Adakah Sesuatu Yang Mustahil Bagi Tuhan?

Oleh Margie Niode

Tidak ada, adalah jawabannya.  Jika Tuhan pernah melakukan, dengan mudah Dia akan melakukan lagi.  Ingat, Tuhan tidak berubah, dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Seringkali anda dan saya yang membuat Tuhan sulit bergerak. Tanpa disadari kita membatasi Tuhan oleh ketidakpercayaan kita. Markus 9:23  berkata, Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Jika tidak ada yang mustahil bagi Yesus, itu berarti, tidak ada yang mustahil bagi anda dan saya untuk mengerjakan apapun yang diperintahkan, untuk mendapatkan apapun yang telah diberikan kepada kita.

Iman anda tidak bisa melebihi pikiran anda

Mari kita tinjau tindakan dan sikap dari tokoh-tokoh di Alkitab, agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Diceritakan bagaimana Sara mendengar Tuhan berfirman kepada Abraham, bahwa ia akan mempunyai seorang anak laki-laki tahun depan.  Pada waktu itu Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.  Sara terpaku dengan penglihatan dan kenyataan fisiknya dan Abram.  Iman Sara hanya sampai disitu.  Pikirannya telah terbentuk, dan ia tidak bisa percaya melebihi pikirannya. Oleh sebab itu ia menolak firman Tuhan (baca Kejadian 18:1-15). Terpujilah Tuhan, bahwa Tuhan tidak melihat iman Sara, tetapi iman Abram.  Mayoritas dari orang Kristen mempunyai iman seperti Sara, dan seringkali pernyataan-pernyataan ketidakpercayaan dikaitkan dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi.  Firman Tuhan dinilai sudah kuno dan tidak berlaku lagi di zaman ini. Kalau begitu bagaimana dengan pernyataan bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8)?

Iman anda dan saya tidak akan bisa melebihi gambar ataupun citra kita sendiri.  Siapakah yang membentuk citra itu pada pikiran anda?  Bukankah anda sendiri!  Oleh sebab itu anda dan saya perlu merubah citra diri kita sendiri.  Kita perlu memperbaharui pikiran kita dengan firman Tuhan, sehingga terbentuk citra yang baru yaitu anda dan saya adalah segambar dan serupa Tuhan.  Mulai masukkan gambaran bahwa anda sama dengan Tuhan ke dalam pikiran anda, dan dengan pikiran yang telah di perbaharui, anda bisa menerima apa yang telah Tuhan sediakan bagi anda.  Dan tidak ada yang terlalu sukar untuk anda dapat meraihnya.

Kita segambar dan serupa dengan Tuhan

Menurut gambar dan rupa Tuhan Trinitas (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus), diciptakannya anda dan saya.  Luar biasanya, begitu Tuhan menciptakan manusia, Dia tidak berhenti disitu saja. DibuatNya manusia  BERKUASA atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi (Kejadian 1: 26). Tuhan mempunyai kuasa mencipta melalui perkataanNya  Begitu juga anda dan saya, kita mempunyai kuasa mencipta yang sama. Apa yang anda katakan dapat terjadi, jika anda terus memperkatakan hal-hal yang negatif—misalnya: tidak mampu, tidak layak, tidak bisa, tidak sanggup, tidak percaya—maka anda akan makan buah dari perkataan anda sendiri. Kalau hari ini kita diingatkan oleh firman Tuhan bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita perkatakan, mulailah perkatakan hal-hal yang baik.

Berjanjilah, bahwa anda hanya akan memperkatakan apa yang anda inginkan terjadi.  Buang semua perbendaharaan kata yang lama, isi dengan kata-kata yang baru, kata-kata firman yang memberi hidup. Hal ini tidak sulit untuk anda lakukan, memang perlu waktu untuk merubah kebiasaan yang lama.  Perlu waktu untuk merenungkan firman sehingga firman itu bisa memenuhi hati anda.  Begitu firman itu penuh di hati anda, dengan sendirinya akan keluar dari mulut anda (Matius 12:34).  Tuhan tidak pernah meminta anda untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat anda kerjakan atau sulit untuk di kerjakan.

Memerintah seperti Raja di dalam hidup

Roma 5:17 terjemahan The Amplified Bible berkata, ...maka lebih benar lagi mereka yang, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran (menempatkan mereka untuk berdiri bersama Tuhan) memerintah seperti raja-raja di dalam hidup melalui Yesus Kristus (Mesias, Yang Diurapi).

Sudahkah anda dan saya memerintah seperti raja-raja di bumi ini?  Coba renungkan firman ini, introspeksi dimana anda berada? Apakah anda sudah mencerminkan firman itu atau belum?  Bukankah kita seharusnya menjadi surat terbuka yang dapat dibaca oleh setiap orang? (2 Korintus 3:2).

Saya mencoba membayangkan diri saya seperti seseorang yang mempunyai kerajaan sendiri, dimana saya adalah rajanya.  Dan apa yang raja katakan merupakan sebuah maklumat. Tanpa pembaharuan pikiran, anda tidak akan pernah bisa memposisikan diri anda di tempat itu.  Anda akan takut dan merasa terus tidak layak.  Sementara Tuhan mau anda dan saya berpikir besar, karena Dia adalah Tuhan yang besar.  Anda dan saya adalah ahli warisNya dan ahli waris bersama Yesus Kristus. Nikmati warisan anda tanpa harus mencucurkan keringat dan airmata.

Anda dan saya tidak punya beban, tidak ada yang harus diperangi, tidak ada yang harus dirampas, tidak ada yang harus direbut, tidak ada yang harus diambil, karena semuanya itu telah dikerjakan oleh Yesus.  Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka (Kolose 2:15).  Perhatikan kata melucuti yang artinya adalah merampas senjata musuh.  Kalau Tuhan Yesus sudah melucuti Iblis, berarti dia sudah tidak mempunyai senjata lagi.  Karena iblis adalah pendusta dan penipu, sehingga dia senantiasa menipu orang yang bisa ditipu (orang yang tidak tahu firman Tuhan), seolah-olah dia masih punya senjata.

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.  Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu (Efesus 1: 22-23). Saudara, anda dan saya adalah tubuh Kristus, semua telah ditaruh di bawah kaki Kristus dan kaki adalah bagian dari tubuh. Jadi artinya segala sesuatu telah berada dibawah kaki anda dan saya!! Saudara, saya berdoa firman ini membuat mata rohani anda terbuka, bahwa anda tidak usah berlelah-lelah memerangi iblis. Anda tidak perlu secara fisik mengunjungi tempat-tempat tertentu di seluruh dunia hanya  untuk  menundukkan iblis.

Kalau saja kita percaya terhadap firman Tuhan yang menyatakan bahwa Yesus itu sudah menang atas kuasa Iblis dengan kematian dan kebangkitanNya, kita tidak akan mudah tertipu oleh Iblis yang berusaha meyakinkan bahwa dia menguasai daerah-daerah tertentu dan oleh karena itu Firman Tuhan sangat sulit ditembus. Kalau Allah Bapa menciptakan dunia hanya dengan Firman, berarti Firman itu sangat besar kuasa-Nya.  Dan kalau hanya dengan Firman kegelapan berubah menjadi terang (Kejadian 1:2-3), berarti dengan Firman yang sama kita juga bisa mengalahkan Iblis!!

Berarti kalau memerangi Iblis, anda hanya perlu mengeluarkan senjata rohani anda, yaitu firman Tuhan. Iblis tidak takut dengan minyak urapan, atau air yang didoakan. Iblis tidak takut dengan sekelompok orang yang berdoa keliling tanpa iman. Iblis hanya bisa dilawan dengan firman Tuhan (1 Petrus 5:8-9). Setelah itu berdiri teguh dan jangan mau menyerah terhadap kenyataan fisik. Senjata kita dalam perjuangan bukan senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Tuhan, yang sanggup meruntuhkan benteng-benteng (2 Korintus 10: 4). Saat ini Tuhan juga ingatkan kita, bahwa Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja (Keluaran 14:14).

Supaya anda dapat memerintah seperti raja di hidup ini, coba anda kembali ke kodrat anda, sebagai manusia rohani yang mempunyai jiwa (pikiran, kehendak, emosi) dan tinggal di dalam tubuh.  Anda adalah manusia rohani. Tuhan adalah Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 14:24).  Senjata kita adalah senjata rohani.

Musuh kita, iblis dengan antek-anteknya, adalah mahluk roh, bukan darah dan daging.  Jadi kalau peperangan itu ada, namanya juga peperangan rohani, jadi anda dapat kerjakan dimana saja anda berada. Kalau anda masih menjadi pengejar iblis, itu adalah bukti bahwa anda belum memperbaharui pikiran anda, sehingga anda tidak dapat memerintah sebagai raja di bumi ini, tetapi anda sibuk menjadi pengejar dan penengking iblis.  Itulah sebabnya, Rasul Paulus ingatkan jemaat di Filipi, jemaat yang telah lahir baru, untuk terus kerjakan keselamatan jiwamu, yang artinya terus perbaharui pikiran, dan kenakan manusia yang baru.

Firman yang lebih pasti

2 Petrus 1:19 terjemahan King James Version berkata, Kami juga mempunyai firman nubuatan yang lebih pasti, alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya, seperti terang yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai timbul fajar, dan bintang timur fajar bersinar di hatimu.

Anda dan saya diminta untuk lebih memperhatikan firman yang lebih pasti itu.  Iman yang murni terhadap Tuhan, hanya dapat dibangun melalui mendengarkan firman Tuhan, melalui meditasi.  Jika anda dan saya terus membangun iman kita, kita akan masuk ketempat perhentian (Ibrani 4:3,10). Hanya orang yang percaya (di dalam hati) firman Tuhan, yang bisa masuk ke tempat perhentian itu, orang yang percaya bahwa firman itu bekerja, dan firman itu tidak akan kembali dengan sia-sia.

Jika seseorang telah masuk ke tempat perhentian, ia adalah seseorang yang percaya firman Tuhan di dalam hatinya, bukan dengan pikiran.  Mengenai hal ini masih banyak orang Kristen yang salah kaprah. Seringkali kita bertemu dengan orang Kristen, yang berdalih, “Ya saya percaya, tapi...” Ada juga yang berkata, “Ya, memang Alkitab mengatakan begitu dan saya memang percaya dari dulu, tapi...” Apakah anda sering mendengar pernyataan-pernyataan seperti itu? Pernyataan tersebut menandakan bahwa orang-orang semacam itu hanya percaya di pikiran saja. Mereka hanya setuju sebatas pikiran saja, tidak percaya dengan hati (Roma 10:10). Mereka masih memilah-milah apa yang bisa diterima pikiran atau hati.

Seorang Penginjil berkebangsaan Inggris bernama John Wesley mengatakan bahwa iblis masuk ke dalam gereja dan menggantikan arti kata iman, dengan percaya dan setuju di dalam pikiran.

Kita bisa melihat aplikasi dari Roma 10:10, percaya di dalam hati dan mengaku dengan mulut di Markus 11:23.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Iman mengatakan bahwa saya telah mempunyainya sekarang.  Iman mengatakan bahwa saya percaya saya telah mempunyainya, dan saya akan menerimanya. Lihat bedanya dengan pengharapan.  Pengharapan mengatakan bahwa saya akan menerimanya suatu hari. Pengharapan berkata saya menginginkan sesuatu dan saya percaya saya akan mendapatkannya.

Jika kita membicarakan iman, senantiasa kembali ke Ibrani 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Jika Yesus bisa, saya juga bisa!

Dasar dari pernyataan diatas adalah Yohanes 14:12.  Kuncinya adalah jika kita percaya dengan Yesus, kita juga dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan Yesus, bahkan yang lebih besar. Yesus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; Yesus diutus untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta. Yesus membebaskan orang-orang tertindas dan memberitahukan tahun rahmat Tuhan telah datang (Yobel). Yobel itu adalah diriNya sendiri (Lukas 4:18-20).

Setelah kematian dan kebangkitanNya, Yesus tidak mengerjakan hal-hal yang demikian lagi. Itu kemudian menjadi tugas saudara dan saya dengan dibantu oleh Roh Kudus dan KuasaNya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan itu. Jika anda dan saya tidak mengerjakannya, maka berita keselamatan itu tidak akan sampai kepada orang-orang yang butuh untuk mendengarkan.  Tanggung jawabnya ada di anda dan saya. Roh Tuhan yang waktu itu menyertai Yesus, sekarang tinggal di hati anda dan saya. Jangan lemparkan tanggung jawab itu kepada pendeta atau penginjil atau yang lainnya.  Sebelum terangkat ke surga, Tuhan memberikan perintah kepada para murid-muridNya —tidak  kepada para “pendeta”— untuk memberitakan injil (baca Matius 28:19-20). Disamping itu, istilah pendeta pun tidak ada di dalam Alkitab.

Percayalah kepada Yesus, bahwa anda dapat mengerjakan pekerjaan yang Ia lakukan waktu Dia menjadi manusia.  Anda dan saya serupa dengan Dia, tidak lebih, tidak kurang.  Anda dan saya adalah imitasi Dia, anda dan saya foto copy-nya Dia.

Jika anda tidak bekerja, Yesus juga tidak bisa bekerja. Jika anda tidak mempunyai kemakmuran itu di bumi ini, Yesus juga tidak mempunyainya. Tugas untuk mengambil dan memberitakan ada di tangan anda dan saya. Tuhan tidak pernah menyuruh kita melakukan sesuatu dan kita tidak diperlengkapi untuk melakukan hal itu.

Roh Kudus telah diberikan untuk menetap di dalam hati kita sehingga tubuh kita disebut Bait Allah. Kemudian Tuhan menegaskan bahwa segalanya terjadi bukan karena kekuatan dan keperkasaan kita, tetapi semuanya terjadi karena kuasa RohNya (Zacharia 4:6). Kita disebut sebagai Bait Allah, tempat Roh Tuhan tinggal, berarti apapun yang Tuhan suruh kita kerjakan, kita sangat mampu untuk melakukannya berkat kuasa Roh Kudus yang ada di dalam kita.