Tidak
ada,
adalah jawabannya.
Jika Tuhan pernah melakukan, dengan mudah Dia akan melakukan lagi.
Ingat, Tuhan tidak berubah, dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.
Seringkali anda dan saya yang membuat Tuhan sulit bergerak. Tanpa disadari kita
membatasi Tuhan oleh ketidakpercayaan kita. Markus 9:23
berkata, Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang
mustahil bagi orang yang percaya! Jika tidak ada yang mustahil bagi Yesus,
itu berarti, tidak ada yang mustahil bagi anda dan saya untuk mengerjakan apapun
yang diperintahkan, untuk mendapatkan apapun yang telah diberikan kepada kita.
Mari kita tinjau tindakan dan sikap
dari tokoh-tokoh di Alkitab, agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama.
Diceritakan bagaimana Sara mendengar Tuhan berfirman kepada Abraham, bahwa ia
akan mempunyai seorang anak laki-laki tahun depan.
Pada waktu itu Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara
telah mati haid. Sara terpaku
dengan penglihatan dan kenyataan fisiknya dan Abram.
Iman Sara hanya sampai disitu. Pikirannya
telah terbentuk, dan ia tidak bisa percaya melebihi pikirannya. Oleh sebab itu
ia menolak firman Tuhan (baca Kejadian 18:1-15). Terpujilah Tuhan, bahwa Tuhan
tidak melihat iman Sara, tetapi iman Abram.
Mayoritas dari orang Kristen mempunyai iman seperti Sara, dan seringkali
pernyataan-pernyataan ketidakpercayaan dikaitkan dengan kemajuan pengetahuan dan
teknologi. Firman Tuhan dinilai
sudah kuno dan tidak berlaku lagi di zaman ini. Kalau begitu bagaimana dengan
pernyataan bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan
sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8)?
Iman anda dan saya tidak akan bisa
melebihi gambar ataupun citra kita sendiri.
Siapakah yang membentuk citra itu pada pikiran anda?
Bukankah anda sendiri! Oleh
sebab itu anda dan saya perlu merubah citra diri kita sendiri.
Kita perlu memperbaharui pikiran kita dengan firman Tuhan, sehingga
terbentuk citra yang baru yaitu anda dan saya adalah segambar dan serupa Tuhan.
Mulai masukkan gambaran bahwa anda sama dengan Tuhan ke dalam pikiran
anda, dan dengan pikiran yang telah di perbaharui, anda bisa menerima apa yang
telah Tuhan sediakan bagi anda. Dan
tidak ada yang terlalu sukar untuk anda dapat meraihnya.
Menurut
gambar dan rupa Tuhan Trinitas (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus),
diciptakannya anda dan saya. Luar
biasanya, begitu Tuhan menciptakan manusia, Dia tidak berhenti disitu saja.
DibuatNya manusia BERKUASA atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi (Kejadian 1: 26). Tuhan mempunyai kuasa mencipta melalui
perkataanNya Begitu juga anda dan
saya, kita mempunyai kuasa mencipta yang sama. Apa yang anda katakan dapat
terjadi, jika anda terus memperkatakan hal-hal yang negatif—misalnya: tidak
mampu, tidak layak, tidak bisa, tidak sanggup, tidak percaya—maka anda akan
makan buah dari perkataan anda sendiri. Kalau hari ini kita diingatkan oleh
firman Tuhan bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita perkatakan, mulailah
perkatakan hal-hal yang baik.
Berjanjilah,
bahwa anda hanya akan memperkatakan apa yang anda inginkan terjadi.
Buang semua perbendaharaan kata yang lama, isi dengan kata-kata yang
baru, kata-kata firman yang memberi hidup. Hal ini tidak sulit untuk anda
lakukan, memang perlu waktu untuk merubah kebiasaan yang lama.
Perlu waktu untuk merenungkan firman sehingga firman itu bisa memenuhi
hati anda. Begitu firman itu penuh
di hati anda, dengan sendirinya akan keluar dari mulut anda (Matius 12:34).
Tuhan tidak pernah meminta anda untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat
anda kerjakan atau sulit untuk di kerjakan.
Roma
5:17 terjemahan The Amplified Bible berkata, ...maka lebih benar lagi
mereka yang, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran
(menempatkan mereka untuk berdiri bersama Tuhan) memerintah seperti raja-raja di
dalam hidup melalui Yesus Kristus (Mesias, Yang Diurapi).
Sudahkah
anda dan saya memerintah seperti raja-raja di bumi ini?
Coba renungkan firman ini, introspeksi dimana anda berada? Apakah anda
sudah mencerminkan firman itu atau belum?
Bukankah kita seharusnya menjadi surat terbuka yang dapat dibaca oleh
setiap orang? (2 Korintus 3:2).
Saya
mencoba membayangkan diri saya seperti seseorang yang mempunyai kerajaan
sendiri, dimana saya adalah rajanya.
Dan apa yang raja katakan merupakan sebuah maklumat. Tanpa pembaharuan
pikiran, anda tidak akan pernah bisa memposisikan diri anda di tempat itu.
Anda akan takut dan merasa terus tidak layak.
Sementara Tuhan mau anda dan saya berpikir besar, karena Dia adalah Tuhan
yang besar. Anda
dan saya adalah ahli warisNya dan ahli waris bersama Yesus Kristus. Nikmati
warisan anda tanpa harus mencucurkan keringat dan airmata.
Anda
dan saya tidak punya beban, tidak ada yang harus diperangi, tidak ada yang harus
dirampas, tidak ada yang harus direbut, tidak ada yang harus diambil, karena
semuanya itu telah dikerjakan oleh Yesus.
Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah
dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya
atas mereka (Kolose 2:15).
Perhatikan kata melucuti yang artinya adalah merampas senjata musuh.
Kalau Tuhan Yesus sudah melucuti Iblis, berarti dia sudah tidak mempunyai
senjata lagi. Karena
iblis adalah pendusta dan penipu, sehingga dia senantiasa menipu orang yang bisa
ditipu (orang yang tidak tahu firman Tuhan), seolah-olah dia masih punya
senjata.
Dan
segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah
diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua
dan segala sesuatu (Efesus 1: 22-23). Saudara, anda dan saya adalah tubuh
Kristus, semua telah ditaruh di bawah kaki Kristus dan kaki adalah bagian dari
tubuh. Jadi artinya segala sesuatu telah berada dibawah kaki anda dan saya!!
Saudara, saya berdoa firman ini membuat mata rohani anda terbuka, bahwa anda
tidak usah berlelah-lelah memerangi iblis. Anda tidak perlu secara fisik
mengunjungi tempat-tempat tertentu di seluruh dunia hanya
untuk menundukkan
iblis.
Kalau
saja kita percaya terhadap firman Tuhan yang menyatakan bahwa Yesus itu sudah
menang atas kuasa Iblis dengan kematian dan kebangkitanNya, kita tidak akan
mudah tertipu oleh Iblis yang berusaha meyakinkan bahwa dia menguasai
daerah-daerah tertentu dan oleh karena itu Firman Tuhan sangat sulit ditembus.
Kalau Allah Bapa menciptakan dunia hanya dengan Firman, berarti Firman itu
sangat besar kuasa-Nya.
Dan kalau hanya dengan Firman kegelapan berubah menjadi terang (Kejadian
1:2-3), berarti dengan Firman yang sama kita juga bisa mengalahkan Iblis!!
Berarti
kalau memerangi Iblis, anda hanya perlu mengeluarkan senjata rohani anda, yaitu
firman Tuhan. Iblis tidak takut dengan minyak urapan, atau air yang didoakan.
Iblis tidak takut dengan sekelompok orang yang berdoa keliling tanpa iman. Iblis
hanya bisa dilawan dengan firman Tuhan (1 Petrus 5:8-9). Setelah itu berdiri
teguh dan jangan mau menyerah terhadap kenyataan fisik. Senjata kita dalam
perjuangan bukan senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan
kuasa Tuhan, yang sanggup meruntuhkan benteng-benteng (2 Korintus 10: 4). Saat
ini Tuhan juga ingatkan kita, bahwa Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu
akan diam saja (Keluaran 14:14).
Supaya
anda dapat memerintah seperti raja di hidup ini, coba anda kembali ke kodrat
anda, sebagai manusia rohani yang mempunyai jiwa (pikiran, kehendak, emosi) dan
tinggal di dalam tubuh.
Anda adalah manusia rohani. Tuhan adalah Roh, dan barangsiapa menyembah
Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 14:24).
Senjata kita adalah senjata rohani.
Musuh
kita, iblis dengan antek-anteknya, adalah mahluk roh, bukan darah dan daging.
Jadi kalau peperangan itu ada, namanya juga peperangan rohani, jadi anda
dapat kerjakan dimana saja anda berada. Kalau anda masih menjadi pengejar iblis, itu adalah bukti bahwa anda
belum memperbaharui pikiran anda, sehingga anda tidak dapat memerintah sebagai
raja di bumi ini, tetapi anda sibuk menjadi pengejar dan penengking iblis.
Itulah sebabnya, Rasul Paulus ingatkan jemaat di Filipi, jemaat yang
telah lahir baru, untuk terus kerjakan keselamatan jiwamu, yang artinya terus
perbaharui pikiran, dan kenakan manusia yang baru.
2
Petrus 1:19 terjemahan King James Version berkata, Kami juga mempunyai
firman nubuatan yang lebih pasti, alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya,
seperti terang yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai timbul fajar, dan
bintang timur fajar bersinar di hatimu.
Anda
dan saya diminta untuk lebih memperhatikan firman yang lebih pasti itu.
Iman yang murni terhadap Tuhan, hanya dapat dibangun melalui mendengarkan
firman Tuhan, melalui meditasi.
Jika anda dan saya terus membangun iman kita, kita akan masuk ketempat
perhentian (Ibrani 4:3,10). Hanya orang yang percaya (di dalam hati) firman
Tuhan, yang bisa masuk ke tempat perhentian itu, orang yang percaya bahwa firman
itu bekerja, dan firman itu tidak akan kembali dengan sia-sia.
Jika seseorang telah masuk ke tempat perhentian, ia adalah seseorang yang percaya firman Tuhan di dalam hatinya, bukan dengan pikiran. Mengenai hal ini masih banyak orang Kristen yang salah kaprah. Seringkali kita bertemu dengan orang Kristen, yang berdalih, “Ya saya percaya, tapi...” Ada juga yang berkata, “Ya, memang Alkitab mengatakan begitu dan saya memang percaya dari dulu, tapi...” Apakah anda sering mendengar pernyataan-pernyataan seperti itu? Pernyataan tersebut menandakan bahwa orang-orang semacam itu hanya percaya di pikiran saja. Mereka hanya setuju sebatas pikiran saja, tidak percaya dengan hati (Roma 10:10). Mereka masih memilah-milah apa yang bisa diterima pikiran atau hati.
Seorang
Penginjil berkebangsaan Inggris bernama John Wesley mengatakan bahwa iblis masuk
ke dalam gereja dan menggantikan arti kata iman, dengan percaya dan setuju di
dalam pikiran.
Kita
bisa melihat aplikasi dari Roma 10:10, percaya di dalam hati dan mengaku dengan
mulut di Markus 11:23.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung
ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya,
tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan
terjadi baginya.
Iman
mengatakan bahwa saya telah mempunyainya sekarang.
Iman mengatakan bahwa saya percaya saya telah mempunyainya, dan saya akan
menerimanya. Lihat bedanya dengan pengharapan.
Pengharapan mengatakan bahwa saya akan menerimanya suatu hari.
Pengharapan berkata saya menginginkan sesuatu dan saya percaya saya akan
mendapatkannya.
Jika
kita membicarakan iman, senantiasa kembali ke Ibrani 11:1, Iman adalah dasar
dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak
kita lihat.
Dasar
dari pernyataan diatas adalah Yohanes 14:12.
Kuncinya adalah jika kita percaya dengan Yesus, kita juga dapat melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan Yesus, bahkan yang lebih besar. Yesus
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; Yesus diutus untuk
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi
orang-orang buta. Yesus membebaskan orang-orang tertindas dan memberitahukan
tahun rahmat Tuhan telah datang (Yobel). Yobel itu adalah diriNya sendiri (Lukas
4:18-20).
Setelah
kematian dan kebangkitanNya, Yesus tidak mengerjakan hal-hal yang demikian
lagi. Itu kemudian menjadi tugas saudara dan saya dengan dibantu oleh Roh Kudus
dan KuasaNya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan itu. Jika anda dan saya tidak
mengerjakannya, maka berita keselamatan itu tidak akan sampai kepada orang-orang
yang butuh untuk mendengarkan. Tanggung
jawabnya ada di anda dan saya. Roh Tuhan yang waktu itu menyertai Yesus, sekarang
tinggal di hati anda dan saya. Jangan
lemparkan tanggung jawab itu kepada pendeta atau penginjil atau yang lainnya.
Sebelum terangkat ke surga, Tuhan memberikan perintah kepada para
murid-muridNya —tidak
kepada para “pendeta”— untuk memberitakan injil (baca Matius
28:19-20). Disamping itu, istilah pendeta pun tidak ada di dalam Alkitab.
Percayalah
kepada Yesus, bahwa anda dapat mengerjakan pekerjaan yang Ia lakukan waktu Dia
menjadi manusia. Anda
dan saya serupa dengan Dia, tidak lebih, tidak kurang.
Anda dan saya adalah imitasi Dia, anda dan saya foto copy-nya Dia.
Jika
anda tidak bekerja, Yesus juga tidak bisa bekerja. Jika anda tidak mempunyai
kemakmuran itu di bumi ini, Yesus juga tidak mempunyainya. Tugas untuk mengambil
dan memberitakan ada di tangan anda dan saya. Tuhan tidak pernah menyuruh kita
melakukan sesuatu dan kita tidak diperlengkapi untuk melakukan hal itu.
Roh
Kudus telah diberikan untuk menetap di dalam hati kita sehingga tubuh kita
disebut Bait Allah. Kemudian Tuhan menegaskan bahwa segalanya terjadi bukan
karena kekuatan dan keperkasaan kita, tetapi semuanya terjadi karena kuasa
RohNya (Zacharia 4:6). Kita disebut sebagai Bait Allah, tempat Roh Tuhan
tinggal, berarti apapun yang Tuhan suruh kita kerjakan, kita sangat mampu untuk
melakukannya berkat kuasa Roh Kudus yang ada di dalam kita.