Inti daripada cara
berdoa yang efektif adalah mengingatkan Tuhan akan janji-janjiNya,
yaitu FirmanNya. Dan Ia cepat melaksanakan FirmanNya.
Landasan dari doa kita adalah iman. Dan iman itu sendiri timbul karena
pendengaran, pendengaran akan firman Kristus (Rom. 10:17).
Tanpa pengetahuan
akan firman Allah semua usaha doa menjadi sia-sia. Dibawah ini adalah
pertanyaan-pertanyaan yang sering dikemukakan oleh mereka yang baru di
dalam berhubungan intim dengan Allah. Saya percaya anda akan diberkati
oleh jawabannya.
Banyak orang berdoa bertahun-tahun tanpa
melihat hasilnya. Bahkan banyak orang mengatakan doa mereka sepertinya
mentok di langit-langit kamar. Dan ada lagi yang mendramatisir, dengan
mengatakan harus menggedor pintu surga. Yang lain menyuruh Tuhan untuk
mengulurkan tanganNya dan menyendengkan telingaNya. Ada juga yang
mengatakan Tuhan tidak menjawab semua doa. Ada yang kalau air matanya
ditampung pasti sudah empat ember, dari rambut berwarna hitam sampai sudah
terlihat ubannya, tetapi kenapa belum terlihat jawaban dari doanya?
Dari
cara seseorang berdoa kita bisa mengukur pengenalannya akan firman Allah.
Apakah ia dapat dikatakan mengenal Firman dengan ungkapan seperti itu?
Tentu saja tidak! Seringkali
kita berdalih bahwa bukan itu yang saya maksud, atau saya hanya bercanda.
Kalau Firman tidak ada di dalam hati, pasti yang keluar dari mulut adalah
kata-kata tidak percaya (baca Mat. 12:34). Adakah sumber memancarkan air
tawar dan air pahit dari mata air yang sama? (baca Yak. 3:11).
Yakobus
4:2-3 mengatakan, “kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak
berdoa, atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa karena
kamu salah berdoa.”
Yang
perlu kita tahu adalah, Yesus tidak tergerak oleh kata-kata indah dan
manis. Yesus tidak tergerak oleh air mata dan kebutuhan kita, Yesus hanya
ter-gerak oleh iman. Camkan ini! Apakah doa kita mengubah sesuatu atau
dijawab, semuanya tergantung iman kita (baca Mat. 9:29). Sekarang jawaban
dari “kenapa”, jelas oleh karena kita berdoa tidak dengan cara Allah,
yaitu berlandaskan Firman dan iman.
Landasi doa anda diatas firmanNya.
Karena Yesus adalah Imam Besar Agung, baiklah kita
Oleh
sebab itu anda tidak usah menunggu jawaban doa jatuh dari langit. Anda
tidak usah gedor-gedor pintu surga karena Kerajaan Surga ada didalam
hatimu. Tidak usah minta Tuhan ulurkan tangan dan sendengkan telinga
karena Dia ada di dalam hatimu. Jadi jawaban dari doa anda ada didalam
hatimu. Belajarlah untuk mendengar suara hati, suara sanubari, suara roh
anda. Karena Roh Kudus akan memberi
jawaban melalui rohmu.
Doa
adalah komunikasi dua arah. Beri Dia waktu untuk berbicara kepada roh
anda. Seperti waktu anda
berdoa harus berdasarkan
iman, begitu juga anda harus menerima jawabannya dengan iman. “Iman
adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala
sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1).
Orang
yang beriman tidak berjalan dengan penglihatan. Jika anda telah berdoa,
percayalah bahwa anda telah menerima jawabannya. Walaupun belum terwujud
di alam natural, dengan iman kita percaya telah menerima (baca Mar.
11:24).
Betul
sekali. Karena Allah berkata, “adakah sesuatu yang mustahil untuk
Tuhan?” (Kej. 18:14). Bila kita percaya kepada Tuhan dan lakukan yang
baik, dan kita diam di negeri dan berlaku setia, dan bergembira karena
Tuhan, maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Dan
jika kita serahkan hidup kita kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya, maka Ia
akan bertindak (baca Mzm. 37:3-5). Jadi sekarang anda harus mantap bahwa
Allah menjawab semua
doa,
Ini
bertentangan dengan pendapat agamawi yang mengatakan tidak semua doa
dijawab. Kita adalah orang-orang Perjanjian Baru, yang mempunyai
perjanjian yang besar, lebih berharga, dan lebih dahsyat karena darah
Yesus. Jadi kita sangat bernilai bagi Bapa, jauh lebih besar dari orang
Perjanjian Lama, termasuk raja-raja maupun nabi-nabi sekalipun.
Contoh
nabi Elia, orang Perjanjian Lama, ia telah bersungguh-sungguh berdoa,
supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun 3 tahun dan enam
bulan. Lalu ia bedoa lagi dan langit menurunkan hujan, dan bumipun
mengeluarkan buahnya (Yak. 5:17-18). Bayangkan kalau anda dan saya sebagai
anak Allah dan kita berdoa dengan caranya Allah, harusnya lebih hebat
hasilnya daripada doa Elia.
Bukan saja dapat, tetapi anda telah memilikinya. Begitu anda lahir baru, anda diberikan ukuran iman seperti Allah (Rom. 12:3). Yang perlu dilakukan adalah melatih iman itu bekerja. Lepaskan iman percaya anda dengan memperkatakan Firman (2 Kor. 4:13). Apapun masalah anda, cari jalan keluarnya di Fir-man, dan perkatakan firman itu terus sampai termanifestasi.
Yang
mewujudkan firman itu di alam nyata bukan anda, tetapi Allah sendiri,
karena firman itu adalah perkataanNya. Iman yang ada pada seseorang yang
telah lahir baru, adalah jenis iman seperti Allah. Ini adalah iman yang
besar sekali yang membuat anda dilahirkan kembali dari Allah. Iman yang
kita miliki adalah iman yang sama seperti yang dimiliki Allah ketika Ia
menciptakan bumi dan segala isinya.
Tentu saja. Dan memang hanya
anda yang dapat mengubahnya. Allah telah selesai bekerja, dan Yesus telah
duduk disebelah kanan Bapa. Hanya anda, dengan bantuan Roh Kudus dan
dengan kuasaNya, yang dapat mengubah keadaan. Satu kata saja dari Allah
dapat mengubah kehidupan.
Maksud ibu Margie, hanya saya yang dapat
mengubah kehidupan saya?
Saya kira situasi dan kondisi saya sekarang ini
adalah karena memang Tuhan ijinkan dan memang ada dalam rencanaNya?
Jawaban saya adalah, “Jika hal itu baik dan
bagus, pasti berasal dari Tuhan, tetapi jika hal itu buruk, pastilah bukan
dari Tuhan.” Mudah kan!
Banyak
cerita di dalam Alkitab, yang setelah kita pelajari, kesembuhan itu
terjadi karena iman terhadap Yesus. Seorang perempuan yang sakit
pendarahan selama dua belas tahun menjamah jubah Yesus, dan seketika itu
juga berhenti pendarahannya. Perempuan itu mendengar berita tentang Yesus yang
menyembuhkan dan oleh karenanya iman timbul dan ia percaya. Berita
tersebut membuat ia percaya dan mempunyai pengharapan dan ia datang
mencariNya. Dalam perjalanannya, perempuan itu terus-menerus berkata bahwa
“asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Dan perempuan itu
mendapatkan apa yang dia percaya dan katakan. Apa kata Yesus? Dia berkata
bahwa iman perempuan itu telah menyelamatkan (menyembuhkan) dia (baca Mar.
5:25-34).
Ini bukti bahwa tindakan iman kita
dapat mengubah situasi dan kondisi. Bukan tindakan Allah atau Yesus!
Karena segalanya telah diselesaikan oleh Yesus di kayu salib.
Sekarang, semuanya terserah anda dan saya untuk bertindak dengan kuasa Roh
Lihat
apa yang Yesus kerjakan waktu Ia datang ke kuburan Lazarus. “Maka mereka
mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa,
Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku
tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, Aku mengatakannya, supaya
mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh.
11:41-42).
Dari
ayat diatas, kita tahu bahwa Yesus belum meminta, belum mengatakan
apa-apa, tetapi Dia berkata bahwa Bapa telah mendengarkanNya, dan bahwa
Bapa selalu mendengarkan Dia. Apakah itu berarti bahwa kita harus berdoa
berulang-ulang? Lihat lagi di Markus 11:24,
“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan
doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan
diberikan kepadamu”.
Dari ayat ini tidak terlihat bahwa kita harus berdoa berkali-kali. Jelas dikatakan bahwa setelah berdoa, kita harus percaya kita telah menerima jawabannya. Tidak dikatakan di ayat itu bahwa kita harus percaya setelah menerima di alam nyata.
Yeremia
29:12 berkata, “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa
kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu.” Satu lagi ayat di Yakobus
1:6 berkata, ”Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan
bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang
diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.”
Silahkan anda renungkan ayat-ayat itu dan buka hati anda agar Roh Kudus dapat mengajarkannya kepadamu. Setelah itu kerjakan sesuai dengan iman anda. Yang saya kerjakan cukup berdoa sekali saja karena saya terlalu percaya Dia mendengarkan dan menjawab doa saya. Mengapa saya bisa yakin sekali? Karena saya hanya mengucapkan FirmanNya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan siap sedia melakukan firmanNya (Yer. 1:12) dan Yesus adalah Imam Besar atas pengakuanku (Ibr. 4:14). Selanjutnya saya berterima kasih dan mengucap syukur bahwa saya telah menerima apa yang saya doakan. Saya lakukan itu terus menerus sampai jawabannya terwujud di alam nyata.