english

home

nubuat

pusat belajar

media

laporan

undangan

mitra kerja

kontribusi

situs favorit

e-mail

kami untuk pertanyaan

dan saran

majalah gratis (hanya

untuk alamat di Indonesia -

jangan lupa Kode Pos)

Tabitha Ministries

P.O. Box 255/CPA-HU

Tangerang 15411

Banten,  Indonesia

Copyright © 2003-2006

Tabitha Ministries

Lampung (11-15 Juli 1999)

Propinsi Lampung, secara geografis, tidak terlalu jauh dari Jakarta (lihat peta).  Akan tetapi, untuk menjangkau daerah yang kami tuju kami memerlukan 10 jam perjalanan darat (termasuk 1 jam dengan kapal ferry) dari Jakarta.  Tempat itu ialah daerah relokasi transmigran penduduk dari pulau-pulau lain untuk memulai hidup baru.  Kami tidak mengetahui sebelumnya bahwa tempat yang kami tuju dikelilingi oleh penduduk beragama Islam dan Hindu.

Kami tinggal di rumah seorang penginjil wanita yang telah berada di tempat itu kurang lebih 10 tahun.  Kondisi tempat itu sangat sederhana.  Mereka memasak dengan kayu api di gubuk yang berlantai tanah, tanpa listrik.  Kualitas air yang mereka miliki dari sumur "tidak memungkinkan" (menurut "standar kota" kami) bagi kami untuk mandi, apalagi untuk minum.  Setiap kali kami ingin mandi kami harus mengambil air dari sumur dan mengisi bak mandi.

Kondisi tempat tinggal yang disediakan sungguh-sungguh bertolak-belakang dengan daging kami yang "manja."  Kami semua lahir di kota, dibesarkan di kota, dan masih tinggal di kota.  Benar, kami tidak mengharapkan fasilitas hotel berbintang lima tetapi kami sama sekali tidak mengharapkan apa yang kami dapatkan di sana.  Anda tahu, setelah perjalanan 10 jam, anda "bermimpi" untuk mandi air hangat dan tidur di kasur yang enak yang mana sama sekali tidak tersedia.  Akan tetapi, harapan untuk melihat apa yang Tuhan akan lakukan melalui kami dalam pelayanan selama 3 hari mengalahkan semua ketidaknyamanan tempat tinggal kami.  Kami tetap dapat bergembira sebagaimana bila kami tinggal di hotel Hilton.

Tiga hari berikutnya merupakan peristiwa berharga secara rohani.  Kami melihat yang tersesat diselamatkan dan yang sakit disembuhkan.  Kami tidak tahu siapa yang akan datang di kebaktian yang kami selenggarakan, tetapi Roh Kudus memimpin kami dalam pujian dan penyembahan, dalam penyampaian firman, dan dalam menutup kebaktian.  Setelah setiap kebaktian kami semua makan siang bersama dan ada pembagian bahan pokok bagi setiap keluarga yang hadir.  Hari kedua ialah yang sangat menggembirakan karena rombongan yang berhasil didatangkan oleh rekan kami terdiri dari penganut Islam dan Hindu.  Beberapa dari mereka bahkan segan untuk berbicara dengan kami dan ketika ditanya alasan kedatangan mereka, mereka katakan bahwa itu adalah untuk mendapatkan bahan pokok.  Tetapi, Tuhan tahu persis bagaimana menyentuh hati manusia.  Melalui acara pujian  dan penyembahan yang tidak lazim dan juga firman keselamatan yang indah, dua pertiga rombongan itu maju ke depan untuk menerima kesembuhan ilahi dan keselamatan (termasuk para pria yang menolak berbicara dengan kami).  Tuhan dahsyat!

Perjalanan ini tidak akan menjadi perjalanan kami yang terakhir.  Kami telah membuat perjanjian dengan Tuhan bahwa kapanpun Ia menyuruh kami pergi, kami akan pergi; kemanapun Ia mengirim kami, kami akan pergi.  Ia yang memanggil kita mampu menyelesaikan panggilanNya melalui kita.