english

home

nubuat

pusat belajar

media

laporan

undangan

mitra kerja

kontribusi

situs favorit

e-mail

kami untuk pertanyaan

dan saran

majalah gratis (hanya

untuk alamat di Indonesia -

jangan lupa Kode Pos)

Tabitha Ministries

P.O. Box 255/CPA-HU

Tangerang 15411

Banten,  Indonesia

Copyright © 2003-2006

Tabitha Ministries

Dunia mengenal pepatah, "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh."  Pepatah itu jugalah yang membuat bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa bertekad untuk bersatu melawan penjajah untuk mendapatkan kemerdekaan. Pepatah itu ternyata bukanlah kalimat murahan yang tidak bermakna, tetapi memiliki arti Alkitabiah.

Tuhan banyak berbicara mengenai kesatuan dan persatuan di dalam Tubuh Kristus. Mari kita lihat sebagian dari FirmanNya mengenai hal itu.

Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai [celakalah] orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. (Pengkhotbah 4:9-12).

Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. (Matius 18:19-20).

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."… Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh…" (Lukas 11:14-17).

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh [tubuh Kristus], dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua dan oleh semua dan di dalam semua. (Efesus 4:3-6).

Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. (Filipi 2:2-4).

Jika Tuhan berbicara begitu banyak mengenai kesatuan, maka kita pun sepatutnya mencari tahu mengenai hal itu dan memperoleh pengertian agar kita dapat memperoleh berkat yang terkandung di dalamnya.

Waktu pertama kali saya mendengar tentang ke-mitra kerja-an, pertanyaan- pertanyaan berikut ini muncul di benak saya: Mengapa saya harus menjadi mitra kerja suatu pelayanan?  Apa gunanya saya menjadi mitra kerja sebuah pelayanan? Semuanya itu khan cuma sekedar cara untuk mencari dana saja! Saya penuh dengan keraguan.

Saya mau anda memperhatikan cerita berikut ini agar anda bisa belajar dari kesalahan saya. Saat itu hati saya bersaksi untuk menjadi mitra kerja dari sebuah pelayanan di luar negeri. (Sepengetahuan saya saat itu belum ada pelayanan di Indonesia yang mengatur kemitra-kerjaan seperti saat sekarang ini). Akan tetapi karena ketidak-mengertian saya, saya tidak langsung bertindak karena pikiran saya sibuk menghitung berapa banyak uang yang harus saya keluarkan untuk "menyumbang" dalam mata uang asing. Setelah beberapa bulan saya menerima majalah dari pelayanan itu, saya tetap tidak bisa melihat dahsyatnya pewahyuan yang Tuhan singkapkan kepada pelayanan itu, sampai suatu ketika dalam salah satu kebaktiannya Ibu Indri Gautama membicarakan bahwa ada urapan yang berbeda dari setiap pelayanan dan kita harus memanfaatkan berbagai urapan yang berbeda itu dan belajar dari berbagai hamba Tuhan.

Saat itu mata saya terbuka dan saya langsung buat komitmen kepada Tuhan untuk menjadi mitra kerja pelayanan yang Ia tunjukkan dan saya bertekad untuk membantu pelayanan itu seperti yang Tuhan kehendaki. Setelah keputusan bulat saya ambil, saya mengambil kembali majalah-majalah yang saya sudah terima dari pelayanan itu dan membaca kembali semuanya dari awal. Saat itu saya merasa seperti mendapatkan kacamata baru dan seolah-olah semua artikel pengajaran dalam majalah-majalah itu berbicara kepada saya. Hikmat dan pengertian akan firman Tuhan mengalir dengan deras kepada saya. Dari pengalaman itulah saya baru bisa mengerti doa hamba Tuhan tersebut yang berbunyi, "Saya berdoa agar setiap urapan yang bekerja dalam kehidupan saya [Kenneth] dan Gloria [Copeland] akan bekerja dalam kehidupan setiap mitra kerja kami."

Yesus dan Mitra Kerja

Apakah hal itu benar ada dalam pelayanan Tuhan Yesus di bumi? Sekembalinya dari padang gurun setelah Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Yesus memanggil murid-murid pertama-Nya (baca Matius 4:18-22), yang berarti Yesus memanggil mereka untuk menjadi mitra kerja dalam pelayananNya. Apakah orang-orang itu bisa menolak untuk menjadi mitra kerja Yesus? Bisa saja. Hanya saja mereka lebih pandai dari pada saya dan tidak menunda-nunda untuk menjadi mitra kerja dari pelayanan Yesus. Apakah pelayanan Yesus sudah terbukti tidak korupsi dan benar-benar berasal dari Tuhan? Apakah pengajaranNya tidak sesat? Orang-orang itu tidak tahu akan semua hal itu, tetapi mereka hanya menuruti kata hati mereka untuk segera meninggalkan pekerjaan mereka dan mengikuti Yesus.

Yesus memiliki mitra kerja dimana-mana dan Ia beserta murid-muridNya hidup tidak berkekurangan berkat pelayanan dari para mitra kerjaNya. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas muridNya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini MELAYANI rombongan itu DENGAN KEKAYAAN mereka. (Lukas 8:1-3).

Tuhan Yesus dan rombongan-Nya dilayani oleh para mitra kerjaNya dengan kekayaan mereka. Dengan kata lain segala keperluan Yesus dan rombongan-Nya selama mereka menginjil dari kota ke kota dan dari desa ke desa dipenuhi oleh para mitra kerjaNya. Itu berarti selama masa pelayananNya di bumi Yesus tidak pernah pusing memikirkan dana penginjilan ke daerah-daerah karena para mitra kerjaNya telah memberikan untuk keperluan itu. Yesus juga memiliki bendahara, Yudas, yang menunjukkan bahwa pelayanan-Nya secara rutin menerima dan mengeluarkan uang.

Disamping dukungan keuangan yang diperlukan oleh Yesus dalam pelayananNya, Ia juga membutuhkan dukungan doa dari para mitra kerjaNya. Kita lihat di taman Getsemani, Ia mengingatkan para muridNya untuk tetap berjaga-jaga dalam doa bersama Dia (baca Matius 26:36-46).

Apakah peran Yesus dalam kemitra-kerjaan ini hanya menerima saja? Tentu saja tidak. Selama pelayananNya di bumi kita tahu bahwa Yesus aktif mengabarkan Injil dan mengajar kemanapun Ia pergi. Kepada orang banyak Ia berkata-kata dengan perumpamaan tetapi kepada mitra kerjaNya Yesus berkata, Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (Matius 13:11). Karena mitra kerjaNya menerima Yesus sebagai Yang Diurapi, maka mereka menerima Urapan yang sama untuk mengerti rahasia kerajaan sorga.

Disamping urapan untuk mengerti rahasia kerajaan sorga, beberapa mitra kerja Yesus yang terpilih, yaitu kedua belas rasul, juga menerima urapan untuk melakukan pekerjaan yang Yesus kerjakan. Yesus memanggil kedua belas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. (Matius 10:1).

Kita perlu mengingat bahwa pada saat Yesus di bumi, Ia adalah manusia biasa (Filipi 2:7) yang diurapi oleh Roh Kudus. Jadi, kalau mitra kerja berperan penting dalam pelayanan Yesus, berarti mitra kerja juga berperan penting dalam pelayanan kami. Jika dengan mitra kerja Yesus bisa menjangkau lebih banyak orang (baca Matius 10:1-8; Lukas 10:17-19), maka bersama anda kami dapat menjangkau lebih banyak jiwa agar mereka Bangkit dan Menjadi Terang.

>>  Ya, saya mau bergabung menjadi Mitra Kerja Tabitha Ministries