Seseorang di dalam dunia ini senantiasa mengikat dirinya di dalam suatu perjanjian. Apakah itu perjanjian antara karyawan dengan perusahaan, yg berhutang dengan pemberi hutang, suami dengan istri, murid dengan sekolah, penyewa dengan pemilik rumah, penjual dengan pembeli, atau jemaat dengan gereja.
Sifat dari perjanjian yang ada di muka bumi ini, senantiasa untuk keuntungan dua belah pihak yang terikat dalam perjanjian. Tidak ada seorangpun yang terlepas tanpa ikatan. Semua orang mengikatkan dirinya kepada sesuatu.
Pertanyaannya, apakah saya telah mengikatkan diriku dengan Tuhan? Jika jawabannya "Ya," lalu pertanyaan berikutnya adalah: apakah saya mengetahui isi dari perjanjian itu? Jika Tidak, saya harus mencari tahu apa yang tersedia bagi saya pribadi di dalam perjanjian itu. Tulisan ini akan membuka mata kita dan membawa kita untuk bertanggung jawab atas perjanjian yang telah kita masuki atau yang akan kita masuki dan mematuhinya untuk keuntungan kita.
Dari awal, ide dari suatu perjanjian itu adalah dari Tuhan, Allah Bapa. Oleh karena karakter dari Allah Bapa adalah pemberi, pengasih, penyayang dan pelindung, sehingga gagasan perjanjian ini diprakarsai olehNya. Allah Bapa sangat menginginkan manusia ciptaanNya masuk ke dalam perjanjian denganNya, sehingga semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi, tercukupi, terjaga, terlindungi, terpelihara, terawat, terjamin di dalam surat perjanjian itu.
Perhatikan, sifat hakiki dari perjanjian antara Tuhan dengan manusia semata-mata untuk kepentingan, keuntungan dan kebaikan manusia. Tidak ada satupun isi dari perjanjian ini untuk kepentingan Allah. Ia tidak mempunyai kepentingan apapun di dalam perjanjian ini, pemikiranNya hanya untuk melindungi setiap orang yang memilih untuk masuk kedalam perjanjian denganNya dari tipu daya dan cengkraman Iblis. Ingat, Ia adalah Tuhan yang memberi bukan mengambil! Ia adalah Kasih!
Pertama-tama Allah membuat perjanjian dengan Abraham (baca :Kejadian 17). Ia yang memanggil Abraham untuk meninggalkan negeri, sanak saudara, rumah bapanya untuk pergi ke negeri yang akan ditunjukkanNya.
Ia adalah Allah yang berintegritas, Allah yang bertanggung jawab. Abraham percaya pada Allah dan ia meninggalkan segala sesuatunya, Allah menunjukkan keintegritasanNya dengan menjaga dan melindunginya sepanjang perjalanan. Allah memilih Abraham oleh karena ia berkualitas, ia adalah seorang yang dapat dihormati dan dipercaya (Kejadian 18:19).
Walaupun Abraham adalah pilihannya Allah, bila disimak, perjalanan hidupnya tidaklah lancar. Banyak kesempatan di hadapannya yang dapat membuat dia jatuh. Dan Tuhan tahu itu semua, oleh karena Ia menyertainya senantiasa. Di kala Abraham mulai lemah, Tuhan senantiasa menguatkannya dengan berfirman.
Lihat di Kejadian 15:1-6 dimana Abram mulai lemah, oleh karena janji Allah yang akan memberikannya keturunan nampak makin jauh karena tidak ada tanda-tanda bahwa janji itu akan terwujud sehingga ia kuatir hambanya yang akan menjadi ahli warisnya.
Di kala dia bimbang, berfirmanlah Tuhan untuk menegaskan bahwa bukan hambanya yang akan menjadi ahli warisnya melainkan anak kandungnya. Untuk lebih meyakinkan Abram, Allah membawanya keluar untuk melihat dan menghitung bintang di langit oleh karena demikianlah banyaknya keturunan Abram nantinya. Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Allah Bapa itu setia, tidak dibiarkannya orang benar itu sendiri. Tuhan menunjukkan kesetiaanNya berulang kali kepada Abraham dengan menguatkan Abraham melalui firmanNya.
Setelah itu Allah mulai melatih Abram berjalan tanpa penglihatan, dan hanya berpegang kepada firmanNya. Di dalam perjanjian pertama antara Allah dan Abraham serta keturunannya turun temurun, tertulis apa yang akan dikerjakan oleh pihak Tuhan, yaitu Tuhan akan memberikan seluruh tanah Kanaan. Yang harus dikerjakan oleh pihak Abraham (ayat 9-14) yaitu setiap laki-laki harus disunat, darahnya, menjadi tanda perjanjian antara Tuhan dan Abraham (ayat 11).
Tuhan tidak pernah melanggar perjanjianNya. Perjanjian lamanya digenapi, bagi setiap orang yang masuk ke dalam perjanjian itu dan menuruti apa yang tertulis di dalamnya, yaitu generasi Yosua dan Kaleb, generasi yang menaati perjanjian itu masuk ke dalam tanah Kanaan, mereka menikmati tanah yang penuh dengan susu dan madunya.
Mungkin anda bertanya, "Oke, itu kan orang Israel, orang perjanjian lama. Apa hubungannya dengan aku di jaman modern ini?
Begini hubungannya. Pada umumnya orang yang sering ke gereja berpikir mereka sudah masuk ke dalam perjanjian itu. Tetapi jika ditanya mengenai arti dari perjanjian itu mereka akan terbengong-bengong. Jangankan artinya, banyak dari pengunjung gereja mungkin tidak tahu bahwa tersedia perjanjian bagi seseorang yang mau mengikatkan dirinya dengan Allah Bapa.
Perjanjian itu sifatnya tidak otomatis. Walaupun seseorang setia mengunjungi gereja, pelaksana kegiatan gereja, tidak berarti dia otomatis mempunyai perjanjian dengan Allah. Yang namanya perjanjian, disepakati lebih dari satu pihak, dilakukan dengan sadar dan tidak dengan paksaan. Bagaimana seorang pengunjung gereja mengatakan bahwa mereka sudah masuk ke dalam perjanjian itu, kalau arti atau isi dari perjanjian itu saja mereka tidak tahu? Dan jika memang seseorang tahu akan perjanjian itu dan telah memasukinya, tetapi jika dia tidak pernah menelitinya maka dia tidak akan mendapatkan keuntungan.
Kesetiaan anda menjadi pengunjung gereja, setia pada denominasi tidak akan menyelamatkan jiwa anda. Oleh karena "kesombongan" rohani maupun kurang pengenalan akan firman membuat seseorang binasa (Hosea 4:6). Buktinya banyaknya pengunjung gereja yang menderita sakit penyakit, menjadi generasi penerus dari penyakit keturunan, kemiskinan, kemandulan, kekurangan, terlibat dalam hutang, rumah tangga yang porak-poranda, kegagalan, pekerjaan atau pelayanan yang tidak pernah terselesaikan, anak-anak yang terlibat narkoba dan masih banyak lagi yang bisa disebutkan.
Bukankah Rasul Paulus katakan di 2 Korintus 3:2-3, seharusnya kehidupan orang percaya menjadi surat terbuka yang dikenal dan dibaca oleh semua orang, dan bahwa orang percaya harus menjadi surat Kristus. Agar supaya orang yang tidak mengenal Kristus, bisa melihat kemuliaan Allah terpancar dari dalam kita, sebab kita adalah bejana kemuliaanNya.
Bagaimana orang bisa melihat kemuliaan Kristus dari hidup kita, jika tidak ada kemenangan dalam kehidupan kita, jika hidup kita hanya sekedar bertahan. Bagaimana orang lain mau mengikut Yesus jika melihat keberadaan kita yang telah sekian lama mengikuti Yesus tanpa ada pertambahan di dalam hidup ini. Bagaimana mereka bisa melihat terang itu dari hidup kita, jika dunia resesi, pengunjung gerejapun resesi; dunia takut, kuatir, bingung, hal yang sama juga dialami oleh pengunjung gereja. Apapun topik pembicaraan orang dunia, topik itu pula yang dibicarakan pengunjung gereja.
Apa bedanya orang Kristen dengan dunia? Apakah tolok ukurnya hanya kalau mati masuk ke surga? Jika kita masih hidup 30 tahun lagi di dunia mulai sekarang, apakah hidup selama itu harus sengsara atau bertahan? Bagaimana dengan hidup di muka bumi ini yang pas-pasan atau kekurangan--apa bedanya dengan orang dunia? Bahkan banyak orang dunia hidupnya jauh lebih baik dari pengunjung gereja. Ingat, firman katakan, Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang (Lukas 16:8).
Saya tantang anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas. Jika anda siap dan menghendaki hidup yang lebih baik dari hidup yang anda sedang jalani sekarang, masuklah ketempat yang lebih dalam bersama Yesus.
Ada perjanjian yang lebih baik, yang menjamin hidup yang lebih baik, yang tersedia untuk anda dan saya. Kitalah yang menentukan apakah kita tertan-tang dan mau mengubah pola hidup kita, apakah kita mau keluar dari tempat yang kita pikir nyaman (walaupun kondisinya tidak nyaman), apakah kita mau melawan doktrin gereja, melawan adat istiadat, melawan omongan orang di dalam ling-kungan rohani yang tidak berdasarkan kebenaran firman?
Bagi mereka yang bersedia dan mau mengubah hidup ke arah yang lebih baik, silahkan teruskan baca artikel ini. Bagi anda yang tidak mau dan cukup nyaman ditempatnya, kami tidak memaksa anda, karena Tuhanpun tidak memaksa kita. Silahkah jalan terus, Tuhan akan menemui anda dimana iman anda berada. Silahkan nikmati keberadaan anda, dan jangan iri dengan kesuksesan orang percaya yang lain. Di dalam kerajaan Allah tidak ada faktor keberuntungan oleh karena Allah tidak membeda-bedakan orang (Kisah 10:34).
Selamat bagi anda yang mau meneruskan perjalanan imanmu. Bagi anda yang melapangkan tempat kemahmu, dan bentangkan tenda tempat kediamanmu, yang tidak menghematnya; yang memanjangkan tali-tali kemahmu dan memancangkan kokoh-kokoh patok-patokmu (Yesaya 54:2). Arti sederhananya, mereka yang menambah kadar maupun ukuran percayanya pada Firman Allah, anda adalah orang yang terpilih, dikuduskan (dipisahkan untuk pekerjaan Allah), untuk menerima segala berkat rohani di dalam sorga yang telah dikaruniakan kepada anda (Efesus 1:3).
Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah untuk kemuliaan kita (1 Korintus 2:6-7).
Sebagai umat Perjanjian Baru, kita telah memasuki perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi, dengan Yesus yang menjadi Pengantara dari perjanjian ini. Darah Yesus menjadi meterai dari perjanjian ini, sehingga sifatnya lebih mulia dan lebih tinggi dibandingkan perjanjian darah sunat--perjanjian yang pertama (Ibrani 8:6).
Pengantara atau Imam Besar dari perjanjian baru ini adalah Yesus. Dan Yesus katakan, Aku datang, supaya mereka (ganti kata mereka dengan nama an-da!) mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Kedatangan Yesus Kristus di dalam hati anda, gunanya untuk mempermudah dan meringankan hidup anda. Kristus, yang berarti "Yang di-Urapi" tinggal menetap di dalam hati anda, membuat anda mampu melakukan sesuatu yang diluar kemampuan anda. Intinya, agar setiap orang yang memasuki perjanjian dengan Allah Bapa dapat MENERIMA segala sesuatu yang telah disediakan, dikerjakan dan disempurnakan oleh Yesus di kayu salib. Semua pekerjaan telah diselesaikan oleh Yesus (Yohanes 19:30). Segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus (Efesus 2:22).
Kalau selama ini tradisi, adat istiadat gereja membuat anda letih dan berbeban berat. Dengarkan kabar baik untuk anda: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pakailah kuk-Ku diatasmu, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati; dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk-Ku itu mudah (enak) dan beban-Ku ringan (Matius 11-28-30, King James Version).
Keluarkan diri anda dari tempat perhambaan, dan terima kemerdekaan itu. Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan (Galatia 5:1). Sungguh-sungguh merdeka, bukan setengah merdeka, tetapi total merdeka!
Anda dan saya harus berdiri teguh atas kemerdekaan yang telah dikerjakan Yesus di Kalvari, harganya telah lunas dibayar, dengan darah Yesus, bukan dengan darah binatang, bukan barang yang murah, tetapi darah dari Anak Allah, hargai kemerdekaan anda. Jangan mau lagi dikenakan, berarti ada yang berusaha untuk mengenakan kuk perhambaan, apakah itu organi-sasi, lingkungan, tradisi--saya ulangi--ada yang mau mengenakan kuk pada anda, jika anda sudah tahu kebenaran (yaitu firman), jangan mau!
Bagi orang yang memasuki perjanjian yang baru, kita tidak lagi berusaha melakukan sesuatu untuk mendapatkannya.
Kita tinggal menerima dengan iman. Oleh karena segala sesuatu sudah selesai dikerjakan, sudah tersedia. Yang harus dikerjakan oleh orang percaya yang masuk kedalam perjanjian tersebut haruslah percaya dan bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil (Kolose 1:23).
Apakah segala sesuatu itu? Apapun yang anda perlukan: pekerjaan, kesuksesan, promosi, pasangan hidup, kekayaan, pernikahan, restorasi keluarga, restorasi kesehatan, pembebasan hutang, perlindungan terhadap keluarga, anak-anak yang sukses dan berhasil, anak yang takut akan Tuhan, pelayanan yang berhasil, kehadiran anak dalam rumah tangga, dll.
Bayangkan semua itu adalah milik kita, kita tidak perlu berlelah-lelah, tidak perlu ngoyo, yang diperlukan dari kita adalah supaya kita bisa menerimanya dengan iman. Tidak ada satupun tindakan ataupun usaha anda, seperti berpuasa, berdoa semalam suntuk, kerja giat di gereja, di organisasi sosial yang dapat mengubah keputusan Tuhan. Sebelum dunia dijadikan Tuhan telah menetapkan keputusannya. Dia tidak lagi membuat keputusan ataupun mengubah keputusan yang telah diambil!!
PekerjaanNya telah selesai, semuanya telah ditetapkanNya. Buktinya, Allah Bapa sudah duduk ditempatNya yang Maha Tinggi, dan Ia telah mendudukan Yesus di sebelah kananNya di sorga (Efesus 2:20).
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19). Yang harus dilakukan oleh anda dan saya adalah mencari tahu kebenaran (firman) itu dan setuju dengan firmanNya dan berdiri teguh sehingga firman itu terwujud dalam hidup anda. Restorasi adalah keinginan Bapa, bukan anda, makanya Ia mengirimkan AnakNya (Yobel) untuk datang ke dunia untuk memulihkan segala sesuatunya dan melepaskan anda dari ikatan-ikatan.
Buat anda yang telah masuk dalam perjanjian itu, berarti Roh Allah ada pada anda (anda telah diurapi), Yesus yang di-Urapi (Kristus) telah tinggal di dalam anda, membuat anda tidak mempunyai beban, merdeka, tidak tertawan, tidak tertindas. Seperti yang Yesus katakan:
Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: Pada hari ini genaplah nas itu sewaktu kamu mendengarnya. (Lukas 4:18-21).
Pada hari ini juga, nas diatas genap terjadi, dalam hidup anda karena yang Yesus sudah tinggal di dalam hati anda. Amin, Haleluya!