Kekudusan
tidak terjadi hanya dengan mematuhi peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang
terlihat. Kekudusan terjadi sebagai hasil dari kasih karunia Tuhan yang
dikerjakanNya di dalam hati kita!
Yesus
akan segera datang!
Pencurahan
terakhir Roh Kudus sudah terjadi. Laporan-laporan mujijat, tanda-tanda ajaib,
mimpi dan penglihatan seperti yang dinubuatkan dalam Kisah Para Rasul 2 sedang
terjadi di seluruh dunia. Dan bahkan manifestasi Tuhan yang lebih besar akan
segera terjadi.
Sebenarnya,
situasi kita saat ini sama seperti saat bangsa Israel keluar dari Mesir.
Sewaktu mereka mencapai kaki gunung Sinai, Tuhan berbicara dan berkata kepada
mereka bahwa Ia akan menampakkan diriNya di tengah-tengah mereka. Inilah yang
Ia katakan: ...Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal,
dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu dan juga supaya mereka
senantiasa percaya kepadamu...Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka
menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci
pakaiannya. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga
Tuhan akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai
(Keluaran 19:9-11).
Sekarang
ini, Tuhan sedang berkata hal yang sama kepada kita. Ia sedang berkata, Bersiaplah!
Aku akan menampakkan diriKu di tengah-tengah kamu! Ia sedang menyuruh
kita menguduskan diri kita, membersihkan kehidupan kita.
Kita
membutuhkan jubah kebenaran kita untuk bersinar dan tidak bernoda karena
Tuhan segera datang di akhir jaman ini. Kalau kuasaNya datang sepenuhnya,
kuasa itu akan memberikan hidup kepada yang baik dan kematian kepada yang
buruk. Ini saatnya kita menyadari bahwa kalau Tuhan menampakkan diriNya dalam
ukuran yang besar di tengah-tengah kita, KemuliaanNya akan menghancurkan dosa
dalam sekejap. Jadi mereka yang berpegang pada dosa
akan bermasalah.
Orang
akan berkata, “Tunggu dulu, itu kedengarannya seperti teologi Perjanjian
Lama.”
Bukan.
Ingatkah anda apa yang terjadi kepada Ananias dan Safira dalam Kisah 5? Mereka
bersekongkol untuk menipu Roh Kudus dan, sebagai hasilnya, mereka berdua mati
dalam gereja di hari yang sama!
Kita
belum pernah melihat hal semacam itu di jaman sekarang karena, sampai saat
ini, kuasa Tuhan belum termanifestasi seperti halnya di jaman Gereja awal.
Tetapi kalau kuasa Tuhan
Dosa
dalam gereja akan ditangani dengan cepat pada saat itu. Tentu saja, tidak
harus se-perti itu. Ananias dan Safira bisa saja bertobat saat itu juga.
Tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka bersikeras dalam dosa mereka. Jadi
waktu kuasa Tuhan mematikan dosa dalam gereja, kehidupan fisik mereka juga
dimatikan.
Saya
menyadari bahwa ini adalah pemikiran yang mengejutkan. Tetapi Alkitab
menyuruh kita untuk berjaga-jaga di akhir jaman ini. Alkitab berkata kita
harus serius dalam menguduskan diri kita; bahwa kita harus ...kejarlah
kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan
(Ibrani 12:14).
Sebenarnya
apa arti kekudusan? Artinya adalah “terpisah bagi Tuhan atau berlaku
seperti mereka yang terpisah.”
Terpisah
artinya “berpisah, meninggalkan, pergi ke arah yang berlawanan, tidak
berhubungan lagi, berhenti berhubungan dengan, terpisah seperti halnya krim
terpisah dari susu dan muncul ke atas.”
Kalau
kita mau menjadi kudus, kita harus memutuskan hubungan dengan dunia dan
cara-cara duniawi, dan berhubungan dengan Tuhan dan cara-caraNya.
Alkitab
berkata, ... sebagaimana Yang Memanggilmu kudus, engkau sendiri juga harus
kudus dalam segala perilaku dan cara hidupmu (1 Petrus 1:15, The
Amplified Bible).
Jujurnya,
saya terkejut melihat cara hidup sebagian orang Kristen. Kalau saya melihat
orang percaya pergi ke gereja dan bersikap baik di hari Minggu, lalu hidup
seperti dunia di hari-hari lainnya, hal itu mengganggu saya. Saya tidak
percaya itu adalah perilaku yang normal bagi orang percaya dan saya tidak
terbiasa dengannya.
Ken
dan saya tidak bertumbuh secara rohani di tengah-tengah orang yang hidup
berbeda di gereja dan di rumah. Orang-orang yang berada bersama kami berlaku
sama setiap waktu. Kalau kami bepergian dengan motor, kami mungkin berpakaian
seperti dunia dengan helem dan pakaian kulit kami, tetapi kami memuji Tuhan,
berbicara iman dan berlaku dalam kasih seperti halnya kalau kami berkhotbah di
konvensi.
Kalau
teman-temanmu tidak berlaku seperti itu, anda perlu mendapatkan teman-teman
baru. Saya dapat membuktikannya dari Firman. Rasul Paulus menulis dalam kedua
suratnya kepada jemaat Korintus:
Tetapi
yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang,
yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembar
berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu
(1 Korintus 5:11).
Janganlah
kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak
percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan?
Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang
terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama-sama orang percaya
dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala?
Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: Aku
akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan
Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. Sebab itu:
Keluarlah kamu dari antara mereka dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman
Tuhan (2
Korintus 6:14-17).
Kita
harus melayani orang tidak percaya. Adalah baik untuk pergi ke orang berdosa
dan mengabarkan injil kepada mereka. Tetapi ayat-ayat ini mengatakan bahwa
kita tidak bisa terus-menerus bersekutu dengan mereka. Jangan berkumpul dengan
mereka dan bersantai seperti mereka. Pada akhirnya mereka akan berpengaruh
buruk kepadamu.
Mereka akan mulai mempengaruhi anda dengan cara berpikir mereka yang tidak kudus. Tidak lama kemudian, anda akan nonton acara TV dan film yang mereka tonton. Anda akan memberi makan pikiran anda dengan hal-hal yang penuh dosa.
Saya
tahu beberapa orang akan mendebatkan hal itu. Mereka akan berkata, “Itu kan
hal yang tidak berbahaya dan menyenangkan. Tidak ada yang serius. Mereka
hanya sekedar bersenang-senang.”
Alkitab
memperingati kita tentang sikap seperti itu. Alkitab berkata kita tidak boleh
menjadi seperti bangsa Israel waktu mereka memanjakan diri mereka dalam
cara-cara duniawi yang berdosa dan duduklah bangsa itu untuk makan dan
minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria (1 Korintus 10:17). Aku
hendak berlaku bijak dalam cara yang tidak bercela. Bilakah Engkau datang
kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. Tiada
kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu tidak
akan melekat kepadaku (Mazmur 101:2-3).
Jangan
bermain-main seperti orang dunia ini. Anda akan mendapat masalah karenanya.
Anda mungkin akan mulai dengan hal yang kecil. Misalnya, anda mungkin akan
minum segelas anggur setelah makan malam, dan berkata, “Gloria, saya pikir
tidak ada yang
salah dengan hal itu.”
Mungkin
saja, tetapi anda harus akui bahwa banyak orang bermasalah dengan hal itu.
Dan kita berkewajiban untuk hidup benar di hadapan orang lain.
Mungkin
anda bisa menahan diri dengan hanya
sekedar satu gelas anggur dan tidak pernah berlebihan tetapi bagaimana dengan
orang-orang di sekitar anda yang melihatnya? Anggur adalah alkohol. Alkohol
membuat orang ketagihan. Sangat mudah bagi orang untuk menjadi alkoholik.
Anda tidak mau menjadi penyebabnya. Alkitab berkata untuk menghindari yang
jahat. Disamping itu, Yesus berkata Ia tidak akan minum anggur lagi sampai
pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam
Kerajaan BapaKu (Matius 26:29). Baik untuk mengikutiNya!
Terlebih
lagi, berkompromi dengan hal-hal yang sia-sia seperti minum minuman alkohol
adalah sebuah kebodohan. Mengapa kita menginginkan sesuatu menghalangi kita
kalau kita bisa hidup dalam Kemuliaan Tuhan? Mengapa kita mau bertoleransi
dengan hal-hal kedagingan yang fana kalau kita bisa mengejar kuasa dan
Kemuliaan
Kalau kita mau menjadi
kudus, kita harus memutuskan hubungan dengan dunia dan cara-cara duniawi, dan
berhubungan dengan Tuhan dan cara-caraNya.
Kalau
anda berpikir saya bersikap agamawi, berpikirlah kembali. Tidak ada yang
agamawi dengan kekudusan. Pada Kenyataannya, di bawah hukum Taurat, kekudusan
tidak bisa dicapai.
Itu
karena kekudusan tidak bisa terjadi hanya dengan mematuhi peraturan-peraturan
dan hukum-hukum yang terlihat. Kekudusan terjadi sebagai hasil dari kasih
karunia Tuhan yang dikerjakanNya di dalam hati kita! Kekudusan termanifestasi
dalam kehidupan kita sewaktu kita menjalani, dengan kasih karunia, apa yang
Tuhan telah taruh di dalam kita. Titus 2:11-14 berkata seperti ini: Karena
kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik
kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan
supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini
dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan
penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,
yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala
kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya
sendiri, yang rajin berbuat baik.
Kalau
kita mau menikmati kasih karunia Tuhan di suatu area, kita memerlukannya di
area lainnya. Kalau kita mau menikmati berkat dan kemurahan Tuhan di
tengah-tengah kita, maka kita harus menerima kasih karunia Tuhan yang
mengajarkan kita untuk menyangkali ketidaksalehan.
Anda
dapat belajar lebih banyak mengenai bagaimana cara kerja kasih karunia dengan
membaca buku Roma. Disitu Rasul
Paulus mengatakan bahwa jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati;
tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan
hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah (Roma
8:13-14).
Maksud
Paulus adalah, sementara kasih karunia telah memerdekakan kita dari hukum
taurat, kasih karunia juga mewajibkan dan mengharuskan kita berjalan dalam
ketaatan terhadap Roh Kudus. Dan Roh Kudus tidak akan pernah menyetujui dosa
dalam hidup kita. Sebaliknya, Dia akan memimpin kita untuk mematikan keinginan
dan kegiatan duniawi.
Kalau
anda mau bersekutu dengan Tuhan dan terus menerus berkomunikasi denganNya, Roh
Kudus akan memimpin anda ke dalam kekudusan. Ia akan berkata, misalnya, Berhenti
berbicara kotor. Gunakan kata-kata yang memuliakan Tuhan. Atau, Berhenti
baca buku novel duniawi dan baca Alkitab.
Itu
kedengarannya seperti per-mohonan yang memaksa, tetapi sebenarnya tidak. Ini
alasannya: Anda tidak perlu melakukannya dengan kekuatan sendiri. Apapun yang
Roh Kudus minta kita kerjakan, Ia juga akan memberikan kita kekuatan untuk
melakukannya. Alkitab berkata dalam 1 Korintus 10:13 bahwa Tuhan memberikan
kita kekuatan untuk mengatasi semua pencobaan.
Itu sebabnya mengapa Perjanjian Baru berbicara kepada kita dalam konteks yang keras mengenai kekudusan. Alkitab tidak mengatakan, “Yah, Aku tahu kalian orang Kristen telah banyak berdosa belakangan ini, tetapi Aku mengerti. Hidup memang sulit dan setidaknya kalian telah mencoba untuk tidak berdosa.”
Tidak!
Alkitab hanya mencatat, kuduslah karena Dia kudus. Kita tidak memiliki
alasan untuk menjalani kehidupan tidak kudus. Oleh kasih karunia, melalui Roh
Kudus Tuhan tidak hanya mengarahkan kita supaya kudus—Dia juga memampukan
kita untuk berlaku kudus!
Dan
inilah waktunya kita memanfaatkan kuasa Roh Tuhan yang tinggal di dalam kita.
Kita telah berada di akhir jaman. Yesus akan datang kembali lebih cepat dari
perkiraan kita. Inilah saatnya untuk menutupi kekurangan dalam hidup kita dan
menjadi sepenuhnya terfokus kepada Tuhan. Inilah waktunya untuk meninggalkan
segala sesuatu yang menjauhkan kita dariNya. Inilah saatnya untuk menundukkan
daging kita dan menaruhnya di bawah kuasa Roh Kudus.
Petrus
berkata, Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada
rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman
itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak
percaya pada Injil Allah? (1 Petrus 4:17).
Belakangan ini kita belum
banyak mendengar tentang hari penghakiman. Tetapi itu tidak berarti Perjanjian
Baru tidak mengajarkan hal itu. Hal hari penghakiman ada tertulis di Alkitab!
Sebenarnya, Yesus sendiri berbicara tentang penghakiman di Matius 13.
Sebelumnya, saya tidak mengerti pasal itu karena saya terus berpikir bahwa
Tuhan mengacu kepada pengangkatan Gereja di akhir jaman. Tetapi saya tahu
bahwa itu tidak mungkin karena Dia mengacu kepada si jahat disingkirkan
pertama-tama—bukan orang benar.
Baru-baru
ini, saya mulai mengerti bahwa Dia membicarakan tentang pemisahan, yang kudus
dari yang tidak kudus, yang akan terjadi di akhir jaman. Baca saja ayat-ayat
berikut ini.
Hal
Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di
ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan
benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan
mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan
ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan
taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang
musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi
maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan,
sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku
akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah
berkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam
lumbungku.
(Matius 13:24-30).
Para
murid yang mendengarkan perumpamaan ini tidak mengerti. Jadi kemudian mereka
meminta Yesus menjelaskannya kepada mereka dan Dia berkata: Orang yang
menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik
itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan
benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu
malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian
juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan
mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang
melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. Semuanya akan dicampakkan ke
dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada
waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan
Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Matius 13:37-43).
Menurut
Yesus, akan tiba waktu di akhir jaman ini, di waktu menuai, dimana lalang akan
dicabut. Dengan perkataan lain, akan ada waktu pemisahan. Orang-orang munafik
di dalam Gereja tidak akan mampu bertahan menghadapi hadirat Tuhan. Itulah
waktunya dimana orang benar akan bersinar dengan Kemuliaan Tuhan. Itulah
waktunya dimana Yesus akan menguduskan Gerejanya dan menyucikannya agar Dia menempatkan
jemaat di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang
serupa itu, tetapi supaya jemat
kudus dan tidak bercela (Efesus 5:27).
Kalau
anda adalah lalang yang tidak kudus, hal di atas merupakan pemikiran yang
menakutkan. Tetapi kalau anda
telah memutuskan untuk menjadi kudus, hal itu menyenangkan. Itu berarti anda
akan menjadi bagian dari Gereja yang penuh kemuliaan.
Anda
mungkin berkata, “Tetapi aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi kudus, tanpa
cacat atau kerut!” Kita tidak akan pernah menjadi Gereja seperti itu tanpa
darah Yesus yang siap sedia untuk menyucikan kita dari dosa. Ketika anda berbuat
dosa dan tidak taat, bergegaslah untuk bertobat. Berbalik dari dosa dan
berpaling kepada Bapa.
Dengan
kasih karunia Tuhan, Yesus datang untuk Gereja yang penuh kemuliaan. Kita harus
penuh kemuliaan. Jika ini adalah sebuah akhir, maka tidak akan ada orang lain
lagi yang melakukannya. Kita adalah yang terakhir! Hanya kita yang dimiliki
Tuhan; dan karena Dia Tuhan, Dia dapat mewujudkan kemuliaan itu di dalam kita!
Tuhan
sanggup! Jadi, mari kita percaya saja. Bertindaklah! Mari kita saling mendoakan
dengan mengucapkan doa Rasul Paulus ini: Semoga Allah damai sejahtera
menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara
sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang
memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya (1 Tesa-lonika
5:23-24).
Haleluya!
Amin!!
<Diterjemahkan atas seijin Kenneth Copeland Ministries, Locked Bag 2600, Mansfield Delivery Center, QLD 4122, Australia. Believer’s Voice of Victory, Volume 28, No. 8, ©2000, Kenneth Copeland Publications>