum kepada fans
bagi seorang penghibur, dsb.),
waktu
yang cukup untuk mempelajari keberhasilan dan kegagalan dari orang
berhasil yang terdahulu di bidang masing-masing,
keinginan
untuk mempelajari teknik baru, atau strategi baru atau peralatan baru
atau metode baru yang dapat membantu peningkatan penampilan mereka.
Tuhan
berkata bahwa kita dibenarkan oleh darahNya (Rom. 5:9).
Sebagai orang benar, Tuhan memberikan kepada kita petunjuk hidup
– orang benar akan hidup karena iman (Rom. 1:17; 2 Kor. 5:7).
Karena kita harus hidup dengan iman, Ia mengatakan bagaimana cara
mendapatkan iman – iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh
firman Kristus (Rom. 10:17).
Berkaitan
dengan firmanNya: kita bisa mendapatkan apa yang kita katakan jika kita
percaya dan tidak bimbang dalam hati (Mar. 11:23), Tuhan menerangkan bahwa
ketika kita percaya dan roh iman bangkit di dalam kita, kita akan
berbicara (2 Kor. 4:13). Kemudian
Ia berkata bahwa tanpa iman kita tidak bisa menyenangkanNya dan bahwa
apapun yang tidak berasal dari iman adalah dosa (Ibr. 10:38; Rom. 4:23).
Murid-murid
Yesus bertanya kepadaNya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami
mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” (Yoh. 6:28).
Yesus menjawab mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Appah,
yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yoh.
6:29).
Kita
dapat melihat bahwa Tuhan tidak pernah menuntut kita melakukan yang sulit
atau tidak mungkin – hanya percaya dan beriman kepada Yesus Kristus.
Jika saja kita dapat melakukan hal ini [percaya] dengan sempurna,
kita tentunya akan mampu melakukan apa yang Yesus lakukan dan bahkan hal
yang lebih besar lagi, seperti yang dijanjikanNya (Yoh. 14:12).
Yesus
ialah Firman Tuhan yang menjadi manusia (Yoh. 1:1,14).
Kalau kita hanya perlu percaya kepada Yesus, berarti kita hanya
perlu percaya Firman Tuhan. Tuhan
berkata bahwa alam semesta dijadikan oleh firman Tuhan (Ibr. 11:3) dan
bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak suatupun yang
telah jadi dari segala yang telah dijadikan (Yoh. 1:3).
Jadi, dengan kata lain, jika kita percaya saja Firman Tuhan (yaitu
Yesus sendiri) kita bisa dengan mudah mengambil firmanNya dan
memperkatakan berkat menjadi kenyataan (2 Kor. 4:13).
Sama seperti Bapa surgawi kita saat Ia menciptakan dunia ini.
Dahsyat!
Hal
yang pertama-tama ialah: untuk
menjadi orang Kristen anda harus percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus
adalah Tuhan dan Juruselamatmu (Rom. 10:9-10).
Singkatnya, anda harus lahir baru (Yoh. 3:7).
Jika anda telah lahir baru, berarti anda memiliki kuasa Allah
tinggal di dalammu untuk mengangkat beban, menghancurkan kuk (Yes. 11:2). Di dalam Kristus anda akan memiliki semua berkat rohani di
surga (Ef. 1:3). Anda akan
didudukkan bersama Yesus jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan
penguasa dan kekuasaan dan kerajaan; dan segala sesuatu telah diletakkan
di bawah kaki Yesus [anda] (Ef. 1:20-23).
Anda telah dipindahkan dari kerajaan gelap ke dalam kerajaan Yesus
(Kol. 1:13). Anda adalah ciptaan baru [dengan kodrat ilahi] tanpa masa
lalu dan telah dianugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang
saleh (2 Kor. 5:17; 2 Pet. 1:3-4). Dengan
dikaruniai semua hal yang dahsyat saat kita lahir baru, yang perlu kita
lakukan hanyalah mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar
(Fil. 2:12-13).
Kedua,
anda perlu sebuah
visi karena tanpa visi anda akan hancur (Hos. 4:6; Ams. 29:18).
Dalam hal ini, visi yang dimaksud adalah lebih dari sekedar impian
/ imajinasi; yang dimaksud adalah pewahyuan akan kehendak Allah [rhema].
Waktu anda membaca janji Tuhan dan anda dapat melihatnya,
maka anda akan mengandung janji
itu dan menerimanya
Ketiga,
persembahkan
tubuhmu kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup (Rom.
12:1). Daging anda selalu
berperang melawan rohmu, oleh karena itu anda harus mematikan
perbuatan-perbuatan dagingmu (Rom. 8:13; Kol. 3:5-9).
Ketika anda memisahkan diri anda dari dunia dan tidak menyentuh
yang najis, anda dapat digunakan oleh Tuhan sebagai bejana kemuliaanNya (2
Kor. 6:17; 2 Tim. 2:21). Katakan
TIDAK setiap waktu kepada keinginan daging dan hawa nafsumu.
Akan terasa sakit tetapi bermanfaat.
Keempat,
perbaharui akal pikiranmu agar anda dapat berpikir seperti
Tuhan berpikir (Ef. 4:23; Rom. 12:2; Fil. 2:5).
Anda tidak lagi mampu memikirkan pikiran-pikiran yang tidak benar.
Anda seharusnya menawan segala pikiran yang menentang pengenalan
akan Allah dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Kor. 10:5).
Perhatikan bahwa anda harus menawan segala pikiran – bukan
beberapa pikiran atau pikiran tertentu – dan menaklukkannya kepada
Kristus. Ini menunjukkan
kepada kita bahwa Yesus ingin menjadi Tuhan atas pikiranmu.
Tuhan
kemudian mengatakan dengan spesifik apa yang harus dipikirkan:
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah
dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan
ucapan syukur. Damai
sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan
pikiranmu dalam Kristus Yesus…. semua yang benar, semua yang mulia,
semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap
didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah
semuanya itu” (Fil. 4:6-8).
Kelima,
memperbaharui pikiran tidak dapat dipisahkan dari mempelajari
Firman Tuhan. Waktu
anda mencari hikmatNya seperti anda mencari perak dan harta terpendam,
maka anda akan mendapatkannya (Ams. 2:3-4’ Mat. 7:7).
“Hikmat adalah hal yang terutama; karena itu perolehlah hikmat:
dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian” (Ams. 4:7, King
James Version). Firman
Tuhan ialah hikmat (Ams. 3:19). Jika
itu adalah hal yang terutama, berarti tanpa hikmat kita tidak dapat
memperbaharui pikiran kita.
Keenam,
agar kita berhasil hidup dengan iman berarti kita perlu menjadi pelaku Firman (Yak, 1:22-25).
Iman tanpa perbuatan adalah mati, tetapi ketika kita bertindak atas
iman maka iman kita disempurnakan (Yak. 2:17-22).
Yosua 1:8 pada intinya mengatakan bahwa kita hanya bisa berhasil
dan makmur jika kita bertindak sesuai dengan Firman.
Ketujuh,
dalam Alkitab kita dapat temukan banyak saran untuk mengikuti langkah dari hamba-hamba Tuhan (Ibr. 13:7; Fil.
3:17, 4:9; I Kor. 4:16, 11:1). Selanjutnya,
I Yoh. 2:6 berkata, “Barangsiapa mengatakan,bahwa ia ada di dalam Dia,
ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
Hal ini sangat normal dalam kehidupan – kita membutuhkan seorang
telada. Rasul Paulus
menganjurkan kepada Timotius, meskipun usianya masih muda, agar menjadi
teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataan, dalam tingkah laku,
dalam kesetiaan, dan dalam kesuciannya (I Tim. 4:12).
Kedelapan,
saat anda memutuskan
untuk hidup seperti Yesus, saya dapat pastikan bahwa iblis tidak akan
berpura-pura mati. Iblis akan ‘menghujani’ anda dengan godaan dan pencobaan.
Anda tidak akan pernah berhasil kecuali anda bertekun
dalam iman (Kol. 1:23). “Sebab
kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah,
kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibr. 10:36).
Tuhan tidak berkenan kepada siapapun yang mengundurkan diri dari
imannya (Ibr. 10:38).
Yang
terakhir ialah menjaga
lidah. Ingat bahwa
seorang profesional mengakui siapa dirinya dan apa yang dilakukannya.
“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah
melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita berpegang
teguh pada pengakuan iman kita” (Ibr. 4:14).
“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan
kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia” (Ibr. 10:23).
“…dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Rom. 10:10). “Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum” (Mat. 12:37). Jika kita menerapkannya dalam bidang kehidupan lainnya: dengan mulut kita mengaku dan berhasil, sehat, makmur, dibebaskan, dilindungi, dijaga, dsb. Pilihannya ada di tangan kita. Pengakuan iman kita yang teguh akan membuat kita memiliki janji-janji Tuhan. Tuhan berkata bahwa kita bisa memiliki apa yang kita katakan (Mar. 11:23). Haleluya! Puji Tuhan!