Saya dilahirkan dan
dibesarkan dalam keluarga Kristen. Saya ingat bagaimana saya menyukai
pergi ke Sekolah Minggu. Saya sangat menyukai cerita-cerita dari Alkitab
yang diajarkan. Waktu remaja saya menjadi Yesus-mania. Saya sangat
menyukai dekorasi tentang Yesus: bros, gambar tempel, kartu, gambar. Saya
beli semua yang saya bisa beli. Saya bergabung dengan vokal grup anak
muda, dan bahkan satu kali ikut dalam drama gereja. Akan tetapi, saya
tidak pernah mengerti satu katapun dari yang saya baca di Alkitab.
Meskipun saya bersungguh-sungguh mengikuti semua kegiatan agama dan sangat
loyal….saya juga sungguh-sungguh tidak mengenal Tuhan selama itu. Anda
tahu, saya belum lahir baru waktu itu: saya masih mati rohani - terpisah,
terputus hubungan dari Allah.
Setelah saya lahir baru, saya perhatikan
bahwa saya dapat mengerti Firman Tuhan waktu membacanya. Saya menjadi
ingin lebih mengenal Tuhan. Saya tiba-tiba tahu bahwa Ia sangat dekat
dengan saya sehingga saya bisa memanggil namaNya kapan saja. Hubungan saya
dengan Tuhan berkembang sedemikian rupa sehingga saya memperhatikan
kenyataan bahwa banyak orang yang menyebut dirinya hamba Tuhan hidup di
bawah rata-rata. Gamblangnya: mereka hidup dalam kekurangan. Kemudian saya
menyadari bahwa itu tidak hanya hamba Tuhan yang hidup seperti itu, tetapi
itulah kehidupan yang kebanyakan orang Kristen mau terima. Mereka
membiarkan iblis merampok keluarga, pernikahan, keuangan, kesehatan, dan
bahkan pelayanan mereka - dan masih banyak lagi.
Saya tidak mengkritik atau sinis kepada
mereka yang hidup dalam kekurangan. Saya juga tidak mengatakan bahwa anda
tidak berkenan di mata Tuhan jika anda hidup dalam kekurangan. Tidak, sama
sekali tidak! Saya hanya mengatakan bahwa kita, orang Kristen, telah
membiarkan apa yang Yesus sediakan bagi kita dirampok oleh iblis. Iblis
telah menipu kita sekian lama dan inilah saatnya kita bangkit melawan
iblis dan mengatakan kepadanya: “Cukup sudah! Aku ambil kembali semua
yang engkau telah curi dariku dan aku menolak untuk hidup dalam kekurangan
mulai hari ini dan seterusnya.” Anda dapat memilih hidup dalam
kekurangan jika anda mau. Tetapi kabar baiknya ialah: anda tidak perlu!
Sekarang timbul pertanyaan-pertanyaan.
Bagaimana hidup dalam kelimpahan dimana kekurangan nampaknya ada di semua
area kehidupan? Bagaimana mempertahankan pernikahan dimana pasangan
hidupmu berselingkuh? Bagaimana melindungi anak-anak dari narkoba dan
kehidupan seks bebas? Bagaimana anda bisa berhasil dalam bisnis tanpa suap
dan korupsi? Apakah mungkin membeli rumah tanpa meminjam uang dari bank?
Pertanyaan-pertanyaan ini bisa berlanjut terus.
Sewaktu anda memikirkan
pertanyaan-pertanyaan yang anda miliki mengenai kehidupanmu: apakah anda
perhatikan bahwa anda tidak pernah punya jawaban yang bisa bertahan
untuk menghasilkan kehidupan yang baik dan terjamin? Setiap kali kita
mencoba memecahkan masalah sendiri tanpa Firman Tuhan, kita selalu
berakhir dengan masalah lebih banyak daripada sebelumnya. Pikiran kita
tidak perah diciptakan untuk menjadi pemecah masalah bagi kita. Pikiran
kita tidak pernah diciptakan untuk menjadi sumber jalan keluar. Pikiran
kita diciptakan untuk menerapkan kuasa keinginannya untuk mengikuti Yesus
dan sepakat dengan FirmanNya. Itulah sebabnya anda pasti gagal suatu waktu
jika anda mengandalkan pikiran atau intelek anda.
Saya tahu bahwa apa yang saya baru katakan
mengejutkan pengetahuan psikologi anda. Saya tentunya dapat memahaminya.
Saya lulusan jurusan Psikologi dan saya dengan yakin dapat mengatakan
bahwa ilmu pengetahuan tentang jiwa (yaitu Psikologi) tidak akan pernah
menyelesaikan masalahmu. Akar permasalahan anda terletak di segi rohani,
dan Psikologi dan Psikiatri tidak bisa menanganinya karena itu hanya
menangani jiwa saja. Masalah kita timbul karena kita gagal memahami bahwa
Tuhanlah sumber kehidupan dan sukacita, bukan situasi atau pun seseorang
yang penting bagi kita.
Berapa banyak dari pembaca, yang telah
menikah, mencoba untuk memenangkan pasangan hidup yang tidak setia dengan
melakukan semua yang dunia katakan dan ternyata berhasil? Berapa banyak
dari pembaca, yang memiliki anak, menuruti apa yang dunia katakan mengenai
orang tua ideal dan tetap saja anaknya terjerat narkoba dan jatuh dalam
seks sebelum nikah? Berapa banyak dari pembaca, orang bisnis, mengikuti
sistim bisnis dunia dan jatuh terjerembah waktu ekonomi jatuh? Berapa
banyak dari pembaca, kaum profesional, bekerja lembur dan tetap saja tidak
memiliki cukup uang untuk berlibur panjang?
Dunia tidak pernah memberikan jawaban yang
tepat bagi hidup anda. Dunia akan menawarkan uang banyak dengan
mengorbankan kehidupan pribadimu. Dunia akan menawarkan posisi lebih
tinggi dengan mengorbankan pernikahanmu. Dunia akan menawarkan ketenaran
dengan mengorbankan nilai-nilai moralmu. Apapun yang ditawarkan dunia akan
menuntut lebih banyak pengorbanan dari anda - lebih dari yang anda rela
berikan. Lihat saja orang-orang yang kaya dan terkenal milik dunia -
bagaimana mereka hidup dan bagaimana kehidupan mereka berakhir.
Bandingkan hidup anda dan hidup
mereka. Jika keduanya sama atau jika hidup anda berada di jalur yang sama
seperti hidup mereka, maka ini saatnya anda mengambil keputusan bulat di
hadapan Tuhan untuk menjadikan Dia Tuhan atas kehidupanmu. Tidak ada yang
pernah terlambat dengan Tuhan. SEKARANG adalah waktu yang tepat bagimu
untuk menyerahkan hidupmu kepadaNya dan mengikutiNya dengan segenap hati.
Cukup sudah bermain gereja-gerejaan. Cukup sudah dengan dekorasi-dekorasi
agama. Cukup sudah dengan banyak ikut-ikutan aktif di organisasi gereja.
Ini waktunya untuk menghasilkan bukti. Inilah waktunya bagi anda [dan
saya] untuk bersungguh-sungguh dengan Tuhan.
Yesus berkata, “Mereka (para
murid) bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia” (Yohanes
17:16). Kita, Kristen lahir baru, bukanlah berasal dari dunia tetapi kita
berasal dari Allah (1 Petrus 5:1). Jika kita berasal dari Allah, meskipun
kita hidup di dunia ini, maka kita tidak berada di bawah kuasa dunia.
Dunia berkata kepada orang bisnis untuk menyuap agar berhasil, tetapi Firman Tuhan berkata bahwa suap itu adalah dosa (Amos 5:12). Dunia mengatakan bahwa tidak apa-apa bagi orang yang belum menikah untuk hidup bersama sebelum menikah, tetapi Firman Tuhan berkata jangan mencemarkan tempat tidur (Ibrani 13:4). Dunia berkata kepada anda untuk mengharapkan kebaikan atasan agar mendapat promosi, tetapi Firman Tuhan berkata bahwa promosi datang dari Tuhan (Mazmur 75:6-7). Dunia mengatakan bahwa kemiskinan itu adalah kudus, tetapi Firman Tuhan katakan bahwa Tuhan bersuka atas kemakmuran hamba- hambaNya (Mazmur 35:27, King James Version - Red.). Kalau kita teruskan, kita bisa menghabiskan hidup kita membicarakan bagaimana dunia bertolak-belakang dengan Firman Tuhan.
Kita perlu mengukir kebenaran ini di dalam
hati kita bahwa kita tidak berasal dari dunia tetapi dari Tuhan. Oleh
karena itu kita tidak perlu menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:2).
Sebagai orang Kristen, kita tidak hidup seperti dunia hidup. Sebenarnya,
dunia tidak bisa menentukan apa yang bisakita miliki, lakukan dan katakan.
Sebagai anak Tuhan yang lahir baru, kita tidak bisa menerima begitu saja
apa yang dunia tawarkan. Kita harus memutuskan untuk meraih sepenuhnya apa
yang Tuhan katakan kita bisa perkatakan, lakukan dan miliki.
Jika anda telah mengambil keputusan bulat
untuk bersungguh-sungguh dengan Tuhan, saya wajib memperingati anda bahwa
iblis tidak akan berjingkrak kegirangan dan membuat hidupmu mudah. Saya
juga harus memperingati anda bahwa teman-teman Kristenmu juga mungkin
tidak akan menopang keputusanmu untuk melangkah maju dengan Tuhan. Dalam
kenyataannya, anda harus mengharapkan kesengsaraan dan aniaya mendatangi
kita kalau kita mengikuti Yesus secara radikal (Markus 10:30, Lukas
6:46-49). Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa kesengsaraan dan aniaya itu
ADALAH sukacita. Yang Tuhan katakan ialah ANGGAPLAH itu sebagai
kebahagiaan, apabia kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan sehingga
sukacita Tuhan bisa bermanifestasi dalam kehidupanmu untuk membawamu
keluar dari semua kesengsaraan (Yakobus 1:2, Nehemia 3:10, Mazmur 34:19)!
Satu hal yang harus kita yakin ialah - kita
tidak diciptakan untuk gagal dan kalah tetapi sebaliknya untuk berkuasa
atas setiap mahluk hidup di dalam laut, di udara, dan di atas bumi
(Kejadian 1:28). Jadi bangkitlah dan sadarlah, saudara kekasih! Sudah
waktunya untuk berhenti dikuasai oleh dunia dan sudah saatnya untuk
memakai “hak kelahiran” kita untuk menguasai dunia [termasuk tubuh
kita].
Tuhan kita adalah Roh dan berarti kita juga
manusia roh [yang memiliki jiwa dan tinggal di dalam tubuh daging]. Orang
dunia diatur oleh kelima indera mereka. Orang dunia berbicara dan
bertindak atas apa yang panca indera mereka katakan. Tetapi, Roma 8:6
mengingatkan kita bahwa “keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan
roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Pertanyaan yang ada ialah:
Bagaimana agar hidup kita mengarah kepada kehidupan dan damai sejahtera
serta tidak mengarah kepada kematian dan kehancuran?
Tuhan tidak pernah membiarkan dan
meninggalkan kita. Yesus berkata bahwa Ia akan menyertai kita hingga akhir
jaman (Matius 28:20). Yesus juga berkata bahwa Roh Kudus dikirim untuk
menjadi Penghibur (Yohanes 14:16). MalaikatNya dikirim untuk melayani kita
(Ibrani 1:14). Tuhan juga mengirim FirmanNya untuk menyembuhkan
[memakmurkan, melepaskan, melindungi, meninggikan, memulihkan,
menyelamatkan] kita (Mazmur 107:20).
Jika iman timbul dari pendengaran akan
Firman Tuhan (Roma 10:17), maka kita dapat mengatakan bahwa Tuhan
mengirimkan iman untuk menghasilkan kesembuhan [kemakmuran, kelepasan,
perlindungan, promosi, pemulihan, keselamatan] bagi kita. Tuhan berkata
bahwa orang benar akan hidup dengan iman (Roma 1:17). Itu berarti bahwa
jika kita menerapkan iman dengan benar, itu akan memberikan persediaan
bagi hidup kita. Iman akan memberikan pakaian, makanan, melindungi,
menyelamatkan, meninggikan, memulihkan, dan memakmurkan kita. Wow!
Sebaiknya kita memegang kebenaran ini sekuat-kuatnya agar iblis tidak bisa
mencurinya dari kita.
Tuhan mengirimkan iman untuk melayani kita
- waktu kita melepaskan iman dengan memperkatakan Firman Tuhan, iman
segera bekerja untuk melayani kita dengan mengerjakan apa yang kita
katakan (Markus 11:23-24). Saat kita mendengar Firman Tuhan tentang Yesus
Kristus, iman datang dan melahirkan kembali roh kita yang membuat kita
lahir baru. Lalu Roh Kudus masuk ke roh kita, tinggal bersama-sama kita
dan bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak
Allah. Bukankah itu suatu sistim yang dahsyat yang Tuhan berikan untuk
keuntungan kita?
Lihat dengan cermat mekanisme berikut ini,
yang sederhana tetapi memiliki kuasa ilahi:
Mendengar
Firman Tuhan - misalnya tentang keselamatan,
Iman
timbul dari pendengaran - kita percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat,
Iman
dilepaskan dengan memperkatakan apa yang kita dengar - mulut mengaku
bahwa Yesus adalah Juruselamat,
Iman
menghasilkan yang kita perkatakan - kita diselamatkan.
Mekanisme ini begitu berkuasa sehingga
dapat juga menghasilkan sesuatu yang negatif bagi kita jika mendengar tipu
daya iblis. Iman membuka pintu bagi Tuhan untuk bekerja dalam kehidupan
kita. Takut membuka pintu bagi iblis untuk bekerja dalam kehidupan kita.
Itu sebabnya mengapa Tuhan dengan tegas mengingatkan kita, terus menerus
di seluruh bagian Alkitab, agar jangan takut. Mari lihat bagaimana caranya
sistim ini bekerja jika kita mendengarkan tipu daya iblis:
Mendengar
tipu daya iblis - misalnya tentang wabah flu,
Takut
timbul dari pendengaran - kita percaya bahwa kita akan terjangkit flu
karena semua orang juga begitu,
Taku
dilepaskan dengan memperkatakan apa yang kita dengar - mulut mengaku
bahwa kita akan terjangkit flu,
Takut
menghasilkan yang kita perkatakan - kita terkena flu.
Anda lihat, Tuhan mengirimkan FirmanNya
agar kita dapat mendengar FirmanNya dan bukan tipu daya iblis. Pilihannya
ada di tangan kita, bukan di tangan Tuhan maupun iblis. Tuhan tentunya
ingin melihat kita memilih FirmanNya agar iman bisa datang sehingga
memberikan Ia tempat untuk melakukan kehendakNya di kehidupan kita. Tetapi
waktu kita lebih banyak memberikan telinga kita kepada berita dan gosip,
takut akan datang dan memberikan iblis tempat untuk melakukan kehendaknya
dalam hidup kita. Yesus katakan dalam Yohanes 10:10 (The
Amplified Bible), “Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan
membinasakan. Aku datang agar mereka memiliki dan menikmati hidup, dan
memilikinya dalam kelimpahan (sepenuhnya, hingga berlebihan).”
Dengarkan baik-baik perkataan anda! Ini
adalah salah satu cara untuk memeriksa apakah anda lebih mendengarkan
Firman Tuhan atau tipu daya iblis. Waktu anda mendengarkan diri sendiri
untuk pertama kali, anda mungkin akan terkejut mendengarnya. Anda mungkin
akan mengetahui bahwa kosa kata anda belum dibangun di atas Firman Tuhan.
Jika anda temukan perkataan anda bertentangan dengan Firman Tuhan mengenai
situasi anda, ambil keputusan untuk mendengarkan Firman Tuhan lebih banyak
sehingga hatimu berlimpah dengan Firman Tuhan dan meluap keluar dari
mulutmu melepaskan iman ke dalam kehidupanmu.
Jangan pakai alasan yang lemah itu: “Saya
khan nggak bisa pilih apa yang saya dengar.” Tentu saja anda bisa! Dalam
Markus 4:24 Tuhan berkata agar kita mencamkan apa yang kita dengar. Ini
berarti kita berkuasa untuk memilih apa yang kita dengar. Dan cara kita mendengar akan menentukan hasil yang kita peroleh (Lukas
8:18). Panca incera dan pikiran kita terlatih untuk segera menanggapi
berita negatif (yaitu tipu daya iblis) selama kita belum lahir baru.
Bahkan setelah kita lahir baru pun, jika kita tidak memperbaharui pikiran
kita dengan Firman Tuhan, kita akan tetap lebih mudah menerima tipu daya
iblis dari pada Firman Tuhan.
Saudara kekasih, pikiran kita terlatih oleh
iblis selama bertahun-tahun dan tentunya dibutuhkan waktu untuk
memperbaharuinya dengan Firman Tuhan. Inilah alasannya mengapa kita harus
memisahkan diri kita dari dunia sehingga proses pembaharuan pikiran kita
terjadi lebih cepat. Saya tidak mengusulkan anda mengucilkan diri di dalam
gua di suatu hutan belantara. Tetapi mengurangi menghabiskan waktu anda
bersama, misalnya, TV, sinetron, majalah duniawi, dan kegiatan agamawi
akan membantu anda dalam merenungkan Firman yang akan menambah pertumbuhan
rohanimu.
Panca indera dan pikiran kita terlatih oleh
dunia selama 10, 20, atau 30 tahun. Saat ini kita tidak punya 10, 20, atau
30 tahun untuk memperbaharui pikiran sesuai dengan Firman Tuhan. Sekarang
ini kita perlu mengambil keputusan bulat untuk memperbaharui pikiran
dengan Firman Tuhan, minta Tuhan membantu pembaharui pikiranmu, pisahkan
diri anda dari kegiatan dunia dan agamawi, baca-dengar-katakan-lakukan
Firman Tuhan setiap waktu. Anda perlu belajar untuk membangun kehidupan
anda di sekita persekutuan anda dengan Tuhan melalui FirmanNya dan bukan
sebaliknya.
Waktu anda mulai menjadi radikal dengan
Firman, anda akan merasa kesepian karena tidak ada seorang pun dalam
lingkungan sosial atau agama yang memiliki keinginan yang sama untuk maju
bersama Tuhan. Tetapi tidak apa-apa! Tuhan akan memberikan kepadamu
teman-teman baru yang telah membuat keputusan bulat yang sama. Perasaan
kesepian sebenarnya adalah tanda bahwa kita butuh Tuhan lebih lagi, dan
bukannya lebih banyak orang di sekeliling kita. Kita bisa dengan mudah
merasa kesepian di tengah-tengah keramaian, bahkan di tengah-tengah
pertemuan keluarga. Kehampaan yang ada di hati kita hanya dapat diisi oleh
Tuhan, tidak ada lagi yang lain.
Terus menerus dengarkan Firman Tuhan.
Biarkan iman datang secara berlimpah ke dalam hatimu sehingga meluap
keluar dari mulut dan menghasilkan apa yang seharus dilaksanakan. tuhan
berkata bahwa penabur menaburkan firman dan benih itu ialah Firman Tuhan
(Markus 4:14, Lukas 8:11). Yesus menyamakan kerajaan Allah "seumpama
orang yang menaburkan benih di tanah" (markus 4:26). Jadi, Yesus
mengajarkan kita untuk memandang Firman seperti sebuah benih. Sebuah
benih, agar bisa menghasilkan sesuai jenisnya, harus ditanamkan di tanah
yang baik. Jika kita menaburkan Firman ke dalam kehidupan kita, itu akan
menghasilkan buah (Lukas 8:15).
Tuhan berkata bahwa Firman Tuhan selalu
berhasil dalam melaksanakan apa yang diperintahkan (Yesaya 55:11). Dan
karena iman datang dari pendengaran, dan pendengaran akan Firman Tuhan
(Roma 10:17), oleh karena itu iman kita, yang dilepaskan [ditaburkan] ke
dalam kehidupan kita melalui perkataan kita, tidak akan gagal dalam
menghasilkan yang seharusnya. Berapa banyak benih iman yang anda miliki?
Apakah itu cukup untuk mengubah situasi kehidupan anda? Jika tidak,
putuskan untuk bertekun mendengarkan Firman Tuhan. Lalu tabur Firman
dengan memperkatakannya ke dalam hidupmu. Terus perkatakan iman anda.
Jangan mau mengubah pengakuan iman anda meskipun keadaan natural
mengatakan sebaliknya.
Jawaban bagi pertanyaan kita “bagaimana agar hidup kita mengarah kepada kehidupan dan damai sejahtera serta tidak mengarah kepada kematian dan kehancuran?” adalah TABUR FIRMAN KE DALAM KEHIDUPANMU KARENA ITU PASTINYA MENGHASILKAN TUAIAN BAGIMU DALAM KETEKUNAN (Lukas 8:15) karena Firman Tuhan adalah hidup dan roh. Berhenti memperkatakan apa yang anda lihat atau rasa atau pikir tentang keadaan hidupmu karena itu semua tidak berasal dari Firman Tuhan. Mulai memperkatakan apa yang Firman katakan mengenai keadaanmu. Saat anda mengakui FirmanNya, jika anda tidak bimbang dalam hati, anda akan mendapatkan apa yang anda katakan (Markus 11:23-24). Manfaatkan sepenuhnya bantuan ilahi ini!