"Dalam
nama Yesus, keluar roh zinah!"
"Roh tidak
bisa mengampuni, keluar! ….. dalam nama Yesus!"
"Roh rakus
keluar dalam nama Yesus Kristus!"
Anda pasti sudah
tidak asing lagi dengan perkara tengking-menengking "roh" jahat
seperti tersebut di atas. Terutama anda yang sering menghadiri kebaktian
pelepasan.
Saya
perlu tegaskan di sini bahwa saya tidak anti kebaktian pelepasan. Di waktu
yang lalu saya tidak jarang menghadiri kebaktian pelepasan, bahkan
beberapa kali terlibat di dalamnya sebagai pengerja. Dan saya juga percaya
perkara menengking roh jahat dalam nama Yesus. Saya bahkan melakukannya
dalam kehidupan sehari-hari bilamana diperlukan.
Seringkali
pengajaran yang kita terima tidak seimbang. Ada di antara kita yang selalu
menghadiri kebaktian tentang demonologi, atau hanya berminat kepada doa
peperangan rohani, atau hanya mau hadir kalau hamba Tuhannya suka melucu,
dsb. Kita tahu persis kita termasuk golongan yang mana. Minat yang
berlebihan tentang suatu topik pengajaran firman maupun kepada hamba Tuhan
tertentu akan membuat kita tidak sehat secara rohani.
Kita adalah
manusia roh, dan makanan rohani kita ialah firman Tuhan [seluruhnya dan
tidak hanya sebagian saja]. Jika kita makan bagian firman Tuhan yang sama
terus menerus dan mengabaikan yang lain maka kita akan mengalami
kekurangan gizi secara rohani. Bukankah itu yang terjadi pada manusia
jasmani kita jika kita hanya makan nasi-tahu-tempe saja setiap hari
selama, misalnya, satu tahun tanpa lauk yang lain?
Saya ajak anda
yang sudah menguasai demonologi maupun pelepasan untuk bersama-sama
menggali sebagian firman Tuhan untuk mengetahui posisi kita yang
sebenarnya di dalam kerajaan Allah:
Lepas dari kuasa
kegelapan dan pindah ke dalam kerajaan Yesus (Kolose 1:13).
Kita
sungguh-sungguh merdeka (Galatia 5:1; Yohanes 8:36).
Diperanakkan dari
Allah (Yohanes 1:13).
Masa lalu
dihapuskan (2 Korintus 5:17).
Diberi kuasa
[exousia=otoritas] untuk menjadi anak Allah (Yohanes 1:12).
Bangsa terpilih,
imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah (1 Petrus
2:9-10).
Mengalahkan dunia
(1 Yohanes 5:4).
Tidak dapat
terjamah oleh si Jahat (1 Yohanes 5:18).
Berkuasa untuk
menginjak-injak musuh dan menahan kekuatannya (Lukas 10:19).
Iblis pasti lari
kalau kita lawan (Yakobus 4:7).
Didudukkan di
sebelah kanan Allah Bapa seperti Yesus, jauh di atas pemerintah dunia
ini (Efesus 2:6; Efesus 1:20-21).
Memiliki semua
berkat rohani di dalam sorga (Efesus 1:3).
Ahli waris bersama
Kristus (Roma 8:17).
WOW! Hanya
sebagian firman Tuhan yang kita kupas saja sudah membuat roh saya
menyala-nyala. Kolose 1:13 dan firman-firman tersebut di atas
sungguh-sungguh membuat saya merdeka. Setelah merenungkannya, saya bisa
melihat bahwa tidak ada satupun kuasa si jahat yang dapat membuat saya
tertekan, apalagi kalah.
Yesus telah
menelanjangi Iblis dari kuasanya dan memberikan kuasa itu kepada kita,
orang percaya (Kolo-se 2:15). Iblis telah diprogram oleh Tuhan untuk, mau
tidak mau, lari bila kita melawan dia. Dengan demikian, bila orang percaya
tertekan oleh Iblis maka itu berarti orang itu memberi tempat kepada
[alias mengijinkan] Iblis untuk menguasainya.
Firman
Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa orang yang lahir dari Allah [lahir
baru] mengalahkan dunia. Jika dunia berada di bawah si jahat (1 Yohanes
5:19), maka berarti kita mengalahkan si jahat.
Firman Tuhan juga
mengatakan bahwa segala sesuatu telah diletakkanNya [Bapa] di bawah kaki
Kristus dan Dia [Yesus] telah diberikanNya [Bapa] kepada jemaat sebagai
Kepala dan jemaat adalah tubuhNya [Yesus] – itu berarti segala sesuatu
telah diletakkan dibawah kaki kita (Efesus 1:22-23).
Iblis dan
antek-anteknya tidak lagi berkuasa atas diri kita. Lalu me-ngapa masih ada
orang Kristen yang hidupnya tertekan dan kalah?
Roma 12:2
menyebutkan bahwa kita harus memperbaharui pikiran kita agar kita tidak
menjadi sama seperti dunia. Jika masih ada pemikiran yang bersifat
menentang pengenalan akan Allah kita harus menawan dan menaklukkannya
kepada Kristus (2 Korintus 10:5).
Jadi jika ada
pikiran-pikiran, misalnya, cabul, pikiran untuk makan terus menerus,
selalu mengingat-ingat kesalahan orang lain, perasaan tertuduh atas
dosa-dosa masa lalu, kita harus menolak pikiran itu dalam nama Yesus. Kita
juga harus mena-wan dan menaklukkannya dengan memperkatakan firman Tuhan
mengenai siapa kita di dalam Kristus.
Orang Kristen
mudah sekali mengatakan bahwa ada suatu perilaku menyimpang karena ada roh
jahat yang menguasai orang tersebut. Memang bisa saja seseorang dikuasai
roh jahat dan oleh karena itu peri-lakunya menjadi menyimpang. Tetapi
lebih sering orang percaya berperilaku menyimpang karena mereka tidak mau
menyalibkan daging mereka dan tetap memilih untuk memuaskan hawa nafsu
dagingnya yang berasal dari dunia (Efesus 4:22; 1 Yohanes 2:16).
Kebanyakan
perilaku menyimpang yang kita sebut dikarenakan oleh roh jahat yang
menguasai kita, sebenarnya adalah perbuatan daging: percabulan, kecemaran,
hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri
hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya (Galatia 5:19-21).
Anda lihat itu?
Menurut Galatia 5, anda berbuat dosa karena anda memuaskan keinginan
daging. Roh jahat kemudian bisa mengenakan kuk perhambaan kepada kita
(Galatia 5:1) untuk terikat dengan perbuatan-perbuatan tersebut.
Untuk terlepas
dari kuk per-hambaan itu kita harus mengusir roh jahat dalam nama Yesus
dan kemudian berbalik dari jalan kita yang jahat, yaitu hidup menurut
daging, dan mulai hidup menurut Roh (baca Galatia 5:16-26).
Mengalihkan
kesalahan kita kepada roh jahat adalah jalan keluar yang tercepat dan
termudah. Dengan menyalahkan roh jahat, berarti kita tidak perlu mengambil
tanggung jawab untuk mengubah pikiran kita dan mengenakan manusia baru
(Efesus 4:24).
Tanpa kita sadari,
dengan mengatakan bahwa kita dikuasai, atau digoda, roh jahat sehingga
kita berbuat dosa, kita meninggikan Iblis dan merendahkan Tuhan. Kita
mengatakan bahwa Kolose 1:13 itu tidak benar karena kita “merasa”
masih bisa dikuasai oleh roh jahat.
Berdasarkan
firman-firman yang kita sebutkan di atas, kita berbuat dosa karena kita
mau berbuat dosa. Kita berbuat dosa karena kita membiarkan pikiran kita
dikuasai oleh Iblis dan kita tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan
untuk kita lakukan terhadap pikiran kita (2 Korintus 10:5; Filipi 4:8;
Kolose 3:1-2). Dengan kata lain, kita berbuat dosa karena kita masih suka
dengan dosa.
“Bagaimana
caranya saya memutuskan pasangan kumpul kebo saya?”
“Saya tahu tubuh
saya adalah Bait Allah dan saya sudah berusaha berhenti merokok tetapi
tidak bisa. Bagaimana caranya?”
“Sulit sekali
bagi saya untuk mengubah kebiasaan memaki dan mengucapkan kata-kata
kotor.”
Menurut
firman Tuhan, itu mudah. “Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu
yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu jahat dan juga
keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu
mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]… buanglah semuanya
ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar
dari mulutmu, jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah
menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia
baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang
benar menurut gambar Khaliknya (Kolose 3:5-10).
Perhatikan
kata-kata yang digaris-bawahi dan ambil waktu untuk merenungkan ayat-ayat
tersebut di atas. Perbuatan daging harus dimatikan dan dibuang. Manusia
lama telah ditanggalkan sewaktu kita lahir baru. Setelah kita lahir baru
kita telah mengenakan manusia baru. Manusia baru ini, yang lahir dari
Allah, tidak lagi berbuat dosa (Efesus 2:1; 1 Yohanes 3:9; 1 Yohanes
5:18).
Sebagai manusia
yang lahir baru kita harus mengetahui hal ini dan melatih diri kita untuk
hidup menurut Roh (Ibrani 5:14; Roma 12:2; Efesus 4:23-24; Galatia 5:16).
Setiap saat [berarti ini akan terjadi dari waktu ke waktu] timbul
pikiran-pikiran yang menuruti keinginan daging, kita harus menawannya dan
menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:5).
Kita adalah umat
pemenang! Tidak ada lagi kuasa jahat yang dapat menyentuh kita karena kita
ditempatkan di sebelah kanan Allah Bapa bersama-sama Yesus, jauh lebih
tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan
tiap-tiap nama yang disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga
di dunia yang akan datang (Efesus 1:20-21; Efesus 2:6).
Dahsyat! Tempat
kita bersama Yesus adalah J-A-A-U-U-H-H lebih tinggi dari penguasa dunia
ini. Disam-ping itu, kita juga berfungsi di bawah hukum kerajaan Allah dan
tidak di bawah hukum dosa dan maut (Roma 8:1-2).
Glory! Glory! Puji
Tuhan! Segala sesuatu sudah selesai dikerjakan oleh Tuhan Yesus dan tugas
kita sekarang adalah mengambil semua warisan kita dan menerapkannya dalam
kehidupan kita. Kita percaya dalam hati, kita akui melalui mulut, dan kita
akan diselamatkan, atau disembuhkan, atau dilindungi, atau dibebaskan, dsb
(Roma 10:9-10).
“Ah, Sdri.
Maggy, anda sih menggampangkan masalah itu. Bukankah kita harus memerangi
dan menyalibkan daging kita setiap hari?
Lho…! Memang
itulah yang sebenarnya. Kita memang harus memerangi dan menyalibkan daging
kita, tidak setiap hari, melainkan setiap kali – setiap saat. Menawan
dan menaklukkan pikiran-pikiran yang mengarah kepada pola hidup manusia
lama memang harus kita lakukan setiap saat hal itu muncul dengan
memperkatakan firman Tuhan.
Bila
pikiran-pikiran itu muncul setiap 10 menit, dan kita harus menaklukkan dan
menawannya setiap 10 menit. Bila itu muncul setiap 30 menit, berarti
setiap 30 menit kita akan memperkatakan firman untuk menaklukkan dan
menawannya. Dan begitu seterusnya. Lihat itu? Tidak hanya satu kali sehari
dengan berdoa 2-3 jam. Tetapi di setiap langkah hidup kita.
Apakah saya
menggampangkan atau meremehkan hal ini? Bukan. Yesus yang menjadikan hal
ini mudah. Lihat lagi Kolose 3:5-10. Kita “telah menanggalkan manusia
lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus
menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut
gambar Khaliknya.”
Kalau saja anda bisa melihat kebenaran ini, maka kebenaran ini akan memerdekakan anda. Dan setiap kali anda akan menjadi marah bila ada pikiran apapun yang mendorong anda untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan lama anda. Dan bila rasa marah ilahi ini timbul, maka anda akan mengeluarkan senjata roh anda, yaitu pedang roh – firman Tuhan, HALELUYA!