Setiap kali memasuki tahun
baru, banyak orang mendadak menjadi rajin untuk membaca koran atau majalah
maupun mendengarkan radio untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh para
pengamat politik, ahli ekonomi, dan pejabat pemerintah mengenai keadaan di
tahun yang baru. Televisi pun
menayangkan acara-acara perbincangan atau diskusi dengan para tokoh-tokoh
nasional mengenai masa depan bangsa kita.
Secara pribadi, cukup banyak orang yang iseng-iseng membaca
ramalan bintang atau shio untuk mengintip nasibnya di tahun 2002.
Ada juga yang sengaja mencari paranormal untuk mengetahui apa yang
tersedia baginya di tahun baru ini.
Masa depan adalah sesuatu yang
merupakan misteri bagi banyak orang. Banyak orang menghabiskan banyak
waktu untuk mencoba memperkirakan apa yang akan terjadi di depan mereka.
Akan tetapi masa depan tidak perlu menjadi misteri bagi orang-orang
yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas kehidupan mereka.
Yang pasti, kita tidak perlu repot-repot memikirkan kebutuhan hidup
sehari-hari karena Allah Bapa sudah menjanjikan untuk menambahkannya kepada kita
Tuhan berjanji kalau kita
mencari KerajaanNya dan kebenarannya maka Dia akan menambahkan kepada kita
segala yang dicari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (Matius 6:32-33).
Kalau Tuhan memerintahkan kita untuk mencari dahulu KerajaanNya dan
kebenarannya, berarti kita bisa menemukan kedua hal itu kalau kita
mencarinya. Tetapi dimana
kita bisa menemukan Kerajaan Allah itu?
Sewaktu Yesus ditemui oleh
Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi, terjadilah percakapan berikut
ini: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus
Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang
Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Yesus menjawab, kataNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika
seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat
Dibutuhkan indera penglihatan
untuk mencari sesuatu. Menurut
Yesus, kalau tidak dilahirkan kembali (lahir baru) maka anda tidak bisa
melihat Kerajaan Allah. Oleh
karena itu, bagi anda yang mau mencari Kerajaan Allah berarti anda harus
terlebih dahulu lahir baru.
Jika anda sudah lahir baru
maka berarti anda dapat melihat Kerajaan Allah.
Orang yang lahir baru bisa melihat Kerajaan Allah karena mereka
sudah dipindahkan kedalam kerajaan itu (baca Kolose 1:13). Di dalam Kerajaan Allah, sudah sepatutnya anda menyembah sang
Raja yaitu Yesus Kristus (baca 1 Korintus 15:25; Kolose 1:13; 1 Timotius
6:14-15).
Sama seperti di dalam kerajaan
manusia dimana setiap perintah raja menjadi hukum yang harus ditaati dan
tidak boleh dilanggar, demikianlah setiap firman Tuhan menjadi hukum yang
harus ditaati. Hanya bedanya,
di dalam Kerajaan Allah ini umatNya dibiarkan untuk menggunakan kehendak
bebas mereka untuk memilih menaati atau tidak menaati firmanNya.
Justru kebebasan berkehendak dan memilih inilah yang seringkali
merepotkan kita. Tuhan bahkan
tidak dapat memaksa kita untuk menaati firmanNya.
"Lho, Tuhan khan Maha Kuasa? Kenapa Dia tidak bisa membuat kita taat terhadap firmanNya?"
Tuhan memang sungguh Maha
Kuasa, akan tetapi Dia tidak bisa melanggar hak kebebasan memilih kita.
Buktinya Dia tidak bisa memaksa Adam taat di Taman Firdaus.
Buktinya Dia tidak bisa membuat semua manusia menerima
keselamatan meskipun Yesus mati di kayu salib dan dibangkitkan dari antara
orang mati bagi semua umat manusia. Tuhan hanya akan menjadi Maha Kuasa jika kita menjadikanNya
Tuhan atas kehidupan kita. Caranya
adalah dengan lahir baru.
Setelah kita lahir baru dan
bisa melihat Kerajaan Allah, Matius 6:33 bilang bahwa kita juga harus
mencari kebenarannya. Apa itu
kebenarannya? Dimana
mendapatkannya?
Yohanes 17:17 berkata, Kuduskanlah
mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran.
Kalau kebenaran itu adalah firman Tuhan, berarti kita bisa
mendapatkan kebenaran itu di dalam Alkitab kita sendiri.
Setiap peralatan elektronik
yang kita beli pasti memiliki sebuah buku petunjuk pemakai. Di dalam buku itu tercatat segala informasi mengenai alat
itu: apa yang alat itu bisa lakukan, apa artinya tombol-tombol atau
aksesoris yang ada di alat itu, bagaimana membersihkan dan merawat alat
itu, apa yang harus dilakukan kalau alat itu tidak berfungsi dengan benar,
dll. Buku petunjuk itu dibuat
oleh pencipta alat itu.
Kita diciptakan oleh Tuhan dan
Alkitab adalah Buku Petunjuk Hidup bagi kita.
Kalau kita tidak membaca Alkitab dan mencari tahu segala sesuatu
mengenai kehidupan, maka kita tidak akan bisa hidup seperti yang Tuhan
inginkan. Kalau kita tidak
mengenal firman Tuhan, maka kita tidak akan bisa menikmati hidup seperti
seharusnya.
Tuhan berkata bahwa kita
harus mencari dahulu kerajaanNya dan kebenarannya agar Dia bisa
menambahkan segala yang kita butuhkan ke dalam hidup
kita.
Sejak awal, Tuhan menciptakan
manusia tidak untuk bersusah payah menghidupi dirinya sendiri.
Kejadian 2:7-8 berkata, Ketika itulah Tuhan Allah membentuk
manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam
hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah
timur; disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu.
Tuhan menciptakan manusia,
lalu Dia memberi manusia itu tempat tinggal yang nyaman sehingga si
manusia Adam (dan kemudian istrinya Hawa) tidak perlu bersusah payah
mengusahakan makanan bagi dirinya. Lalu
Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan
yang baik untuk dimakan buahnya... (Kejadian 2:9).
Tuhan bahkan tidak menyuruh Adam menanam pohon.
Tuhan sendiri yang membuat pohon-pohon bertumbuh dan mengeluarkan
buah yang baik untuk dimakan oleh Adam.
Bahkan Tuhan tidak menyuruh
Adam menyirami tanaman-tanaman di Taman Eden.
Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu...
(Kejadian 2:10). Kemudian, Tuhan
Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk
mengusahakan dan memelihara taman itu (Kejadian 2:15).
Tuhan menaruh manusia di taman itu untuk menjadi Pengelola (atau
istilah kerennya Manager).
Lalu Tuhan melatih Adam untuk
mempergunakan kata-kata-nya. Tuhan melatih Adam untuk menjadi seperti
diriNya, yaitu apapun yang Adam perkatakan akan terjadi. Lalu Tuhan Allah membentuk dari tanah segala
Anda lihat itu?
Tuhan bahkan tidak ikut campur dalam memberi nama binatang dan
pendamping Adam. Adamlah yang
memberi nama kepada setiap makhluk yang diciptakan setelah dirinya.
Bahkan Adamlah yang memberi nama "perempuan" kepada
makhluk yang berbeda kelamin yang diciptakan Tuhan sebagai penolong yang
sepadan baginya. Tuhan membiarkan Adam melatih kuasanya atas bumi dan
segala makhluk yang ada di bumi (baca Kejadian 1:28) dengan perkataannya.
Ingat bahwa manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan
untuk berkuasa (baca Kejadian 1:26).
Dengan perkataannya manusia
menaklukkan dan menguasai bumi. Dengan
kuasa lidahnya manusia menentukan kehidupannya (baca Amsal 18:20-21; Amsal
21:23; Amsal 10:11; Yosua 1:8; Matius 12:37; Roma 10:10).
Kalau kita perhatikan dari
sejak Adam diciptakan, ternyata Tuhan memang tidak menciptakan manusia
untuk menghidupi diri sendiri dengan kerja keras.
Semuanya ditambahkan Tuhan kepada Adam: taman, sungai, pepohonan
yang berbuah baik, sumber daya alam yang kaya, binatang-binatang, dan
pasangan hidup yang sepadan.
Segala kerja keras
untuk mencari nafkah yang banyak
Tetapi, Tuhan senantiasa mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu hidup di
bawah kutuk. Bagaimana caranya?
Kalau anda telah lahir baru
berarti Allah Bapa telah melepaskan anda dari kuasa kegelapan dan telah
memindahkan anda ke dalam kerajaan Yesus (baca Kolose 1:13).
Kita sudah tidak berada lagi di bawah kuasa si jahat dan kita juga
sudah tidak berada di dalam kerajaan si jahat.
Kita sudah tinggal di dalam kerajaan Yesus dimana hanya ada
kemakmuran dan kelimpahan. Meskipun
kita sudah terlepas dari kuasa si jahat dan telah tinggal di dalam
kerajaan Allah, tidak berarti hidup kita otomatis menjadi enak, nyaman dan
berkelimpahan. Mengapa tidak otomatis? Karena
dibutuhkan iman untuk menerima dari Tuhan.
Iman hanya bisa diperoleh dari mendengarkan Firman Tuhan (Roma
10:17).
Matius 6:33 berkata bahwa
semua yang kita butuhkan untuk hidup akan ditambahkan kepada kita.
Lalu Kolose 1:13 berkata bahwa kita telah pindah ke dalam kerajaan
Yesus. Bagaimana caranya kita
bisa bertambah? Ada banyak orang yang sudah lahir baru, dipenuhi Roh Kudus,
sangat mengasihi Tuhan, dan sangat giat dalam pelayanan, akan tetapi tidak
ada pertambahan dalam hidup mereka. Bahkan
ada beberapa dari mereka yang malah kehilangan pasangan hidup, anak,
materi, kesehatan, dll.
Anda mungkin berkata,
"Ya, tetapi mereka khan kaya rohani."
Tepat sekali, mereka memang kaya rohani.
Saya tidak berani membantah hal itu.
Sebenarnya, setiap orang lahir baru itu sangat kaya rohani karena
firman Tuhan di Efesus 1:3 berkata, Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan
kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala
berkat rohani di dalam sorga.
Jadi, setiap orang yang lahir baru itu sama kayanya.
Tidak ada seorang pun yang lebih kaya rohani dari pada yang lain
karena kita semua adalah ahli waris bersama dengan Yesus (baca Roma 8:17).
Kalau kita baca dengan seksama
Matius 6:19-34, Yesus sedang mengajarkan murid-muridNya untuk tidak
mengkhawatirkan perkara duniawi yaitu materi untuk kehidupan sehari-hari
karena semua kebutuhan itu sudah diketahui oleh Bapa di surga.
Yesus mengatakan bahwa kalau kita hanya memusatkan pikiran kita
kepada kebutuhan sehari-hari, maka berarti kita menjalani hidup seperti
orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.
Yesus mau kita memusatkan pikiran kita kepada perkara surgawi,
yaitu perkara Kerajaan Allah dan kebenarannya alias firmanNya, agar Dia
dapat menambahkan segala yang diperlukan untuk sehari-hari ke dalam hidup
kita.
Seperti yang kita lihat dari
awal bahwa sebenarnya manusia itu tidak diciptakan untuk menanggung beban
untuk menghidupi diri sendiri. Adalah
kehendak Tuhan untuk memenuhi segala kebutuhan manusia selama hidupnya.
Ada hukum-hukum rohani yang harus kita kerjakan agar kita dapat
menerima setiap kebutuhan kita dipenuhi oleh Tuhan.
Salah satunya adalah memberi
perpuluhan, yaitu sepersepuluh (alias 10 persen) dari setiap penghasilan
kita. Mengapa harus memberi
perpuluhan? Karena Tuhan
telah menyatakan bahwa perpuluhan itu kudus adanya—Demikian jugalah
segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah
maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik Tuhan; itulah persembahan
kudus bagi Tuhan (Imamat 27:30).
Karena Tuhan telah mengatakan
bahwa perpuluhan itu adalah kudus adanya, oleh karena itu jangan heran
kalau Dia menyebut kita penipu saat kita tidak memberikan perpuluhan—Bolehkah
manusia menipu Allah? Namun
kamu menipu Aku. Tetapi
engkau berkata: "Dengan cara bagaimanakan kami menipu Engkau?"
Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan
Dan kalau kita memberi
perpuluhan berarti kita memuliakan Dia—Muliakanlah Tuhan dengan
hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu (Amsal
3:9).
Pertanyaan yang paling populer
sehubungan dengan perpuluhan adalah "Persepuluhan itu diambil dari
pendapatan kotor sebelum pajak atau setelah dipotong pajak?"
Ingat perkataan Yesus mengenai pajak di Matius 22:19-21, "Tunjukkanlah
kepadaKu mata uang untuk pajak itu."
Mereka membawa suatu dinar kepadaNya.
Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah
ini?" Jawab mereka:
"Gambar dan tulisan Kaisar."
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa
yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu
berikan kepada Allah. Oleh sebab itu, persepuluhan anda harus diambil
dari jumlah sebelum dipotong pajak penghasilan—baca kembali Imamat
27:30.
Karena Tuhan yang menguduskan
persepuluhan itu, maka Dia menjanjikan bahwa kita tidak akan pernah
kekurangan kalau kita menjadi pembayar persepuluhan.
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah
perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku,
firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan tingkap-tingkap
langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan
menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil
tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu,
firman Tuhan semesta alam. Maka
segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi
negeri kesukaan, firman Tuhan semesta alam (Maleakhi 3:10-12).
Dia juga berfirman di Amsal
3:9-10, Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari
segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai
melimpah-limpah, dan bejana-bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah
anggurnya.
Disamping persepuluhan, hal
lain yang membuat kita dapat menerima pertambahan ilahi adalah pemberian
atau persembahan kita. Di
Amsal 3:9-10 janji kelimpahan Tuhan akan bisa diterima kalau kita
memuliakan Tuhan dengan harta (pemberian) dan hasil pertama
(persepuluhan). Di kitab
Maleakhi Tuhan sedang memarahi bangsa Israel karena kecerobohan mereka
dalam membayar persepuluhan dan persembahan mereka kepada Tuhan.
Hasil dari kecerobohan mereka, bangsa itu berada dalam kutuk.
Lukas
6:38 berkata, Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik,
yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke
dalam ribaanmu. Sebab ukuran
yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Jika kita memberi, maka kita akan menerima kembali sesuai dengan
takaran yang kita pakai dalam memberi.
Hal ini ditegaskan
Tuhan dalam 2 Korintus 9:6, Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit,
akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai
banyak juga. Lalu bagi
pemberi atau penabur dijanjikan bahwa Allah sanggup melimpahkan segala
kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam
segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan (2
Korintus 9:8).
Janji-janji Tuhan di atas perlu anda renungkan hingga hati anda menjadi sangat mantap untuk membayar persepuluhan dan memberi persembahan sesuai dengan iman anda. Ingatlah bahwa kalau anda membayar persepuluhan dan memberi persembahan dengan tujuan memuliakan namaNya, maka kelimpahan adalah hasil yang pasti anda nikmati (baca Amsal 3:9-10).
Berhenti dari kerja keras anda, dan nikmatilah hidup ini dengan menaati firman Tuhan dalam hal persepuluhan dan persembahan agar Dia dapat menambahkan segalanya ke dalam hidupmu. Selamat hidup berkelimpahan!