Doa Yang Efektif

Bagian 1 - Oleh Margie Niode

Inti daripada cara berdoa yang efektif adalah mengingatkan Tuhan akan janji-janjiNya, yaitu FirmanNya. Dan Ia cepat melaksanakan FirmanNya. Landasan dari doa kita adalah iman. Dan iman itu sendiri timbul karena pendengaran, pendengaran akan firman Kristus (Rom. 10:17).

Tanpa pengetahuan akan firman Allah semua usaha doa menjadi sia-sia. Dibawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering dikemukakan oleh mereka yang baru di dalam berhubungan intim dengan Allah. Saya percaya anda akan diberkati oleh jawabannya.

Mengapa doa saya sepertinya tidak dijawab?

Banyak orang berdoa bertahun-tahun tanpa melihat hasilnya. Bahkan banyak orang mengatakan doa mereka sepertinya mentok di langit-langit kamar. Dan ada lagi yang mendramatisir, dengan mengatakan harus menggedor pintu surga. Yang lain menyuruh Tuhan untuk mengulurkan tanganNya dan menyendengkan telingaNya. Ada juga yang mengatakan Tuhan tidak menjawab semua doa. Ada yang kalau air matanya ditampung pasti sudah empat ember, dari rambut berwarna hitam sampai sudah terlihat ubannya, tetapi kenapa belum terlihat jawaban dari doanya? 

Dari cara seseorang berdoa kita bisa mengukur pengenalannya akan firman Allah. Apakah ia dapat dikatakan mengenal Firman dengan ungkapan seperti itu?  Tentu saja tidak!  Seringkali kita berdalih bahwa bukan itu yang saya maksud, atau saya hanya bercanda. Kalau Firman tidak ada di dalam hati, pasti yang keluar dari mulut adalah kata-kata tidak percaya (baca Mat. 12:34). Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? (baca Yak. 3:11).

Yakobus 4:2-3 mengatakan, “kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa, atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa.”

Yang perlu kita tahu adalah, Yesus tidak tergerak oleh kata-kata indah dan manis. Yesus tidak tergerak oleh air mata dan kebutuhan kita, Yesus hanya ter-gerak oleh iman. Camkan ini! Apakah doa kita mengubah sesuatu atau dijawab, semuanya tergantung iman kita (baca Mat. 9:29). Sekarang jawaban dari “kenapa”, jelas oleh karena kita berdoa tidak dengan cara Allah, yaitu berlandaskan Firman dan iman. 

Apa yang harus saya perbuat jika berdoa?

Landasi doa anda diatas firmanNya. Karena Yesus adalah Imam Besar Agung, baiklah kita berpegang pada pengakuan iman kita (Ibr. 4:14). Yesus adalah jawaban dari doa kita. Dan Yesus itu ada di dalam hati anda, jika anda telah lahir baru.

Oleh sebab itu anda tidak usah menunggu jawaban doa jatuh dari langit. Anda tidak usah gedor-gedor pintu surga karena Kerajaan Surga ada didalam hatimu. Tidak usah minta Tuhan ulurkan tangan dan sendengkan telinga karena Dia ada di dalam hatimu. Jadi jawaban dari doa anda ada didalam hatimu. Belajarlah untuk mendengar suara hati, suara sanubari, suara roh anda. Karena Roh Kudus akan memberi jawaban melalui rohmu.

Doa adalah komunikasi dua arah. Beri Dia waktu untuk berbicara kepada roh anda.  Seperti waktu anda berdoa harus  berdasarkan iman, begitu juga anda harus menerima jawabannya dengan iman. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1).

Orang yang beriman tidak berjalan dengan penglihatan. Jika anda telah berdoa, percayalah bahwa anda telah menerima jawabannya. Walaupun belum terwujud di alam natural, dengan iman kita percaya telah menerima (baca Mar. 11:24).

Apakah semua doa dijawab oleh Tuhan?

Betul sekali. Karena Allah berkata, “adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan?” (Kej. 18:14). Bila kita percaya kepada Tuhan dan lakukan yang baik, dan kita diam di negeri dan berlaku setia, dan bergembira karena Tuhan, maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Dan jika kita serahkan hidup kita kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya, maka Ia akan bertindak (baca Mzm. 37:3-5). Jadi sekarang anda harus mantap bahwa Allah menjawab  semua   doa, bahkan keinginan hati kita sekalipun. Dahsyat bukan?!

Ini bertentangan dengan pendapat agamawi yang mengatakan tidak semua doa dijawab. Kita adalah orang-orang Perjanjian Baru, yang mempunyai perjanjian yang besar, lebih berharga, dan lebih dahsyat karena darah Yesus. Jadi kita sangat bernilai bagi Bapa, jauh lebih besar dari orang Perjanjian Lama, termasuk raja-raja maupun nabi-nabi sekalipun.

Contoh nabi Elia, orang Perjanjian Lama, ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun 3 tahun dan enam bulan. Lalu ia bedoa lagi dan langit menurunkan hujan, dan bumipun mengeluarkan buahnya (Yak. 5:17-18). Bayangkan kalau anda dan saya sebagai anak Allah dan kita berdoa dengan caranya Allah, harusnya lebih hebat hasilnya daripada doa Elia.

Apakah saya dapat mempunyai iman itu?

Bukan saja dapat, tetapi anda telah memilikinya. Begitu anda lahir baru, anda diberikan ukuran iman seperti Allah (Rom. 12:3). Yang perlu dilakukan adalah melatih iman itu bekerja.  Lepaskan iman percaya anda dengan memperkatakan Firman (2 Kor. 4:13). Apapun masalah anda, cari jalan keluarnya di Fir-man, dan perkatakan firman itu terus sampai termanifestasi.

Yang mewujudkan firman itu di alam nyata bukan anda, tetapi Allah sendiri, karena firman itu adalah perkataanNya. Iman yang ada pada seseorang yang telah lahir baru, adalah jenis iman seperti Allah. Ini adalah iman yang besar sekali yang membuat anda dilahirkan kembali dari Allah. Iman yang kita miliki adalah iman yang sama seperti yang dimiliki Allah ketika Ia menciptakan bumi dan segala isinya.

Apakah saya dapat mengubah situasi dan kondisi?

Tentu saja.  Dan memang hanya anda yang dapat mengubahnya. Allah telah selesai bekerja, dan Yesus telah duduk disebelah kanan Bapa. Hanya anda, dengan bantuan Roh Kudus dan dengan kuasaNya, yang dapat mengubah keadaan. Satu kata saja dari Allah dapat mengubah kehidupan.

Maksud ibu Margie, hanya saya yang dapat mengubah kehidupan saya?

Saya kira situasi dan kondisi saya sekarang ini adalah karena memang Tuhan ijinkan dan memang ada dalam rencanaNya?

Jawaban saya adalah, “Jika hal itu baik dan bagus, pasti berasal dari Tuhan, tetapi jika hal itu buruk, pastilah bukan dari Tuhan.” Mudah kan!

Banyak cerita di dalam Alkitab, yang setelah kita pelajari, kesembuhan itu terjadi karena iman terhadap Yesus. Seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun menjamah jubah Yesus, dan seketika itu juga berhenti pendarahannya. Perempuan itu mendengar berita tentang Yesus yang menyembuhkan dan oleh karenanya iman timbul dan ia percaya. Berita tersebut membuat ia percaya dan mempunyai pengharapan dan ia datang mencariNya. Dalam perjalanannya, perempuan itu terus-menerus berkata bahwa “asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Dan perempuan itu mendapatkan apa yang dia percaya dan katakan. Apa kata Yesus? Dia berkata bahwa iman perempuan itu telah menyelamatkan (menyembuhkan) dia (baca Mar. 5:25-34).

Ini bukti bahwa tindakan iman kita dapat mengubah situasi dan kondisi. Bukan tindakan Allah atau Yesus!  Karena segalanya telah diselesaikan oleh Yesus di kayu salib. Sekarang, semuanya terserah anda dan saya untuk bertindak dengan kuasa Roh Kudus.

Berapa kali saya harus berdoa agar dijawab?

Lihat apa yang Yesus kerjakan waktu Ia datang ke kuburan Lazarus. “Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 11:41-42).

Dari ayat diatas, kita tahu bahwa Yesus belum meminta, belum mengatakan apa-apa, tetapi Dia berkata bahwa Bapa telah mendengarkanNya, dan bahwa Bapa selalu mendengarkan Dia. Apakah itu berarti bahwa kita harus berdoa berulang-ulang? Lihat lagi di Markus 11:24,  “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”.

Dari ayat ini tidak terlihat bahwa kita harus berdoa berkali-kali. Jelas dikatakan bahwa setelah berdoa, kita harus percaya kita telah menerima jawabannya. Tidak dikatakan di ayat itu bahwa kita harus percaya setelah menerima di alam nyata.

Yeremia 29:12 berkata, “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu.” Satu lagi ayat di Yakobus 1:6 berkata, ”Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.”

Silahkan anda renungkan ayat-ayat itu dan buka hati anda agar Roh Kudus dapat mengajarkannya kepadamu. Setelah itu kerjakan sesuai dengan iman anda. Yang saya kerjakan cukup berdoa sekali saja karena saya terlalu percaya Dia mendengarkan dan menjawab doa saya. Mengapa saya bisa yakin sekali? Karena saya hanya mengucapkan FirmanNya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan siap sedia melakukan firmanNya (Yer. 1:12) dan Yesus adalah Imam Besar atas pengakuanku (Ibr. 4:14). Selanjutnya saya berterima kasih dan mengucap syukur bahwa saya telah menerima apa yang saya doakan. Saya lakukan itu terus menerus sampai jawabannya terwujud di alam nyata.