Doa Yang Efektif

Bagian 2 - Oleh Margie Niode

 

Di artikel sebelumnya kita telah menjawab beberapa pertanyaan mengenai doa dan sekarang kita lanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

Bagaimana cara menyenangkan hati Bapa?

Percayalah kepada Bapa, percaya juga kepada AnakNya yaitu Yesus. Terlalu mudah kan persyaratannya. Karena terlalu sederhana, sehingga kita tidak mengerti dan tidak mengerjakan. Percaya itu iman. Tanpa iman (percaya) tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr. 11:6). Segala sesuatu yang dikerjakan dengan iman, membuat Dia senang. Kita minta dengan iman, terima dengan iman, hidup dengan iman. Iman menghubungkan kita dengan Tuhan. Ambil keputusan setelah baca artikel ini untuk hidup dan berjalan dengan iman.  Di bumi inilah saatnya kita berlatih untuk hidup dengan iman. Tidak ada waktu lagi di surga nanti. Karena Yesus berkata, “Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk. 18:8). Iman hanya bekerja dengan kasih. Anda dan saya disuruh meniru Yesus. Yesus hidup di muka bumi ini dengan iman. Bagaimana kamu tahu, ibu Margie?

“Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Luk. 3:21-22) Bapa berkenan pada Yesus, yang artinya Yesus berjalan dengan iman (Ibr. 11:6). Bukan kata-kata manis, bukan tangisan, bukan aktif didalam semua program gereja, bukan lamanya berdoa, bukan rajin ibadah, bukan sering ke seminar, bukan rajin mengunjungi orang sakit dan kegiatan rohani lainnya yang dapat menyenangkan hati Bapa. Semua kegiatan itu baik dan bagus. Puji Tuhan untuk semua itu. Tetapi jika anda tidak mengerjakan semua itu dengan iman, maka hal itu tidak akan menyenangkan hati Bapa. Alangkah sayangnya jika semua kegiatan itu tidak ada keuntungannya untuk pertumbuhan rohanimu. Tuhan meminta anda dan saya untuk menjadi pelaku Firman, bukan pelaku kegiatan organisasi ataupun gereja. Kita adalah manusia roh yang dipimpin oleh Roh Allah. Takutlah akan Tuhan. Utamakan Tuhan di dalam kehidupan anda, diatas suami, istri, gembala, anak-anak, pekerjaan, hobi dan lain-lain. Tuhan akan menghormati keputusan itu.

Kalau anda melakukan semua kegiatan rohani karena anda takut disebut sesat oleh anggota jemaat lainnya, maka hal itu pastilah tidak berdasarkan iman. Rasa takut tidak bisa berada bersamaan waktunya dengan iman. Salah satu harus mengalah.

Kalau anda melakukan semua kegiatan itu karena anda tidak mau berada di rumah, maka itu tidak berasal dari iman. Kalau penyebabnya adalah karena anda diwajibkan untuk hadir, anda sendiri bisa menilai apakah itu berdasarkan iman. Ingatlah bahwa iman timbul dari pendengaran kita akan firman Tuhan (Rom. 10:17).

Saya tidak menganjurkan anda untuk memberontak terhadap atasan, ataupun pimpinan. Anda harus berani katakan tidak untuk tidak, dan ya untuk ya. Jangan anda mengenakan kuk yang ditaruh oleh manusia. Ingat Kristus, yang adalah Yang Diurapi dengan Urapannya, telah masuk dan tinggal di dalam hati kita, dan pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap (baca Yes. 10:27a). Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka (Yoh. 8:36).

Ingat, Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia, Ibrani 11:6.

Bagaimana dapat berdoa dengan penuh kuasa?

Yakobus 5:16 berkata, ”Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Lihat ayat 15, “doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia.” Doa baru dapat berkuasa, bila dipanjatkan dengan iman.  Kita harus mencari tahu, cara, sistim, mekanisme Allah dalam  melakukan sesuatu sehingga kita dapat melakukannya dengan benar. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33). Terjemahan The Amplified Bible dari “kebenarannya” adalah “cara Dia melakukan dan menjadi benar.”

Di Indonesia orang berkendaraan di sebelah kiri jalan. Kalau saya menerapkan sistim mengemudi Amerika, yaitu berkendaraan di sebelah kanan, akibatnya hampir dipastikan celaka, bahkan saya akan ditangkap karena melanggar peraturan. Begitu juga kalau kita di dalam Kerajaan Allah. Kita harus pakai sistim dan aturan Allah. Dia telah memberikan aturan kerja-Nya di dalam Alkitab.  Alkitab adalah buku panduan hidup kita. Kalau mau hidup, ikuti panduannya. Diluar panduan itu, tidak ada jaminan.

Apakah sebelum doa saya harus mengaku dosa?

Sebagai manusia yang telah lahir baru, roh kita lahir dari benih Ilahi dan sempurna dan tidak berbuat dosa, dan si jahat tidak dapat menjamahnya (1 Yoh. 5:18). Yang baru dan sempurna adalah roh kita. Sedangkan tubuh dan jiwa ini masih sama. Tubuh anda masih sama. Jiwa kita masih harus terus diperbaharui dengan Firman Allah, supaya dapat berpikir sejalan dengan manusia roh anda yang baru. Di dalam proses hidup berjalan dengan iman, kita melatih jiwa (pikiran, emosi, kehendak) untuk tunduk pada Firman Allah, dan tunduk pada manusia roh kita.  Dan keinginan tubuh harus “disalibkan,” harus tunduk pada manusia roh kita.  Firman dengan jelas mengajar yang mana perbuatan “daging”, yang harus kita matikan dan tolak, yang mana adalah perbuatan roh (pelajari Galatia 5:16-26). Jadi kita tidak bisa menyalahkan iblis yang menjadi masalah dalam hidup kita, lihat firman, mengacalah di firman itu, dan anda akan malu sendiri, karena selama ini kita selalu mencari “pelengkap penderita” atas setiap masalah kita.  

Sebagai manusia roh yang baru, jika kita berbuat dosa, manusia roh kita akan menuduhnya. Kita akan merasa ada sesua-tu yang tidak beres dan tidak enak didalam hati kita. Jika kita turuti dan dengar hati kita, kita tahu persis apa kesalahan kita, dan langsung saat itu juga minta ampun akan kesalahan kita. Kita terima pengampunan dari Tuhan dengan iman. Tidak perlu kita simpan dosa itu sampai matahari terbenam, langsung bereskan dihadapan Tuhan. Setelah itu anda suci dan kudus lagi.

Saya kembalikan pertanyaan kepada anda. Apakah jika anda tidak berdosa anda harus minta ampun? Tentu saja tidak. Bila kita berdosa, kita bisa langsung selesaikan masalah itu dengan Tuhan dan menerima pengampunan. Dengan darah Yesus kita akan segera disucikan dan dikuduskan kembali.

Bagaimana dengan doa Bapa Kami?

Doa Bapa Kami yang diajar Yesus dengan pola yang sempurna.  Pembagian doa yang perlu kita teladani.  Pertama-tama dalam doa kita adalah memuliakan, memuji Bapa.

Tetapi ingat, bahwa doa ini diajarkan waktu Yesus sendiri masih ada di bumi, Dia belum menyelesaikan kehendak Bapa-Nya. Roh Kudus belum tinggal dan menetap didalam anak-anak Allah. Perhatikan, Yesus meng-ajar orang-orang banyak dan murid-muridNya untuk meminta, “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat. 6:10). Kelahiran baru menandakan Kerajaan Allah telah datang di dalam kita, karena Rajanya, yaitu Yesus, tinggal di dalam hati kita. Segala kuasa di sorga dan di bumi ada pada Yesus. Setelah Yesus mati, bangkit dan mau naik ke surga, Dia memberikan kuasa itu kepada murid-muridNya. Dan pelimpahan kuasa dari Yesus kepada murid-murid, menandakan bahwa Kerajaan Allah telah datang (baca Luk. 11:20).

Ayat 11, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”, atau terjemahan King James Version, “makanan kami hari ini.” Jika setiap harinya kita perlu makan lebih dari 3 kali, maka Tuhan akan memenuhinya. Jadi bukan hanya “secukupnya”, yang kesannya “tidak bisa berlebih”. Allah kita adalah El Shaddai, Allah yang lebih dari cukup. Ayat 12, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Setelah ada Roh Kudus, kita bisa langsung bereskan dosa kita tidak perlu ditunda-tunda. Dan kita juga harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita agar dosa kita bisa langsung diampuni oleh Bapa. Ayat ini tidak mengatakan bahwa setiap kali kita harus minta ampun setiap kali berdoa.

Sewaktu Yesus melayani di muka bumi ini, Dia melayani dibawah Perjanjian Lama.  Anda dan saya hidup di dalam Perjan-jian Baru, yang korbannya adalah darah dari Yesus sendiri.  Jadi ungkapan doa kita adalah doa orang yang merdeka. STOP berdoa, “Tuhan, ampunilah dosaku baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja.” Sekali anda minta ampun atas dosamu, maka terimalah pengampunan itu dengan iman.

Bagaimana dengan berdoa didalam Roh?

Yang ini adalah seru dan dahsyat sekali. Jangan hanya kejar berbahasa Roh, supaya kelihatannya karismatik. 1 Korintus 14:2,4 katakan, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi KEPADA ALLAH.  Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri.”

Namanya juga bahasa Roh, bahasanya Roh Kudus yang berbicara dengan Bapa. Hal-hal rahasia yang diucapkan oleh Roh Kudus melalui mulut kita. Hal-hal rahasia bagi dunia ini, tetapi bukan rahasia bagi kita, yang adalah anakNya. Di dalam bahasa Roh itu ada hikmat Allah yang tersembunyi dan dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita rahasia, yang sebelum dunia. “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak penah timbul dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Karena kepada kita Allah telah menyatakan oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (1 Kor. 2:7,9-10). Ini sungguh luar biasa!

Semua rahasia, pengetahuan, hikmat Allah itu disembunyikan Allah bagi kita, bagi anda dan saya. Ini luar biasa! Ini namanya harta karun yang terpendam. Segala hikmat itu tersembunyi bagi dunia, tetapi tidak bagi kita, yang adalah anak Allah.  Apapun yang kita ingin tahu akan dinyatakan oleh Roh Kudus.  Apakah itu keputusan bisnis yang anda harus ambil, keputusan untuk investasi, atau mencari mitra kerja, anda bisa mendapatkan jawabannya dengan berbahasa Roh. Roh Kudus adalah penolong, penasihat, guru anda dan saya. Kita bisa mendapatkan pengertian daripada bahasa roh yang kita ucapkan.

Dan kadangkala bila kita ke-habisan kata-kata waktu berdoa, dan Roh membantu kita dalam kelemahan kita. Dan Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan yang tidak ter-ucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu.  Dan juga semua karunia Roh itu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia (baca Rom. 8:26-28).

Saya akan berikan kesaksian hikmat yang saya terima dari Roh Kudus dengan berbahasa roh. Sewaktu sistim distribusi air di rumah saya tidak berfungsi, saya berbahasa roh sekitar 5 menit, dan saya perkatakan bahwa saya terima pengertiannya.  Dan seketika ada kata “katup” dalam hati saya. Dan saya percaya itu jawaban atas masalah air di rumah. Allah itu luar biasa dan nyata sekali. Dengan gaya seperti ahli pipa air, saya langsung bilang sama tukang, bahwa masalahnya ada pada katup, yang mungkin salah terpasang. Dan memang setelah diteliti, ada katup yang terbalik pasangnya. Saya bisa kasih lebih banyak kesaksian mengenai ini dalam kehidupan sehari-hari.  Tanpa saya harus cari konsultan, bayar ahli psikologi, ataupun psikiater, kita punya Penasehat yang Ajaib.

Itulah sebabnya iblis sangat berusaha keras untuk menghalangi umat Tuhan untuk berbahasa Roh dengan segala macam dalih. Paket keselamatan anda, termasuk dipenuhi oleh Roh Kudus - dibaptis Roh Kudus dengan tanda-tanda berbahasa lidah, atau bahasa Roh. Ini tersedia, gratis, tidak usah puasa, tidak usah menanti-nanti turun dari sorga, dan tersedia bagi siapa saja. Jika anda menginginkan bahasa ini, perkatakan doa yang terdapat di halaman 2 majalah ini, dan terima bahasa yang baru itu dengan iman. Anda dapat melakukannya sendiri, tidak perlu ditumpangi tangan oleh pendeta. Buka sedikit mulut anda, dan anda akan rasakan dorongan yang akan mengalir dari perut. Keluarkan kata-kata yang baru itu dengan suara. Bukan bahasa Indonesia, tetapi bahasa yang anda tidak mengerti. Mungkin hanya kata-kata silabus, tetapi ikuti saja. Itulah bahasa baru anda. Selamat, sekarang anda menjadi manusia normal dalam kerajaan Allah. Terus gunakan dan latih bahasa baru anda setiap hari, karena itu akan membangun manusia roh anda (1 Kor. 14:4).