Lebih dari Pemenang

Oleh Maggy Horhoruw

"Dalam nama Yesus, keluar roh zinah!"

"Roh tidak bisa mengampuni, keluar! ….. dalam nama Yesus!"

"Roh rakus keluar dalam nama Yesus Kristus!"

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan perkara tengking-menengking "roh" jahat seperti tersebut di atas. Terutama anda yang sering menghadiri kebaktian pelepasan.

Saya perlu tegaskan di sini bahwa saya tidak anti kebaktian pelepasan. Di waktu yang lalu saya tidak jarang menghadiri kebaktian pelepasan, bahkan beberapa kali terlibat di dalamnya sebagai pengerja. Dan saya juga percaya perkara menengking roh jahat dalam nama Yesus. Saya bahkan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari bilamana diperlukan.

Seringkali pengajaran yang kita terima tidak seimbang. Ada di antara kita yang selalu menghadiri kebaktian tentang demonologi, atau hanya berminat kepada doa peperangan rohani, atau hanya mau hadir kalau hamba Tuhannya suka melucu, dsb. Kita tahu persis kita termasuk golongan yang mana. Minat yang berlebihan tentang suatu topik pengajaran firman maupun kepada hamba Tuhan tertentu akan membuat kita tidak sehat secara rohani.

Kita adalah manusia roh, dan makanan rohani kita ialah firman Tuhan [seluruhnya dan tidak hanya sebagian saja]. Jika kita makan bagian firman Tuhan yang sama terus menerus dan mengabaikan yang lain maka kita akan mengalami kekurangan gizi secara rohani. Bukankah itu yang terjadi pada manusia jasmani kita jika kita hanya makan nasi-tahu-tempe saja setiap hari selama, misalnya, satu tahun tanpa lauk yang lain?

Saya ajak anda yang sudah menguasai demonologi maupun pelepasan untuk bersama-sama menggali sebagian firman Tuhan untuk mengetahui posisi kita yang sebenarnya di dalam kerajaan Allah:

  1. Lepas dari kuasa kegelapan dan pindah ke dalam kerajaan Yesus (Kolose 1:13).

  2. Kita sungguh-sungguh merdeka (Galatia 5:1; Yohanes 8:36).

  3. Diperanakkan dari Allah (Yohanes 1:13).

  4. Masa lalu dihapuskan (2 Korintus 5:17).

  5. Diberi kuasa [exousia=otoritas] untuk menjadi anak Allah (Yohanes 1:12).

  6. Bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah (1 Petrus 2:9-10).

  7. Mengalahkan dunia (1 Yohanes 5:4).

  8. Tidak dapat terjamah oleh si Jahat (1 Yohanes 5:18).

  9. Berkuasa untuk menginjak-injak musuh dan menahan kekuatannya (Lukas 10:19).

  10. Iblis pasti lari kalau kita lawan (Yakobus 4:7).

  11. Didudukkan di sebelah kanan Allah Bapa seperti Yesus, jauh di atas pemerintah dunia ini (Efesus 2:6; Efesus 1:20-21).

  12. Memiliki semua berkat rohani di dalam sorga (Efesus 1:3).

  13. Ahli waris bersama Kristus (Roma 8:17).

WOW! Hanya sebagian firman Tuhan yang kita kupas saja sudah membuat roh saya menyala-nyala. Kolose 1:13 dan firman-firman tersebut di atas sungguh-sungguh membuat saya merdeka. Setelah merenungkannya, saya bisa melihat bahwa tidak ada satupun kuasa si jahat yang dapat membuat saya tertekan, apalagi kalah.

Yesus telah menelanjangi Iblis dari kuasanya dan memberikan kuasa itu kepada kita, orang percaya (Kolo-se 2:15). Iblis telah diprogram oleh Tuhan untuk, mau tidak mau, lari bila kita melawan dia. Dengan demikian, bila orang percaya tertekan oleh Iblis maka itu berarti orang itu memberi tempat kepada [alias mengijinkan] Iblis untuk menguasainya.

Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa orang yang lahir dari Allah [lahir baru] mengalahkan dunia. Jika dunia berada di bawah si jahat (1 Yohanes 5:19), maka berarti kita mengalahkan si jahat.

Firman Tuhan juga mengatakan bahwa segala sesuatu telah diletakkanNya [Bapa] di bawah kaki Kristus dan Dia [Yesus] telah diberikanNya [Bapa] kepada jemaat sebagai Kepala dan jemaat adalah tubuhNya [Yesus] – itu berarti segala sesuatu telah diletakkan dibawah kaki kita (Efesus 1:22-23).

Iblis dan antek-anteknya tidak lagi berkuasa atas diri kita. Lalu me-ngapa masih ada orang Kristen yang hidupnya tertekan dan kalah?

Roma 12:2 menyebutkan bahwa kita harus memperbaharui pikiran kita agar kita tidak menjadi sama seperti dunia. Jika masih ada pemikiran yang bersifat menentang pengenalan akan Allah kita harus menawan dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:5).

Jadi jika ada pikiran-pikiran, misalnya, cabul, pikiran untuk makan terus menerus, selalu mengingat-ingat kesalahan orang lain, perasaan tertuduh atas dosa-dosa masa lalu, kita harus menolak pikiran itu dalam nama Yesus. Kita juga harus mena-wan dan menaklukkannya dengan memperkatakan firman Tuhan mengenai siapa kita di dalam Kristus.

Orang Kristen mudah sekali mengatakan bahwa ada suatu perilaku menyimpang karena ada roh jahat yang menguasai orang tersebut. Memang bisa saja seseorang dikuasai roh jahat dan oleh karena itu peri-lakunya menjadi menyimpang. Tetapi lebih sering orang percaya berperilaku menyimpang karena mereka tidak mau menyalibkan daging mereka dan tetap memilih untuk memuaskan hawa nafsu dagingnya yang berasal dari dunia (Efesus 4:22; 1 Yohanes 2:16).

Kebanyakan perilaku menyimpang yang kita sebut dikarenakan oleh roh jahat yang menguasai kita, sebenarnya adalah perbuatan daging: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya (Galatia 5:19-21).

Anda lihat itu? Menurut Galatia 5, anda berbuat dosa karena anda memuaskan keinginan daging. Roh jahat kemudian bisa mengenakan kuk perhambaan kepada kita (Galatia 5:1) untuk terikat dengan perbuatan-perbuatan tersebut.

Untuk terlepas dari kuk per-hambaan itu kita harus mengusir roh jahat dalam nama Yesus dan kemudian berbalik dari jalan kita yang jahat, yaitu hidup menurut daging, dan mulai hidup menurut Roh (baca Galatia 5:16-26).

Mengalihkan kesalahan kita kepada roh jahat adalah jalan keluar yang tercepat dan termudah. Dengan menyalahkan roh jahat, berarti kita tidak perlu mengambil tanggung jawab untuk mengubah pikiran kita dan mengenakan manusia baru (Efesus 4:24).

Tanpa kita sadari, dengan mengatakan bahwa kita dikuasai, atau digoda, roh jahat sehingga kita berbuat dosa, kita meninggikan Iblis dan merendahkan Tuhan. Kita mengatakan bahwa Kolose 1:13 itu tidak benar karena kita “merasa” masih bisa dikuasai oleh roh jahat.

Berdasarkan firman-firman yang kita sebutkan di atas, kita berbuat dosa karena kita mau berbuat dosa. Kita berbuat dosa karena kita membiarkan pikiran kita dikuasai oleh Iblis dan kita tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan terhadap pikiran kita (2 Korintus 10:5; Filipi 4:8; Kolose 3:1-2). Dengan kata lain, kita berbuat dosa karena kita masih suka dengan dosa.

“Bagaimana caranya saya memutuskan pasangan kumpul kebo saya?”

“Saya tahu tubuh saya adalah Bait Allah dan saya sudah berusaha berhenti merokok tetapi tidak bisa. Bagaimana caranya?”

“Sulit sekali bagi saya untuk mengubah kebiasaan memaki dan mengucapkan kata-kata kotor.”

Menurut  firman Tuhan, itu mudah. “Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]… buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu, jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya (Kolose 3:5-10).

Perhatikan kata-kata yang digaris-bawahi dan ambil waktu untuk merenungkan ayat-ayat tersebut di atas. Perbuatan daging harus dimatikan dan dibuang. Manusia lama telah ditanggalkan sewaktu kita lahir baru. Setelah kita lahir baru kita telah mengenakan manusia baru. Manusia baru ini, yang lahir dari Allah, tidak lagi berbuat dosa (Efesus 2:1; 1 Yohanes 3:9; 1 Yohanes 5:18).

Sebagai manusia yang lahir baru kita harus mengetahui hal ini dan melatih diri kita untuk hidup menurut Roh (Ibrani 5:14; Roma 12:2; Efesus 4:23-24; Galatia 5:16). Setiap saat [berarti ini akan terjadi dari waktu ke waktu] timbul pikiran-pikiran yang menuruti keinginan daging, kita harus menawannya dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:5).

Kita adalah umat pemenang! Tidak ada lagi kuasa jahat yang dapat menyentuh kita karena kita ditempatkan di sebelah kanan Allah Bapa bersama-sama Yesus, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang (Efesus 1:20-21; Efesus 2:6).

Dahsyat! Tempat kita bersama Yesus adalah J-A-A-U-U-H-H lebih tinggi dari penguasa dunia ini. Disam-ping itu, kita juga berfungsi di bawah hukum kerajaan Allah dan tidak di bawah hukum dosa dan maut (Roma 8:1-2).

Glory! Glory! Puji Tuhan! Segala sesuatu sudah selesai dikerjakan oleh Tuhan Yesus dan tugas kita sekarang adalah mengambil semua warisan kita dan menerapkannya dalam kehidupan kita. Kita percaya dalam hati, kita akui melalui mulut, dan kita akan diselamatkan, atau disembuhkan, atau dilindungi, atau dibebaskan, dsb (Roma 10:9-10).

“Ah, Sdri. Maggy, anda sih menggampangkan masalah itu. Bukankah kita harus memerangi dan menyalibkan daging kita setiap hari?

Lho…! Memang itulah yang sebenarnya. Kita memang harus memerangi dan menyalibkan daging kita, tidak setiap hari, melainkan setiap kali – setiap saat. Menawan dan menaklukkan pikiran-pikiran yang mengarah kepada pola hidup manusia lama memang harus kita lakukan setiap saat hal itu muncul dengan memperkatakan firman Tuhan.

Bila pikiran-pikiran itu muncul setiap 10 menit, dan kita harus menaklukkan dan menawannya setiap 10 menit. Bila itu muncul setiap 30 menit, berarti setiap 30 menit kita akan memperkatakan firman untuk menaklukkan dan menawannya. Dan begitu seterusnya. Lihat itu? Tidak hanya satu kali sehari dengan berdoa 2-3 jam. Tetapi di setiap langkah hidup kita.

Apakah saya menggampangkan atau meremehkan hal ini? Bukan. Yesus yang menjadikan hal ini mudah. Lihat lagi Kolose 3:5-10. Kita “telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.”

Kalau saja anda bisa melihat kebenaran ini, maka kebenaran ini akan memerdekakan anda. Dan setiap kali anda akan menjadi marah bila ada pikiran apapun yang mendorong anda untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan lama anda. Dan bila rasa marah ilahi ini timbul, maka anda akan mengeluarkan senjata roh anda, yaitu pedang roh – firman Tuhan, HALELUYA!