![]() |
||
|
kami untuk pertanyaan dan saran majalah gratis (hanya untuk alamat di Indonesia - jangan lupa Kode Pos) Tabitha Ministries P.O. Box 255/CPA-HU Tangerang 15411 Banten, Indonesia Copyright © 2003-2006 Tabitha Ministries |
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, - yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih (Efesus 4:16).Pada saat Yesus hidup di muka bumi, Dia mendapatkan urapan Roh Kudus tanpa batas (baca Yohanes 3:34). Saat itu Yesus adalah satu-satunya Manusia Yang Diurapi dengan segala Urapan Roh Kudus. Kristus bukanlah nama keluarga Yesus. Kristus (Christos dalam bahasa Yunani) menyatakan siapa Yesus dan artinya adalah Yang Diurapi dan UrapanNya. Setelah Yesus naik ke surga, maka Allah Bapa menjadikanNya Kepala atas umatNya yang menjadi TubuhNya (baca Efesus 1:22-23; Efesus 5:29-30). Kita, orang percaya, adalah anggota-anggota Tubuh Kristus – anggota-anggota Tubuh Yang Diurapi dengan segala urapan Roh Kudus. Itu berarti Tubuh Kristus, sebagai KESATUAN menerima Urapan Roh Kudus tanpa batas. Dahsyat!!! Anda dan saya sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus, memiliki peran masing-masing di dalam Tubuh Kristus. Jika kita bersatu maka urapan yang kita terima secara pribadi saat kita dibaptis Roh Kudus dengan tanda-tanda berbahasa roh akan bertumbuh alias bertambah-tambah. Kita Saling MembutuhkanMari kita lihat lagi ayat utama kita. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, - yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagian-nya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih (Efesus 4:16). Terjemahan New Living Translation dari Efesus 4:16 mengatakan, Dibawah pimpinan-Nya, seluruh tubuh bersatu dengan sempurna. Dengan melakukan tugas masing-masing, setiap bagian membantu bagian-bagian lainnya untuk bertumbuh, sehingga seluruh tubuh sehat dan bertumbuh serta kepenuhan kasih. Hal yang sama juga dikemukakan dalam ayat-ayat berikut: Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita:... (Roma 12:4-6). Ayat 5 dari Roma 12
diterjemahkan oleh New Living Translation sebagai berikut: ...Kita
adalah bagian-bagian dari tubuhNya, dan setiap orang memiliki tugas yang
berbeda untuk dikerjakan. Dan
karena kita adalah satu tubuh dalam Kristus, kita saling memiliki, dan
kita saling membutuhkan. Sekarang jelas bagi kita semua bahwa tidak ada seorang pun yang cukup perkasa dan begitu diurapi sehingga tidak membutuhkan mitra kerja dalam menjalani visi yang Tuhan berikan kepadanya. Yesus pun memiliki mitra kerja dalam pelayananNya di muka bumi, yaitu murid-muridNya dan para pengikut- pengikutNya (baca Lukas 8:1-3). Jemaat Filipi menjadi mitra kerja dari Rasul Paulus (baca Filipi 4:10-20). Yang perlu kita ingat adalah, bila Roh Kudus menyatakan kepada kita, melalui roh kita, untuk menjadi mitra kerja dari pelayanan tertentu, maka Tuhan akan bekerja dengan dahsyat dalam kehidupan kita melalui pelayanan tersebut. Dan bila kita menaati Tuhan dengan menjadi mitra kerja dari pelayanan itu, maka disitulah terletak pertumbuhan rohani kita, jawaban dari masalah-masalah kita, dan terobosan serta penjebolan dalam keluarga, keuangan, pekerjaan, bahkan pelayanan kita sekalipun. Dampak
Mitra Kerja
Rasul Paulus menulis mengenai mitra kerja dalam suratnya kepada jemaat di Filipi. Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang [memberi dan menerima – terjemahan King James Version, Red.] dengan aku selain dari pada kamu. Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu (Filipi 4:11-17). Dalam ayat-ayat tersebut, kita lihat bahwa Rasul Paulus menjalin hubungan mitra kerja dengan gereja di Filipi. Gereja itu melayani dan mendukung Paulus dengan pemberian mereka. Ketika mereka memberi kepada pelayanan Paulus, maka kita lihat bagaimana dampaknya bagi kedua belah pihak yang terlibat. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harus, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah (Filipi 4:18). Disini Paulus menyatakan bahwa ia sudah tidak berkekurangan dan bahkan berkelimpahan karena pemberian mitra kerjanya. Kemudian ia menyatakan apa dampak pemberian tersebut kepada mitra kerjanya, Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19). Yang dikatakan disini adalah ketika kita menjadi mitra kerja, Tuhan siap untuk memenuhi segala keperluan kita sebagai akibat dari benih yang kita tabur dalam kemitra-kerjaan kita. Sayangnya, banyak orang mengira ayat 19 itu akan terjadi secara otomatis bagi mereka. Dengan kata lain Tuhan berkata bahwa Ia mampu memenuhi kebutuhan kita sesuai dengan kekayaan kemuliaanNya karena kita telah memenuhi kebutuhan orang lain. Jadi, jika anda menjadi mitra kerja dari sebuah pelayanan maka anda berhak atas ayat 19 dan menyatakan: Dalam Nama Yesus, karena aku menjadi mitra kerja dari pelayanan ini, maka Tuhanku akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus, karena aku telah memenuhi kebutuhan pelayanan yang menjadi mitra-kerjaku. Puji Tuhan! Amin. Yang
Pantas
Banyak orang berpikir bahwa untuk menjadi mitra kerja dari suatu pelayanan mereka harus memberikan dukungan keuangan dalam jumlah tertentu dan kalau kurang dari jumlah itu maka sebaiknya tidak memberi dari pada malu. Saudara, pendapat seperti itu adalah tipuan Iblis. Anda masih ingat bagaimana Yesus mengamati peti persembahan di rumah ibadah dan pada waktu seorang janda miskin memberikan dua peser? Saat itu Yesus berkata kepada murid-muridNya bahwa persembahan janda itu lebih banyak dari pada semua orang lain yang memberi (baca Markus 12: 41-44). Jika anda pelajari mengenai persembahan, maka anda akan tahu bahwa Tuhan tidak pernah menentukan berapa jumlah yang pantas untuk dipersembahkan. Kalau Tuhan menentukan jumlah uang yang harus dipersembahkan, maka saya yakin pasti Yesus tidak akan berkata demikian mengenai persembahan janda miskin tersebut di atas. Oleh karena itu, dalam hal dukungan keuangan kepada pelayanan juga tidak ada jumlah minimal. Dan jika anda memberi, itu berarti anda mengaktifkan rekening surgawimu. Firman Tuhan berkata, Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu (Filipi 4:17). Benih keuangan yang kita tabur kepada pelayanan mitra kerja kita akan menghasilkan keuntungan bagi kita. Hal ini sejalan dengan firman Tuhan di Lukas 6:38 yang mengatakan, Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Peran dalam Mitra Kerja
Hubungan mitra kerja membutuhkan kedua belah pihak untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing agar mendatangkan keuntungan bagi semuanya. Dalam hubungan mitra kerja pelayanan ini, maka kami membuat komitmen untuk:
Yang kami butuhkan dari para mitra kerja kami adalah komitmen untuk:
Doa
kesepakatan dan iman
Firman Tuhan berkata bahwa jika dua orang bersepakat di bumi maka apapun yang mereka minta akan dipenuhi (Matius 18:19), oleh karena itu kami ingin anda memiliki ayat-ayat yang sama, seperti yang kami doakan bagi anda setiap hari, agar anda bisa tahu dan sepakat dengan kami dalam iman mengenai hal-hal tersebut. Berikut ini adalah ayat-ayat yang kami pakai untuk berdoa bagi mitra kerja kami:
1 Tesalonika 5:23 << Ya, saya mau bergabung menjadi Mitra Kerja Tabitha Ministries |
|